Tuesday, June 23, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Kinerja Manufaktur RI Merosot, Menperin Agus Gumiwang Optimistis Industri Bisa Bangkit

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
13 August 2024
in Tak Berkategori
Kemenperin Apresiasi Panasonic Ekspor AC Perdana ke Vietnam

Jakarta , Metapos.id – Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur Indonesia yang terkontraksi di poin 49,3 pada Juli 2024 menjadi sorotan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, bahwa Jokowi meminta agar kondisi tersebut diwaspadai.

BACA JUGA

Rencana Cetak Uang 250 Dolar Bergambar Trump Tuai Sorotan

Acer Kenalkan Dua Laptop Snapdragon Baru dengan Fitur AI

PMI manufaktur Indonesia tercatat merosot ke level 49,3 poin menjadi fase kontraksi.

Padahal, selama 34 bulan berturut turut sebelumnya PMI Manufaktur Indonesia mampu bertahan di level ekspansi.

“Bapak Presiden Joko Widodo pada Sidang Kabinet pagi ini juga menyatakan bahwa kontraksi PMI manufaktur perlu diwaspadai karena beberapa negara di Asia juga mengalaminya dan komponen yang mengalami penurunan paling banyak adalah dari sisi output,” ujar Agus dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Selasa, 13 Agustus.

Dalam Sidang Kabinet yang diselenggarakan di Ibu Kota Nusantara (IKN) tersebut, Jokowi menyebut bahwa beban impor bahan baku yang tinggi karena fluktuasi rupiah atau serangan produk-produk impor yang masuk ke dalam negara dapat berpengaruh pada melemahnya permintaan domestik.

“Beliau menekankan bahwa penggunaan bahan baku lokal dan juga perlindungan terhadap industri dalam negeri serta harus bisa mencari pasar nontradisional dan potensi pasar baru sebagai tujuan ekspor produk-produk Indonesia,” ucapnya.

Selain itu, kondisi sama juga dialami pada Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Juli 2024 yang turun menjadi 52,4 dari IKI Juni 2024 sebesar 52,5.

Perlambatan nilai IKI pada Juli 2024 dipengaruhi oleh menurunnya nilai variabel pesanan baru dan masih terkontraksinya variabel produksi.

“Ini menunjukkan kepercayaan diri atau tingkat optimisme para pelaku industri yang menurun. Salah satunya karena tidak adanya kepastian hukum yang jelas,” ungkap Agus.

Meski begitu, Agus optimistis kinerja industri manufaktur di Tanah Air masih bisa bangkit kembali kalau didukung dengan kebijakan-kebijakan yang probisnis.

Kebijakan tersebut antara lain ketersediaan bahan baku untuk produksi, keberlanjutan dan peluasan harga gas industri yang kompetitif dan ketegasan terkait substitusi impor.

“Kebijakan itu bisa terlaksana dengan baik kalau koordinasi yang dijalankan juga sesuai aturan. Semua pihak juga konsisten dan transparan untuk benar-benar membela industri dalam negeri,” katanya.

Menurut Agus, industri pengolahan konsisten memberikan kontribusi paling besar terhadap perekonomian nasional, yang tercermin pada capaian triwulan II-2024 sebesar 18,52 persen.

Angka tersebut lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun lalu, yakni sekitar 18,26 persen. Atas kontribusinya, industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi terbesar pada triwulan II, yakni 0,79 persen.

“Untuk triwulan II-2024, pertumbuhan industri pengolahan nonmigas mencapai 4,63 persen (yoy), sedikit turun dari pertumbuhan pada triwulan I-2024 yang sebesar 4,64 persen,” terang Agus.

Agus menilai, pertumbuhan industri pengolahan nonmigas didorong oleh permintaan domestik dan luar negeri.

Contohnya industri makanan dan minuman yang tumbuh 5,53 persen karena didukung peningkatan permintaan domestik untuk produk makanan dan minuman seiring adanya momen Idulfitri dan Iduladha serta panen raya padi yang mendorong dari sisi penyediaan.

Kemudian, industri logam dasar tumbuh 18,07 persen karena didorong oleh peningkatan permintaan luar negeri, seperti produk besi dan baja serta konsumsi baja nasional.

Selain itu, industri kimia, farmasi dan obat tradisional yang tumbuh 8,01 persen sejalan dengan peningkatan permintaan domestik dan luar negeri.

“Di tengah kinerja gemilang dari sektor-sektor tersebut, industri tekstil dan pakaian jadi justru terkontraksi sebesar 0,03 persen (yoy). Ini diakibatkan oleh penurunan produksi tekstil seiring lonjakan produk tekstil impor yang membanjiri pasar domestik,” jelas Agus.

Selanjutnya, industri kulit, barang dari kulit dan alas kaki juga ikut tumbuh melambat, yaitu sebesar 1,93 persen (yoy).

Hal ini disebabkan oleh penurunan produksi alas kaki seiring penutupan beberapa pabrik dampak penurunan permintaan domestik dan luar negeri.

Penurunan terjadi di Provinsi Banten, Jawa Barat dan D.I. Yogyakarta.

Previous Post

Petrokimia Gresik Perdana Mendapatkan Penghargaan Sebagai Perusahaan Yang Mendukung Proklim Dari Klhk

Next Post

Pembangunan Taman Kusuma Bangsa di IKN Rampung, Telan Biaya Rp335,2 Miliar

Related Posts

Pria Berinisial I Ditemukan Tewas di Tol Jagorawi Jakarta Timur
Tak Berkategori

Rencana Cetak Uang 250 Dolar Bergambar Trump Tuai Sorotan

30 May 2026
Pria Berinisial I Ditemukan Tewas di Tol Jagorawi Jakarta Timur
Tak Berkategori

Acer Kenalkan Dua Laptop Snapdragon Baru dengan Fitur AI

30 May 2026
Pengumuman UTBK SNBT 2026 Resmi Dibuka Hari Ini, Berikut Cara Cek Hasilnya
Tak Berkategori

Identitas Dipakai Tanpa Izin, Dewi Perssik Tempuh Jalur Hukum

25 May 2026
Pengumuman UTBK SNBT 2026 Resmi Dibuka Hari Ini, Berikut Cara Cek Hasilnya
Tak Berkategori

Apple Klaim Berhasil Hentikan 2,2 Miliar Transaksi Fraud Sepanjang 2025

25 May 2026
Dominasi Persib Musim 2025/2026 Berlanjut di Penghargaan Individu
Tak Berkategori

Manfaat Olahraga Berdasarkan Waktu, dari Pagi hingga Malam

24 May 2026
Prabowo Serahkan Alutsista Strategis Baru untuk Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Tak Berkategori

Prabowo Serahkan Alutsista Strategis Baru untuk Perkuat Pertahanan Udara Indonesia

18 May 2026
Next Post
Pembangunan Taman Kusuma Bangsa di IKN Rampung, Telan Biaya Rp335,2 Miliar

Pembangunan Taman Kusuma Bangsa di IKN Rampung, Telan Biaya Rp335,2 Miliar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini