Tuesday, October 27, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Menperin Ungkap Penyebab RI Deflasi Lima Bulan Beruntun

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
10 October 2024
in Ekbis
Kemenperin Apresiasi Panasonic Ekspor AC Perdana ke Vietnam

Jakarta, Metapos.id – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita buka suara mengenai deflasi yang terjadi beruntun lima kali sejak Mei hingga September 2024 ini.

Menperin menilai, dari sisi industri deflasi yang terjadi beruntun di Tanah Air dipengaruhi oleh banjirnya barang impor yang masuk ke Indonesia.

BACA JUGA

AstyFarm Tembus 42 Kota, Perluas Lahan Produksi

Konser Ye di Jakarta Dongkrak Ekonomi hingga Rp600 Miliar

Sehingga, suplai barang impor menjadi banyak dan berpengaruh terhadap industri dalam negeri.

“Berkaitan dengan deflasi tadi, kami sepakat bahwa daya belinya berkurang. Sudah daya belinya berkurang, impor barang-barang murahnya semakin tinggi. (Sehingga) banjir pasar, demand tidak ada. Itu deflasi,” ujar Menperin Agus saat ditemui di kantornya, Kamis, 10 Oktober.

Agus tak menampik, bahwa saat ini daya beli masyarakat memang sedang turun. Dengan demikian, permintaan terhadap barang dan jasa pun kurang.

“Daya belinya, kan, berkurang, which i agree. Jadi, permintaan, kan, kurang, ini dalam kacamata manufaktur,” katanya.

Menurutnya, pada saat permintaan terhadap barang dan jasa menurun, namun suplai tetap berjalan. Agus bilang, suplai yang masuk itu merupakan barang-barang impor.

“Demand berkurang, tapi suplainya tidak. Suplai masuk barang-barang impor tadi, ini simple. Dari kacamata manufaktur, itu yang menyebabkan deflasi. Daya belinya berkurang, sementara suplainya berasal dari barang-barang impor tidak berkurang,” tuturnya.

Guna mengatasi hal tersebut, Agus menilai diperlukan kembali revisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 8 Tahun 2024 tentang Kebijakan Impor dan adanya pemindahan pelabuhan masuk atau entry point barang-barang impor ke wilayah timur Indonesia.

“Apa langkah pemerintah? Saya, sih, inginnya ada revisi Permendag 8. Kedua saya konsisten saja, menginginkan agar entry pointnya segera kami geser ke timur untuk mempersulit (masuknya) barang-barang impor,” ungkap Agus.

“Jadi, banjirnya barang-barang itu paling tidak tertunda. (Barang-barang impor) akan masuk ke Jawa, tapi paling tidak tertunda dan akan menaikkan harga atau cost itu. Paling tidak,” imbuhnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, terjadi deflasi pada September 2024 sebesar 0,12 persen secara bulanan atau month to month (mom). Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan Agustus 2024, yakni 0,03 persen.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, deflasi pada September 2024 lebih dalam jika dibandingkan dengan Agustus 2024.

“Terjadi penurunan indeks harga konsumen dari 106,06 pada Agustus 2024 menjadi 105,93 pada September 2024,” ucapnya dalam Konferensi Pers di Jakarta, Selasa, 1 Oktober.

Tags: Agus GumiwangDeflasiMenperinMetapos.id
Previous Post

Peluang Percepatan Transisi Energi untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Hingga 8 Persen

Next Post

Bahlil Kembali Janjikan Kenaikan Tukin Pegawai Kementerian ESDM

Related Posts

AstyFarm mencatat pertumbuhan nilai transaksi 52% di Tokopedia dan TikTok Shop, menjangkau 42 kota, serta memperluas lahan produksi menjadi 12 hektare.
Ekbis

AstyFarm Tembus 42 Kota, Perluas Lahan Produksi

27 October 2026
Belanda Targetkan Penghematan 3,5 Miliar Euro lewat AI
Ekbis

Konser Ye di Jakarta Dongkrak Ekonomi hingga Rp600 Miliar

27 October 2026
BUKA Group kembali menghadirkan PUJAAN Vol. 5 untuk memperkuat literasi keuangan, keamanan digital, dan akses permodalan bagi pelaku UMKM.
Ekbis

Bukalapak Umumkan Pemenang Kompetisi Modal PUJAAN Vol. 5

27 October 2026
Staffinc menghadirkan solusi tenaga kerja berorientasi hasil melalui rekrutmen, pelatihan, supervisi, serta pemanfaatan teknologi dan data untuk mendukung kinerja perusahaan.
Ekbis

Staffinc Siapkan Solusi Tenaga Kerja untuk 2027

27 October 2026
BSI International Expo 2026 Dorong UMKM Lokal Tembus Pasar Global
Ekbis

BSI International Expo 2026 Dorong UMKM Lokal Tembus Pasar Global

27 October 2026
Sengketa Merek Denza, BYD dan Worcas Hadapi Gugatan di Pengadilan
Ekbis

Sengketa Merek Denza, BYD dan Worcas Hadapi Gugatan di Pengadilan

26 October 2026
Next Post
Aspebindo: Bahlil Wajib Maksimalkan Investasi dan Teknologi Hulu Migas

Bahlil Kembali Janjikan Kenaikan Tukin Pegawai Kementerian ESDM

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini