Thursday, May 28, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Industri Pengalengan Ikan Tembus Pasar Dunia, Ini Kata Menperin Agus Gumiwang

Afizahri by Afizahri
21 October 2023
in Ekbis
Menperin Agus Gumiwang: Ada Peluang Beri Insentif Mobil Listrik yang Harganya di Bawah Rp800 Juta

Jakarta,Metapos.id – Industri pengalengan ikan di Indonesia termasuk salah satu sektor yang berorientasi ekspor dengan kemampuannya memenuhi kebutuhan pasar luar negeri.

kspor pengalengan ikan berhasil meningkatkan devisa yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

BACA JUGA

Idul Adha 2026, BNI Distribusikan Ribuan Hewan Kurban

Daftar Gaji Pegawai Alfamart Berdasarkan Posisi Jabatan

Oleh karena itu, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengapresiasi CV Pasific Harvest yang mengekspor produknya ke Jerman, Libia, dan negara-negara Afrika lainnya.

“Pengiriman produk pengalengan ikan dari Indonesia ke negara-negara tersebut menunjukkan bahwa produk industri nasional mampu bersaing dan dapat memenuhi persyaratan mutu yang ketat di Eropa dan negara-negara lain, karena untuk bisa tembus ke Jerman saja itu tidak mudah, mereka punya standar yang sangat tinggi. Apalagi, standar di sektor makanan,” kata Menperin Agus dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat, 20 Oktober.

Selama ini, CV Pasific Harvest sendiri telah memproduksi ikan sarden dan tuna dengan kapasitas produksi sebanyak 24.000 ton per tahun, dan persentase ekspornya sebesar 65-80 persen.

“Kami apresiasi juga, karena utilisasi perusahaan sudah 60 persen di tengah kondisi saat ini, dan saya optimistis masih bisa ditingkatkan lagi. Saya menargetkan Indonesia bisa masuk lima negara terbesar di dunia untuk eksportir pengalengan ikan,” ujar Agus.

Agus menilai, dalam hal mendukung ekonomi nasional, CV Pasific Harvest telah melakukan peningkatan produksi serta perluasan jangkauan ekspor dengan mengoptimalkan SDM lokal. Bahkan, perusahaan tersebut menyerap tenaga kerja dari warga di sekitar pabrik sebanyak 5.000 orang.

“Hal ini tentunya bisa membawa angin segar pada sektor industri manufaktur dan berdampak positif bagi peningkatan perekonomian Indonesia,” ucap dia.

Dia pun berharap, kegiatan pelepasan ekspor CV Pasific Harvest dapat menginspirasi lebih banyak pelaku industri manufaktur di Indonesia untuk memiliki kepercayaan diri yang tinggi dalam upaya menjalankan usahanya.

“Hal ini sesuai dengan tekad pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif dengan menerbitkan berbagai program dan kebijakan yang strategis,” tuturnya.

Guna mendukung peningkatan ekspor industri pengalengan ikan, kata Agus, pemerintah telah menggulirkan berbagai kebijakan strategis, baik dari sisi suplai maupun permintaan, di antaranya jaminan ketersediaan bahan baku, peningkatan daya saing dan produktivitas industri, serta perluasan akses pasar dan pengurangan hambatan perdagangan.

Selain itu, lanjut Agus, industri ini juga membutuhkan adanya ketersediaan kaleng. Menurut dia, peluang ini yang perlu diambil oleh industri dalam negeri untuk memproduksi kaleng sesuai spesifikasi ke pasar ekspor, sehingga mutu ikan tetap terjaga.

“Saya yakin, apabila ada bantuan atau fasilitasi dari pemerintah, kinerja ekspor dari perusahaan pengalengan ikan akan bisa meningkat dua kali lipat,” imbuhnya.

Sekadar informasi, saat ini, terdapat sekitar 70 industri pengalengan ikan skala besar dengan total produksi sebesar 308.000 ton pada 2022. Industri pengalengan ikan juga merupakan sektor padat karya yang telah menyerap tenaga kerja hingga 29.500 orang.

Tags: Agus GumiwangMenperinMetapos.idPengalengan ikan
Previous Post

BSI Dorong Kemajuan Industri Fesyen di Indonesia Lewat Jakarta Muslim Fashion Week 2024

Next Post

Investasi Asing Naik 16,2 Persen di Kuartal III-2023

Related Posts

Idul Adha 2026, BNI Distribusikan Ribuan Hewan Kurban
Ekbis

Idul Adha 2026, BNI Distribusikan Ribuan Hewan Kurban

28 May 2026
Rekomendasi Film Bioskop saat Libur Idul Adha 2026
Ekbis

Daftar Gaji Pegawai Alfamart Berdasarkan Posisi Jabatan

27 May 2026
Bulog Negosiasikan Ekspor 500 Ribu Ton Beras ke Malaysia, Harga Ditawar Rp16.000 per Kg
Ekbis

Bulog Negosiasikan Ekspor 500 Ribu Ton Beras ke Malaysia, Harga Ditawar Rp16.000 per Kg

23 May 2026
Perusahaan Hadapi Tantangan Kepatuhan Baru di Era AI dan Transformasi Digital
Ekbis

Perusahaan Hadapi Tantangan Kepatuhan Baru di Era AI dan Transformasi Digital

23 May 2026
Anggota Komisi VII DPR Desak Pemerintah Segera Turunkan Harga BBM Bersubsidi
Ekbis

Pemerintah Berlakukan Mandatori E5 Mulai Juli 2026 di Sejumlah Wilayah

23 May 2026
Kisah Koeswanto Tetap Produktif di Masa Pensiun Bersama Bank Mantap
Ekbis

Kisah Koeswanto Tetap Produktif di Masa Pensiun Bersama Bank Mantap

22 May 2026
Next Post
Investasi Asing Naik 16,2 Persen di Kuartal III-2023

Investasi Asing Naik 16,2 Persen di Kuartal III-2023

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini