Metapos.id, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengkritik sejumlah pakar dan pengamat yang kerap mengklaim memahami isi pikiran serta sikap politiknya. Prabowo menilai, berbagai narasi yang berkembang di ruang publik sering kali bersifat spekulatif dan tidak sesuai dengan kenyataan.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan pidato dalam Perayaan Natal Nasional 2025 yang digelar di Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (6/1/2026).
Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung maraknya pembahasan di podcast dan diskusi publik yang menurutnya seolah-olah mengetahui kondisi batin dan arah pikirannya. Ia menyampaikan hal itu dengan nada berseloroh.
“Kadang-kadang kalau saya mau tahu apa yang dipikirkan Prabowo Subianto, saya cari podcast,” ujar Prabowo, yang disambut tawa para hadirin.
Prabowo mengatakan, sejumlah narasi yang dibuat oleh para pengamat kerap tidak berdasar dan justru memicu kegaduhan di masyarakat. Ia mencontohkan isu konflik internal yang sering dilekatkan kepadanya, meskipun menurutnya isu tersebut tidak pernah terjadi.
“Dibilang saya konflik internal dengan ini dan itu. Itu ngarang. Senangnya ramai, gaduh, padahal tidak ada apa-apa,” tegas Prabowo.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menekankan pentingnya persatuan dan kerja sama di antara elite nasional sebagai syarat utama kemajuan bangsa. Ia menyebut, berbagai kajian geopolitik memprediksi Indonesia berpotensi menjadi salah satu negara terkaya di dunia apabila para pemimpinnya mampu bekerja sama.
“Indonesia bisa menjadi bangsa besar dan sejahtera, tapi syaratnya elitnya harus kompak dan mau bekerja sama,” pungkas Prabowo.













