Thursday, October 15, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Industri Pengalengan Ikan Tembus Pasar Dunia, Ini Kata Menperin Agus Gumiwang

Afizahri by Afizahri
21 October 2023
in Ekbis
Menperin Agus Gumiwang: Ada Peluang Beri Insentif Mobil Listrik yang Harganya di Bawah Rp800 Juta

Jakarta,Metapos.id – Industri pengalengan ikan di Indonesia termasuk salah satu sektor yang berorientasi ekspor dengan kemampuannya memenuhi kebutuhan pasar luar negeri.

kspor pengalengan ikan berhasil meningkatkan devisa yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

BACA JUGA

BEI Perkuat Literasi dan Ketahanan Investor Pasar Modal

PEFINDO Catat 244 Publikasi Pemeringkatan hingga September 2026

Oleh karena itu, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengapresiasi CV Pasific Harvest yang mengekspor produknya ke Jerman, Libia, dan negara-negara Afrika lainnya.

“Pengiriman produk pengalengan ikan dari Indonesia ke negara-negara tersebut menunjukkan bahwa produk industri nasional mampu bersaing dan dapat memenuhi persyaratan mutu yang ketat di Eropa dan negara-negara lain, karena untuk bisa tembus ke Jerman saja itu tidak mudah, mereka punya standar yang sangat tinggi. Apalagi, standar di sektor makanan,” kata Menperin Agus dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat, 20 Oktober.

Selama ini, CV Pasific Harvest sendiri telah memproduksi ikan sarden dan tuna dengan kapasitas produksi sebanyak 24.000 ton per tahun, dan persentase ekspornya sebesar 65-80 persen.

“Kami apresiasi juga, karena utilisasi perusahaan sudah 60 persen di tengah kondisi saat ini, dan saya optimistis masih bisa ditingkatkan lagi. Saya menargetkan Indonesia bisa masuk lima negara terbesar di dunia untuk eksportir pengalengan ikan,” ujar Agus.

Agus menilai, dalam hal mendukung ekonomi nasional, CV Pasific Harvest telah melakukan peningkatan produksi serta perluasan jangkauan ekspor dengan mengoptimalkan SDM lokal. Bahkan, perusahaan tersebut menyerap tenaga kerja dari warga di sekitar pabrik sebanyak 5.000 orang.

“Hal ini tentunya bisa membawa angin segar pada sektor industri manufaktur dan berdampak positif bagi peningkatan perekonomian Indonesia,” ucap dia.

Dia pun berharap, kegiatan pelepasan ekspor CV Pasific Harvest dapat menginspirasi lebih banyak pelaku industri manufaktur di Indonesia untuk memiliki kepercayaan diri yang tinggi dalam upaya menjalankan usahanya.

“Hal ini sesuai dengan tekad pemerintah dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif dengan menerbitkan berbagai program dan kebijakan yang strategis,” tuturnya.

Guna mendukung peningkatan ekspor industri pengalengan ikan, kata Agus, pemerintah telah menggulirkan berbagai kebijakan strategis, baik dari sisi suplai maupun permintaan, di antaranya jaminan ketersediaan bahan baku, peningkatan daya saing dan produktivitas industri, serta perluasan akses pasar dan pengurangan hambatan perdagangan.

Selain itu, lanjut Agus, industri ini juga membutuhkan adanya ketersediaan kaleng. Menurut dia, peluang ini yang perlu diambil oleh industri dalam negeri untuk memproduksi kaleng sesuai spesifikasi ke pasar ekspor, sehingga mutu ikan tetap terjaga.

“Saya yakin, apabila ada bantuan atau fasilitasi dari pemerintah, kinerja ekspor dari perusahaan pengalengan ikan akan bisa meningkat dua kali lipat,” imbuhnya.

Sekadar informasi, saat ini, terdapat sekitar 70 industri pengalengan ikan skala besar dengan total produksi sebesar 308.000 ton pada 2022. Industri pengalengan ikan juga merupakan sektor padat karya yang telah menyerap tenaga kerja hingga 29.500 orang.

Tags: Agus GumiwangMenperinMetapos.idPengalengan ikan
Previous Post

BSI Dorong Kemajuan Industri Fesyen di Indonesia Lewat Jakarta Muslim Fashion Week 2024

Next Post

Investasi Asing Naik 16,2 Persen di Kuartal III-2023

Related Posts

BEI Perkuat Literasi dan Ketahanan Investor Pasar Modal
Ekbis

BEI Perkuat Literasi dan Ketahanan Investor Pasar Modal

14 October 2026
PEFINDO Catat 244 Publikasi Pemeringkatan hingga September 2026
Ekbis

PEFINDO Catat 244 Publikasi Pemeringkatan hingga September 2026

14 October 2026
Prudential Syariah dan OJK menggelar SYAFIF di Aceh pada 9–11 Oktober 2026 untuk memperkuat literasi keuangan syariah dan membuka peluang bagi UMKM.
Ekbis

Prudential Syariah Perkuat Literasi Keuangan di Aceh

13 October 2026
BEI dan KSEI Perluas Transparansi Kepemilikan Saham
Ekbis

BEI dan KSEI Perluas Transparansi Kepemilikan Saham

9 October 2026
GAPKI Gelar IPOC 2026, Perkuat Peran Sawit bagi Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi di Tengah Gejolak Global
Ekbis

GAPKI Gelar IPOC 2026, Perkuat Peran Sawit bagi Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi di Tengah Gejolak Global

9 October 2026
Penjualan kendaraan BBM di Australia turun 36,2 persen pada September 2026, sementara mobil listrik dan plug-in hybrid mencatat pertumbuhan pesat.
Ekbis

Mobil Listrik Makin Laris, Kendaraan BBM Australia Turun

9 October 2026
Next Post
Investasi Asing Naik 16,2 Persen di Kuartal III-2023

Investasi Asing Naik 16,2 Persen di Kuartal III-2023

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini