Sunday, November 1, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Penguatan Ekonomi Domestik Lebih Mendesak Ketimbang Buka Keran Impor Lebih Lebar

Afizahri by Afizahri
17 April 2025
in Ekbis
Ekonom Sebut Ekonomi Indonesia Masih Baik-Baik Saja

Jakarta, Metapos.id – Pengamat Ekonomi dari Universitas Andalas (Unand) Syafruddin Karimi menyampaikan pemerintah terkesan terburu-buru dalam menawarkan konsesi dagang kepada Amerika Serikat (AS) di tengah kondisi ekonomi dalam negeri sedang melemah.

Menurutnya, konsumsi masyarakat saat ini menurun, pemutusan hubungan kerja terus terjadi, dan daya beli kelas menengah semakin terpuruk.

BACA JUGA

BEI Percepat Reformasi Pasar Modal, Perkuat Transparansi demi Pertahankan Status Emerging Market

BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas

“Di tengah situasi ini, membuka pintu impor lebih lebar hanya akan memperlemah industri nasional yang seharusnya dilindungi,” ujarnya, 16 April.

Syafruddin menyampaikan langkah kebijakan yang diambil oleh pemerintah lebih mencerminkan upaya meredakan tekanan dari luar negeri ketimbang memperkuat fondasi ekonomi domestik.

Menurutnya jika arah diplomasi perdagangan seperti ini terus berlanjut, Indonesia berisiko kehilangan daya saing dan semakin bergantung pada kepentingan negara lain.

Untuk mengatasi pelemahan daya beli masyarakat, Syafruddin menyampaikan pemerintah perlu segera mengambil kebijakan yang terarah dan berdampak langsung.

Ia menambahkan hal ini bisa dimulai dengan memperkuat pendapatan riil masyarakat melalui penyesuaian upah dan bantuan sosial, serta menurunkan beban biaya hidup dengan pengendalian harga dan pemberian subsidi strategis.

Selain itu, Syafruddin menyampaikan belanja negara sebaiknya difokuskan pada program padat karya, penguatan UMKM, serta proyek-proyek dengan efek pengganda tinggi, dan pembangunan infrastruktur dasar.

Dalam situasi di mana kepercayaan konsumen menurun, stabilitas politik dan hukum juga harus dijaga agar masyarakat kembali percaya untuk membelanjakan pendapatannya.

“Dalam situasi kepercayaan konsumen yang menurun, pemerintah juga wajib menjaga stabilitas politik dan hukum agar publik kembali yakin untuk membelanjakan pendapatannya,” tegasnya.

Syafruddin menegaskan bahwa pemulihan daya beli bukan sekadar indikator pertumbuhan ekonomi, melainkan merupakan pilar penting bagi stabilitas sosial dan ketahanan nasional dalam menghadapi tekanan global yang semakin kompleks.

Tags: Ekonomi domestikMetapos.idPertumbuhan ekonomi
Previous Post

Menperin: Arab Saudi Tertarik Garap Proyek Hilirisasi MIND ID dan Vale

Next Post

Barito Renewables Energy Dapat Pinjaman Rp2,34 Triliun

Related Posts

Media Gathering Pasar Modal 2026
Ekbis

BEI Percepat Reformasi Pasar Modal, Perkuat Transparansi demi Pertahankan Status Emerging Market

31 October 2026
BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas
Ekbis

BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas

30 October 2026
Cristiano Ronaldo Kini Koleksi 985 Gol Sepanjang Karier
Ekbis

Konser Andrea Bocelli Dinilai Bisa Dongkrak Pariwisata Indonesia

30 October 2026
CIO Danantara Punya Kepemilikan Saham di Supra Sekuritas yang Disanksi
Ekbis

CIO Danantara Punya Kepemilikan Saham di Supra Sekuritas yang Disanksi

29 October 2026
Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026
Ekbis

Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026

29 October 2026
BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP
Ekbis

BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP

28 October 2026
Next Post
Barito Renewables Energy Dapat Pinjaman Rp2,34 Triliun

Barito Renewables Energy Dapat Pinjaman Rp2,34 Triliun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini