Thursday, October 15, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Survei Prudential: 93% Pasien Indonesia Akui Menunda Perawatan Medis

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
17 September 2025
in Ekbis
Survei Prudential: 93% Pasien Indonesia Akui Menunda Perawatan Medis

Metapos.id, Jakarta – Prudential Indonesia bersama Prudential Syariah merilis hasil survei terbaru yang dilakukan bersama Economist Impact berjudul “Suara Pasien Indonesia: Terhimpit di antara Kebutuhan Perawatan, Biaya, dan Kejelasan Informasi”. Studi ini merupakan bagian dari riset regional Prudential plc bertajuk “Suara Pasien: Pengalaman Akses Layanan Kesehatan di Asia” yang juga dilakukan di Hong Kong, Singapura, dan Malaysia, dengan melibatkan lebih dari 4.200 responden.

 

BACA JUGA

BEI Perkuat Literasi dan Ketahanan Investor Pasar Modal

PEFINDO Catat 244 Publikasi Pemeringkatan hingga September 2026

Di Indonesia, hasil survei menunjukkan 93% responden menunda mencari perawatan kesehatan, dengan 44% di antaranya mengaku sering menunda. Tiga faktor utama yang memengaruhi kondisi ini adalah keterbatasan informasi medis yang jelas, kekhawatiran biaya, serta prioritas tanggung jawab keluarga di atas kesehatan pribadi.

 

Lebih dari separuh responden mengaku tidak mendapatkan informasi medis yang mereka butuhkan, baik untuk diagnosis maupun panduan mencari opini kedua. Sementara itu, satu dari lima responden menilai ketidakpastian biaya sebagai beban utama, dan 56% di antaranya terpaksa bergantung pada keluarga, pinjaman, lembaga amal, atau crowdfunding untuk menutupi biaya perawatan.

 

Selain itu, banyak pasien menunda perawatan karena alasan keluarga: 20% mengaku menomorduakan kesehatan demi kebutuhan finansial rumah tangga, sedangkan 18% lebih mengutamakan pengasuhan anak. Hambatan lain yang banyak dialami pasien adalah sulitnya membuat janji temu, antrean panjang, serta masalah akses ke dokter. Sebanyak 77% responden mengaku kendala ini mengganggu rutinitas pekerjaan dan tanggung jawab keluarga mereka.

 

Yosie William Iroth, Chief Health Officer Prudential Indonesia, menegaskan bahwa meski akses kesehatan di Indonesia sudah membaik, pasien masih menghadapi tantangan besar yang membuat mereka menunda pengobatan. “Survei ini memperlihatkan pentingnya sistem layanan kesehatan yang lebih sederhana, transparan soal biaya, dan memberikan informasi medis yang jelas agar pasien lebih percaya diri dalam mengambil keputusan,” ujarnya.

 

Arjan Toor, CEO Health Prudential plc, menambahkan bahwa pasien Indonesia berharap layanan kesehatan lebih mudah diakses, terjangkau, dan sesuai dengan kebutuhan sehari-hari. Hal senada juga disampaikan Vivin Arbianti Gautama, Chief Customer & Marketing Officer Prudential Syariah, yang menekankan pentingnya edukasi preventif agar masyarakat tidak menunggu sakit parah sebelum mencari pengobatan.

 

Sebagai tindak lanjut, Prudential menghadirkan sejumlah inisiatif seperti PRUPriority Hospitals dengan layanan klaim tanpa tunai (cashless) di lebih dari 1.700 rumah sakit, transparansi biaya, serta pengalaman pasien yang lebih praktis. Selain itu, Prudential juga memperkuat kerja sama dengan Kementerian Kesehatan dalam penggunaan data kesehatan untuk mendukung reformasi sistem kesehatan nasional.

 

Dengan hampir 30 tahun beroperasi di Indonesia, Prudential menegaskan kembali komitmennya bukan hanya sebagai penyedia asuransi, tetapi juga mitra masyarakat dalam membangun generasi yang lebih sehat menuju Indonesia Emas 2045.

Tags: Economist ImpactMetapos.idpasien indonesiaperawatan kesehatanPrudential
Previous Post

Tri Kembali Hadirkan Program Kebut Hadiah BombasTri

Next Post

Bank Mandiri Akselerasi Layanan Wealth Management melalui Peresmian Mandiri Private Office Surabaya

Related Posts

BEI Perkuat Literasi dan Ketahanan Investor Pasar Modal
Ekbis

BEI Perkuat Literasi dan Ketahanan Investor Pasar Modal

14 October 2026
PEFINDO Catat 244 Publikasi Pemeringkatan hingga September 2026
Ekbis

PEFINDO Catat 244 Publikasi Pemeringkatan hingga September 2026

14 October 2026
Prudential Syariah dan OJK menggelar SYAFIF di Aceh pada 9–11 Oktober 2026 untuk memperkuat literasi keuangan syariah dan membuka peluang bagi UMKM.
Ekbis

Prudential Syariah Perkuat Literasi Keuangan di Aceh

13 October 2026
BEI dan KSEI Perluas Transparansi Kepemilikan Saham
Ekbis

BEI dan KSEI Perluas Transparansi Kepemilikan Saham

9 October 2026
GAPKI Gelar IPOC 2026, Perkuat Peran Sawit bagi Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi di Tengah Gejolak Global
Ekbis

GAPKI Gelar IPOC 2026, Perkuat Peran Sawit bagi Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi di Tengah Gejolak Global

9 October 2026
Penjualan kendaraan BBM di Australia turun 36,2 persen pada September 2026, sementara mobil listrik dan plug-in hybrid mencatat pertumbuhan pesat.
Ekbis

Mobil Listrik Makin Laris, Kendaraan BBM Australia Turun

9 October 2026
Next Post
Bank Mandiri Akselerasi Layanan Wealth Management melalui Peresmian Mandiri Private Office Surabaya

Bank Mandiri Akselerasi Layanan Wealth Management melalui Peresmian Mandiri Private Office Surabaya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini