Tuesday, October 13, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Rujukan BPJS Berjenjang Dikritik Menkes: “Prosedur Lambat, Pasien Keburu Meninggal”

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
15 November 2025
in Sport
Rujukan BPJS Berjenjang Dikritik Menkes: “Prosedur Lambat, Pasien Keburu Meninggal”

Metapos.id, Jakarta– Menkes Kritik Sistem Rujukan Berjenjang BPJS yang Dinilai Tidak Efisien dan Berisiko Lambatkan Penanganan Pasien

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengkritik sistem rujukan berjenjang BPJS Kesehatan yang dinilai tidak efisien dan berpotensi membahayakan keselamatan pasien, terutama dalam kondisi gawat darurat.

BACA JUGA

Gianni Infantino Terancam Lengser, Bagaimana Kelanjutan FIFA ASEAN Cup?

MotoGP Mandalika 2026, Polisi Simulasikan Arus Kendaraan

Dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/11/2025), Budi menyebut pola rujukan yang mengharuskan pasien berpindah dari satu fasilitas kesehatan ke fasilitas lain justru menghambat penanganan yang seharusnya cepat.

Menurutnya, sistem rujukan saat ini membuat pasien harus melewati beberapa rumah sakit meskipun sejak awal sudah jelas bahwa tindakan medis hanya bisa dilakukan di rumah sakit dengan kompetensi lebih tinggi.

“Yang nomor dua kita lakukan, kita akan ubah rujukannya berbasis kompetensi. Supaya menghemat BPJS juga,” ujar Budi.

Ia mencontohkan kasus pasien serangan jantung yang membutuhkan operasi jantung terbuka. Pasien tersebut umumnya harus melalui tiga tahap rujukan: dari puskesmas ke rumah sakit tipe C, lalu ke tipe B, sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit tipe A yang memang memiliki kemampuan untuk menangani operasi tersebut.

“Padahal yang bisa lakukan sudah jelas tipe A. Tipe C dan tipe B enggak mungkin bisa tangani,” katanya.

Budi menilai mekanisme rujukan berulang seperti ini bukan hanya memberatkan pasien, tetapi juga menyebabkan BPJS Kesehatan mengeluarkan biaya beberapa kali untuk tindakan yang pada akhirnya tidak dilakukan di fasilitas pertama atau kedua

Tags: BerisikoBPJSMenkesMetapos.idrujukan
Previous Post

Raja Yordania Abdullah II Tiba di Jakarta, Disambut Hangat oleh Presiden Prabowo

Next Post

BTN Cari Inovasi Perumahan di Surabaya

Related Posts

Gianni Infantino Terancam Lengser, Bagaimana Kelanjutan FIFA ASEAN Cup?
Sport

Gianni Infantino Terancam Lengser, Bagaimana Kelanjutan FIFA ASEAN Cup?

9 October 2026
Polda NTB menyimulasikan arus lalu lintas MotoGP Mandalika 2026, mulai dari jalur kendaraan penonton dan shuttle bus hingga rombongan VVIP.
Sport

MotoGP Mandalika 2026, Polisi Simulasikan Arus Kendaraan

9 October 2026
jadwal Super League 2026/2027
Sport

Ini Jadwal Lengkap Super League 9–11 Oktober

9 October 2026
Veda Ega Pratama Moto3 Mandalika 2026
Sport

Veda Ega Siap Hadapi Kualifikasi Moto3 Mandalika

9 October 2026
Persib Bandung membalikkan keadaan dan menang 3-1 atas Port FC di Thailand. Igor Tolic memuji kecerdasan pemain dalam mengubah strategi.
Sport

Persib Tekuk Port FC Lewat Tiga Gol Akhir

9 October 2026
Pelatih Persija, Shin Tae-yong
Sport

Marselino Masih Pulih di Spanyol, Ini Kata Shin Tae-yong

9 October 2026
Next Post
BTN Cari Inovasi Perumahan di Surabaya

BTN Cari Inovasi Perumahan di Surabaya

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini