Monday, May 25, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Jiva Svastha Nusantara Dorong Akses Air Bersih untuk Cegah Stunting di Jakarta

Afizahri by Afizahri
23 June 2025
in Ekbis
Jiva Svastha Nusantara Dorong Akses Air Bersih untuk Cegah Stunting di Jakarta

Jakarta, Metapos.id — Yayasan Jiva Svastha Nusantara memulai rangkaian kegiatan penyuluhan dan edukasi di DKI Jakarta sebagai bagian dari komitmen menurunkan angka stunting nasional. Kelurahan Lenteng Agung menjadi lokasi pertama pelaksanaan program ini, dengan dukungan penuh dari pemerintah kelurahan setempat.Inisiatif ini sejalan dengan target pemerintah yang menetapkan prevalensi stunting nasional harus ditekan hingga 14,2% pada 2029 sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

Saat ini, prevalensi stunting di Indonesia masih berada di angka 19,8%. DiLenteng Agung sendiri, 44 balita telah teridentifikasi mengalami stunting.Yayasan Jiva Svastha Nusantara menempatkan isu kualitas air minum sebagai fokus utama dalam pencegahan stunting. Air yang terkontaminasi menjadi salah satu penyebab utama diare pada anak, yang berdampak langsung terhadap penyerapan gizi dan tumbuh kembang anak.“Sekitar enam juta anak di dunia meninggal karena diare, dan 42% kematian bayi di Indonesia disebabkan oleh penyakit yang sama.

BACA JUGA

Bulog Negosiasikan Ekspor 500 Ribu Ton Beras ke Malaysia, Harga Ditawar Rp16.000 per Kg

Perusahaan Hadapi Tantangan Kepatuhan Baru di Era AI dan Transformasi Digital

Masalah ini bukan hanya soal air, melainkan tragedi yang menyangkut hak dasar manusia. Terlebih, 30% kasus stunting di Indonesia berkaitan erat dengan kualitas sanitasi, kebersihan, dan pola pengasuhan anak,” ujar Dr. dr. Lucy Widasari, M.Si, Ketua Kerja Sama Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia dan Direktur Program PT Yapindo.Menurut dr. Lucy, anak-anak yang terpapar air tercemar berisiko tinggi mengalami infeksi saluran pencernaan dan diare kronis yang menyebabkan tubuh kehilangan protein penting.

Akibatnya, meskipun asupan makanan tersedia, tubuh tidak mampu menyerap gizi dengan optimal. Ia menyoroti konsep protein-losing enteropathy, di mana diare menyebabkan protein tubuh terbuang melalui usus yang rusak, memicu siklus malnutrisi berkepanjangan.Kondisi sanitasi yang buruk juga berdampak serius pada ibu hamil.

Lingkungan yang tercemar meningkatkan risiko infeksi seperti hepatitis E yang sangat membahayakan janin dan dapat menyebabkan kelahiran prematur atau berat badan lahir rendah. Ini adalah dua faktor utama penyebab stunting sejak dalam kandungan.Ketua Bidang Hukum dan Advokasi Kebijakan Yayasan Jiva Svastha Nusantara, Surya Putra, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.

Ia mendorong pemerintah tidak hanya fokus pada bantuan langsung,tetapi juga pada upaya perubahan perilaku masyarakat terkait gizi dan sanitasi. Di sisi lain, keterlibatan sektor swasta dan organisasi masyarakat sipil menjadi krusial dalam mendampingi dan mengedukasi masyarakat agar program pemerintah berjalan efektif.

Surya juga menyoroti fakta bahwa mayoritas masyarakat mengandalkan depot air minum isi ulangsebagai sumber air konsumsi harian. Namun, banyak depot masih belum memenuhi standar sanitasiyang layak.“Di Bandung, hasil pengujian menunjukkan bahwa 74% depot air minum isi ulang terkontaminasi bakteriE.coli dan coliform.

Hasil ini menunjukkan bahwa para pelaku usaha depot harus memperbaiki praktik bisnisnya demi melindungi kesehatan publik,” ungkap Surya.Sayangnya, regulasi terkait depot air minum isi ulang saat ini belum cukup kuat untuk memastikan kualitas air yang aman. Meskipun terdapat ketentuan teknis seperti uji laboratorium dan syarat kebersihan depot, implementasinya masih sangat lemah. Tidak adanya sanksi tegas dan ketidakjelasan otoritas penindakan menjadi hambatan utama dalam penegakan aturan.

Ketua Yayasan Jiva Svastha Nusantara, Felicia Annelide, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus memperluas kegiatan edukasi dan penyuluhan. “Kami percaya bahwa air berkualitas adalah hak setiap warga. Kami akan terus mendorong pemerintah untuk memiliki regulasi yang benar-benar melindungi kesehatan masyarakat,” tegasnya.

Dengan kegiatan ini, Yayasan Jiva Svastha Nusantara berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya kualitas air dalam upaya menekan angka stunting, serta mendorong kolaborasi semua pihak untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi generasi masa depan.

Tags: Air minumCegah stuntingJiva svasthaMetapos.id
Previous Post

Jalan Tol Cibitung-Cilincing Jadi Berkah Bagi Warga Sekitar,Namun Tarif Perlu Dievaluasi

Next Post

Pemerintah Pastikan Ekonomi Domestik Tetap Stabil di Tengah Ketidakpastian dan Ketegangan Geopolitik Global

Related Posts

Bulog Negosiasikan Ekspor 500 Ribu Ton Beras ke Malaysia, Harga Ditawar Rp16.000 per Kg
Ekbis

Bulog Negosiasikan Ekspor 500 Ribu Ton Beras ke Malaysia, Harga Ditawar Rp16.000 per Kg

23 May 2026
Perusahaan Hadapi Tantangan Kepatuhan Baru di Era AI dan Transformasi Digital
Ekbis

Perusahaan Hadapi Tantangan Kepatuhan Baru di Era AI dan Transformasi Digital

23 May 2026
Anggota Komisi VII DPR Desak Pemerintah Segera Turunkan Harga BBM Bersubsidi
Ekbis

Pemerintah Berlakukan Mandatori E5 Mulai Juli 2026 di Sejumlah Wilayah

23 May 2026
Kisah Koeswanto Tetap Produktif di Masa Pensiun Bersama Bank Mantap
Ekbis

Kisah Koeswanto Tetap Produktif di Masa Pensiun Bersama Bank Mantap

22 May 2026
Petrokimia Gresik Amankan Pasokan Gas untuk Produksi Pupuk Nasional
Ekbis

BRI Insurance Tebar Promo Spesial di BRI Consumer Expo 2026

22 May 2026
Petrokimia Gresik Amankan Pasokan Gas untuk Produksi Pupuk Nasional
Ekbis

Kinerja Superbank Melonjak, Grab Perkuat Komitmen Jangka Panjang

22 May 2026
Next Post
Ekonom Sebut Ekonomi Indonesia Masih Baik-Baik Saja

Pemerintah Pastikan Ekonomi Domestik Tetap Stabil di Tengah Ketidakpastian dan Ketegangan Geopolitik Global

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini