• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Monday, April 6, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Metapos
No Result
View All Result
Home Internasional

Legalitas Operasi AS Tangkap Presiden Venezuela Dipertanyakan Dunia

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
4 January 2026
in Internasional
Legalitas Operasi AS Tangkap Presiden Venezuela Dipertanyakan Dunia
Share on FacebookShare on Twitter

Metapos.id, Jakarta – Penahanan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat (AS) dalam sebuah operasi militer di Caracas menimbulkan kontroversi luas di tingkat internasional. Sejumlah pakar hukum menilai langkah tersebut berpotensi melanggar ketentuan hukum nasional AS maupun hukum internasional.

Mengacu pada laporan Reuters, operasi militer yang dilakukan pada Sabtu (3/1/2026) dini hari itu menjadi klimaks dari tekanan intensif pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap Venezuela yang telah berlangsung selama berbulan-bulan. Aksi tersebut pun memicu kritik keras dari berbagai pemimpin dunia.

Pemerintah AS menegaskan tidak mengakui Maduro sebagai pemimpin sah Venezuela. Usai operasi militer, Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, langsung dibawa ke Amerika Serikat untuk menjalani proses hukum. Sebelumnya, Trump secara terbuka mendesak Maduro untuk melepaskan jabatannya dan menudingnya melindungi jaringan kartel narkoba yang disebut berkontribusi terhadap ribuan kematian akibat penyalahgunaan narkotika di AS.

Sejak September 2025, militer AS juga dilaporkan telah melancarkan sedikitnya 30 serangan terhadap kapal-kapal yang dicurigai terlibat penyelundupan narkoba dari Venezuela di kawasan Karibia dan Samudra Pasifik. Serangkaian serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 100 orang. Namun, sejumlah ahli hukum menilai tindakan militer tersebut sulit dibenarkan secara yuridis.

Dalih Penegakan Hukum

Pemerintah AS berdalih bahwa penangkapan Maduro dilakukan atas permintaan Departemen Kehakiman. Presiden Venezuela itu disebut telah didakwa oleh dewan juri federal di New York bersama anggota keluarganya dan sejumlah tokoh lainnya atas tuduhan kejahatan terkait terorisme, narkotika, dan senjata.

Jaksa Agung AS Pam Bondi menyatakan para terdakwa akan segera dihadapkan ke pengadilan Amerika Serikat. Meski demikian, pernyataan Presiden Trump dalam konferensi pers justru memicu polemik baru. Trump menuding Venezuela telah merugikan kepentingan minyak AS dan mengisyaratkan rencana Washington untuk mengambil alih pengelolaan negara tersebut dalam jangka waktu tertentu.

Pernyataan itu dinilai bertolak belakang dengan klaim awal bahwa operasi tersebut murni bertujuan penegakan hukum. Profesor hukum konstitusional dari Northeastern University, Jeremy Paul, menyebut sikap pemerintah AS tidak konsisten dan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum.

Perspektif Hukum Nasional dan Internasional

Dalam sistem ketatanegaraan AS, kewenangan untuk menyatakan perang berada di tangan Kongres. Kendati presiden menjabat sebagai panglima tertinggi, pelaksanaan operasi militer, terutama yang melibatkan pengerahan pasukan darat, umumnya memerlukan persetujuan legislatif.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengungkapkan bahwa Kongres tidak diberi pemberitahuan sebelum operasi dilakukan. Di sisi lain, hukum internasional secara tegas melarang penggunaan kekuatan militer terhadap negara lain, kecuali atas mandat Dewan Keamanan PBB atau dalam rangka pembelaan diri.

Profesor hukum Universitas Columbia, Matthew Waxman, menegaskan bahwa dakwaan pidana tidak dapat dijadikan dasar hukum untuk menjatuhkan pemerintahan negara lain melalui kekuatan militer. Menurutnya, tuduhan terkait perdagangan narkoba tidak memenuhi kriteria konflik bersenjata yang dapat membenarkan intervensi militer.

Amerika Serikat sendiri telah menolak mengakui Maduro sebagai presiden sah Venezuela sejak 2019 dengan alasan proses pemilu dinilai tidak demokratis. Kendati demikian, banyak pihak menilai penangkapan kepala negara berdaulat melalui operasi militer dapat menciptakan preseden berbahaya bagi tatanan hukum internasional.

Download Best WordPress Themes Free Download
Free Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Premium WordPress Themes Download
udemy course download free
download coolpad firmware
Download WordPress Themes Free
online free course
Tags: kontroversimelanggarMetapos.idNicolas MaduropenangkapanpengadilanTrumpVenezuela
Taufik Hidayat

Taufik Hidayat

Related Posts

Transportasi Baru di Bogor: Bus Listrik Bojonggede–Sentul Gratis 3 Bulan

Transportasi Baru di Bogor: Bus Listrik Bojonggede–Sentul Gratis 3 Bulan

by Taufik Hidayat
6 April 2026
0

Metapos.id, Jakarta — Pemerintah Kabupaten Bogor mulai mengoperasikan uji coba bus listrik rute Bojonggede–Sentul. Program ini langsung mendapat perhatian dari...

AS dan Iran Jajaki Gencatan Senjata 45 Hari di Tengah Konflik

AS dan Iran Jajaki Gencatan Senjata 45 Hari di Tengah Konflik

by Taufik Hidayat
6 April 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Pemerintah Amerika Serikat dan Iran tengah menjajaki peluang gencatan senjata sementara selama 45 hari. Meski begitu, pembahasan...

Paus Leo XIV Serukan Perdamaian Dunia, Ajak Pemimpin Hentikan Perang

Paus Leo XIV Serukan Perdamaian Dunia, Ajak Pemimpin Hentikan Perang

by Farida Ratnawati
6 April 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Paus Leo XIV serukan perdamaian dunia di tengah konflik global yang terus meningkat. Oleh karena itu, paus...

DPR Panggil Purbaya, Soroti Kinerja Penerimaan Negara Kuartal I

DPR Panggil Purbaya, Soroti Kinerja Penerimaan Negara Kuartal I

by Aulia Fitrie
6 April 2026
0

Metapos.id, Jakarta – DPR panggil Purbaya untuk membahas kinerja penerimaan negara pada awal tahun. Oleh karena itu, dpr panggil purbaya...

Next Post
Marak Calo, Kuota Pembelian Tiket Online Planetarium Jakarta Dikurangi Jadi 50 Persen

Marak Calo, Kuota Pembelian Tiket Online Planetarium Jakarta Dikurangi Jadi 50 Persen

Recommended.

Ekspor RI Amblas Empat Bulan Berturut-turut

BPS: Neraca Perdagangan RI Surplus 3,31 Miliar Dolar AS di Desember 2023

15 January 2024
Waisak 2023, Injourney Tata Ulang Konsep Wisata Candi Borobudur

Waisak 2023, Injourney Tata Ulang Konsep Wisata Candi Borobudur

5 June 2023

Trending.

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

13 November 2025
Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

12 November 2025
Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

25 October 2025
Penukaran Uang Baru Ramadan Sudah Bisa Dilakukan Mulai 20 Maret

Penukaran Uang Baru Ramadan Sudah Bisa Dilakukan Mulai 20 Maret

16 March 2023
Ikut NU Saat Puasa, Ikut Muhammadiyah Saat Lebaran—Boleh atau Tidak?

Ikut NU Saat Puasa, Ikut Muhammadiyah Saat Lebaran—Boleh atau Tidak?

20 March 2026
Metapos Media

© 2025 Media Informasi Terkini

Navigasi

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2025 Media Informasi Terkini