Tuesday, October 13, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Pemerintah Dorong Ratusan Komoditas Unggulan Bebas Tarif ke Amerika Serikat

Afizahri by Afizahri
28 August 2025
in Ekbis
Efek Tarif Resiprokal AS, Ketidakpastian Perekonomian Global Makin Tinggi

Jakarta, Metapos.id – Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyampaikan terdapat ratusan item yang terbagi dalam beberapa kelompok besar seperti agro, hortikultura, mineral kritis, dan produk industri padat karya yang diusulkan untuk memperoleh exemption atau pengecualian dari tarif resiprokal atas produk ekspor Indonesia ke Amerika Serikat (AS).

“Semua yang di-list surat itu, kita akan kejar ke 0 persen. Optimal ya. Karena kalau itu bisa kita perjuangkan, itu konkret ekspornya akan ada. Kalau yang rundingan umum kan hanya menetapkan rate-nya. 11 ribu kode HS belum tentu ada semua ekspornya kesana kan. Kalau yang kita perjuangkan, exemption ini tuh yang real memang potensi ekspornya ada,” imbuhnya kepada awak media, Kamis, 28 Agustus.

BACA JUGA

Prudential Syariah Perkuat Literasi Keuangan di Aceh

BEI dan KSEI Perluas Transparansi Kepemilikan Saham

“Cuman kalau kelompok-kelompoknya ya itu-itu aja. Cuman banyak, ratusan lah kayaknya,” tambahnya.

Susiwijono menyampaikan bahwa Pemerintah fokus pada produk unggulan yang secara kompetitif hanya dimiliki atau dikuasai Indonesia. Misalnya, karet yang hanya diproduksi oleh sedikit negara sehingga, posisi tawar akan lebih kuat.

Ia menambahkan produk yang diusulkan untuk mendapatkan pengecualian dari tarif 19 persen mencakup komoditas unggulan seperti kopi, kakao, karet, sawit, produk hortikultura, agro lainnya, serta nanas kaleng dan kayu meranti.

Susiwijono menyampaikan Pemerintah juga mendorong nanas kaleng dari Lampung yang menjadi salah satu ekspor terbesar ke AS yang nilai ekspornya bahkan mencapai 100 juta dolar AS.

“Jadi memang produk yang hanya ada di kita, dibutuhkan rakyat Amerika, yang gitu-gitu kita dorong, ke nol semua. (nanas yang raw materialnya?) Enggak, yang kaleng-kaleng. Itu kan ekspor terbesar di dunia itu. (PT Great Giant Pineapple) GGPC yang di lampung,” tuturnya.

Ia menambahkan contoh lain adalah kayu meranti yang secara spesifik diminta oleh pihak AS karena dibutuhkan untuk industri mereka.

“Kebutuhannya tinggi. Jadi dia spesifik minta kayu meranti. Kalau itu yang kita minta harus 0 persen,” tegasnya.

Susiwijono menyampaikan bahwa target Indonesia adalah untuk memperjuangkan tarif 0 persen bagi semua komoditas yang tercantum dalam surat usulan yang telah dikirimkan.

“Kita harus fokus pada produk unggulan yang secara kompetitif hanya dimiliki atau dikuasai Indonesia. Misalnya, karet yang hanya diproduksi oleh sedikit negara. Dengan begitu, posisi tawar kita akan lebih kuat,” imbuhnya.

Susiwijono menegaskan bahwa pemerintah bersikap serius dalam memperjuangkan hal ini, bahkan telah melakukan pertemuan daring malam hari bersama tim Kementerian Luar Negeri menyesuaikan waktu Washington.

Ia menyampaikan Indonesia sedang menjalin komunikasi intensif dengan United States Trade Representative (USTR) terkait tarif resiprokal atas produk ekspor Indonesia ke Amerika Serikat.

“Sudah, kita kirimkan list nya. Surat resmi Pak Airlangga ke USTR sama ke (Commerce Secretary Howard) Lutnick. Ada dua surat,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa saat ini pihaknya bersama Kementerian Luar Negeri sedang menyusun jadwal lanjutan untuk perundingan dan telah memulai diskusi awal secara daring dengan USTR.

“Beberapa hari ini, kemarin malam juga, kita daring. Daring dengan U.S.T.R. Kita dengan Kemlu dulu,” ujarnya.

Menurutnya, perundingan dilakukan secara daring karena USTR masih menyusun jadwal akibat banyaknya permintaan dari negara-negara lain. Meski demikian, komunikasi daring tetap berjalan dengan baik.

“Cuman, kalau sudah mau membahas substansinya, itu yang mereka akan, kan di sana timnya juga ada yang teknisnya yang nanganin ini. Nah, itu yang nanti kita perlu selesaikan jadwalnya. Baru nanti, di September, entah minggu pertama, kedua, kita akan mulai in-person fisik ke sana,” ucapnya.

Tags: Amerika SerikatBebas tarifKomoditasMetapos.id
Previous Post

Aksi Demo DPR Memanas: Pejompongan dan GBK Jadi Titik Ricuh

Next Post

Zulhas Beberkan Penyebab Harga Beras Tembus Rp15.000 per Kg

Related Posts

Prudential Syariah dan OJK menggelar SYAFIF di Aceh pada 9–11 Oktober 2026 untuk memperkuat literasi keuangan syariah dan membuka peluang bagi UMKM.
Ekbis

Prudential Syariah Perkuat Literasi Keuangan di Aceh

13 October 2026
BEI dan KSEI Perluas Transparansi Kepemilikan Saham
Ekbis

BEI dan KSEI Perluas Transparansi Kepemilikan Saham

9 October 2026
GAPKI Gelar IPOC 2026, Perkuat Peran Sawit bagi Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi di Tengah Gejolak Global
Ekbis

GAPKI Gelar IPOC 2026, Perkuat Peran Sawit bagi Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi di Tengah Gejolak Global

9 October 2026
Penjualan kendaraan BBM di Australia turun 36,2 persen pada September 2026, sementara mobil listrik dan plug-in hybrid mencatat pertumbuhan pesat.
Ekbis

Mobil Listrik Makin Laris, Kendaraan BBM Australia Turun

9 October 2026
OJK Ungkap Dugaan Pidana Perbankan di Mandiri Taspen Purwokerto
Ekbis

OJK Ungkap Dugaan Pidana Perbankan di Mandiri Taspen Purwokerto

8 October 2026
Sejumlah miliarder dunia ternyata tidak menyelesaikan pendidikan tinggi, tetapi berhasil membangun bisnis dengan kekayaan hingga ribuan triliun rupiah.
Ekbis

Putus Kuliah, 10 Miliarder Ini Tajir Melintir

8 October 2026
Next Post
Ini Alasan Baju Bekas Impor Menjamur Menurut Mendag Zulhas

Zulhas Beberkan Penyebab Harga Beras Tembus Rp15.000 per Kg

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini