Metapos.id, Jakarta – Piala Afrika 2025 memasuki babak 16 besar dengan mempertemukan tim unggulan Senegal melawan Sudan, tim dengan peringkat terendah yang masih bertahan di turnamen. Laga ini akan digelar di Stadion Ibn Batouta, Tangier, Maroko, pada Sabtu (3/1/2026) pukul 16.00 GMT atau 23.00 WIB.
Senegal melangkah ke fase gugur dengan status favorit juara. Tim berjuluk Lions of Teranga itu tampil meyakinkan di fase grup berkat kekuatan lini serang yang dipimpin Nicolas Jackson dan Sadio Mane. Senegal finis sebagai juara Grup D dengan raihan tujuh poin hasil dua kemenangan dan satu hasil imbang.
Sementara itu, Sudan mencatatkan pencapaian mengejutkan dengan lolos ke babak 16 besar untuk pertama kalinya dalam 14 tahun. Tim peringkat ke-117 dunia tersebut melaju sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik di Grup E, setelah mengumpulkan tiga poin dari kemenangan tipis 1-0 atas Guinea Khatulistiwa, yang juga menjadi kemenangan kedua Sudan sepanjang sejarah Piala Afrika sejak juara pada 1970.
Keberhasilan Sudan terasa istimewa mengingat kondisi negara mereka yang masih dilanda konflik berkepanjangan. Perang antara Angkatan Bersenjata Sudan dan kelompok paramiliter Rapid Support Forces sejak April 2023 telah menewaskan puluhan ribu orang dan memaksa lebih dari 12 juta warga mengungsi. Situasi ini turut memengaruhi kondisi mental para pemain.
Kiper Sudan, Mohamed Abooja, bahkan harus menghadapi kenyataan pahit setelah saudaranya ditawan kelompok bersenjata. Meski demikian, ia menegaskan bahwa hasil di lapangan menjadi sumber kebahagiaan dan semangat bagi masyarakat Sudan.
Dari sisi statistik, Senegal memiliki catatan yang jauh lebih unggul. Mereka tidak terkalahkan dalam 14 laga terakhir di Piala Afrika, dengan sembilan kemenangan dan lima hasil imbang. Selain itu, Senegal mencatatkan 17 clean sheet sejak 2017, terbanyak dibandingkan tim lain. Sebaliknya, Sudan sudah kebobolan enam gol, terbanyak di antara tim yang lolos ke 16 besar.
Secara rekor pertemuan, Senegal dan Sudan telah bertemu tujuh kali di berbagai ajang, dengan Senegal tidak pernah kalah, meraih empat kemenangan dan tiga hasil imbang. Pertemuan terakhir terjadi pada kualifikasi Piala Dunia 2026 September lalu, saat Senegal menang 2-0.
Namun, Senegal dipastikan tidak tampil dengan kekuatan penuh. Kapten tim Kalidou Koulibaly harus absen akibat akumulasi kartu merah pada laga terakhir fase grup. Pelatih Pape Thiaw diperkirakan tetap menurunkan Nicolas Jackson sebagai ujung tombak, didukung Sadio Mane dan Iliman Ndiaye.
Di kubu Sudan, pelatih Kwesi Appiah tidak dapat memainkan tiga gelandangnya, yakni Salah Adil, Abo Eisa, dan Abuaagla Abdalla, yang mengalami cedera. Meski begitu, Sudan tetap mengandalkan pemain-pemain kunci seperti Walieldin Khidir, Ammar Taifour, dan bek Sheddy Barglan.
Pemenang laga Senegal kontra Sudan akan tetap bertahan di Tangier untuk menghadapi pemenang pertandingan Mali vs Tunisia pada babak perempat final yang dijadwalkan berlangsung 9 Januari 2026.













