Metapos.id, Jakarta – PT Kereta Api Indonesia (Persero) melaksanakan pengecekan lintasan melalui Kereta Api Inspeksi (KAIS) di jalur utara Pulau Jawa sebagai bagian dari tahapan persiapan Angkutan Lebaran 2026. Kegiatan ini menjadi pembuka dari rangkaian inspeksi selama tiga hari yang melibatkan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), serta Balai Teknik Perkeretaapian (BTP).
Langkah tersebut menjadi fondasi penguatan kesiapan operasional KAI dalam menyongsong masa Angkutan Lebaran yang dijadwalkan berlangsung pada 11 Maret hingga 1 April 2026, dengan Posko Angkutan beroperasi pada 14–29 Maret 2026.
Manajemen KAI memprediksi lonjakan arus mudik akan mencapai titik tertinggi pada 18 Maret 2026, bertepatan dengan cuti bersama Hari Raya Nyepi. Adapun puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24 Maret 2026, seiring berakhirnya masa cuti bersama Idulfitri.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa kegiatan KAIS merupakan bagian dari strategi pengendalian risiko guna memastikan kesiapan sarana, prasarana, sumber daya manusia, serta sistem pengamanan dalam menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat.
Ia menjelaskan, operasional Angkutan Lebaran memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi sehingga membutuhkan persiapan menyeluruh yang berbasis kondisi riil di lapangan, bukan semata perencanaan administratif.
Pada hari pertama, inspeksi dilakukan di lintas Gambir – Cikampek – Cirebon – Tegal – Semarang Tawang, yang meliputi pemeriksaan infrastruktur, kesiapan layanan operasi, serta pembinaan terhadap jajaran Daop 1 Jakarta, Daop 3 Cirebon, dan Daop 4 Semarang.
Secara menyeluruh, lintasan KAIS jalur utara mencakup koridor strategis Gambir – Cirebon – Semarang – Surabaya Pasar Turi – Jember – Ketapang, yang selama ini menjadi tulang punggung pergerakan perjalanan jarak jauh masyarakat pada musim mudik.
Di luar aspek teknis, KAI juga memperkuat sistem keselamatan dan pengamanan dengan menetapkan 179 titik Daerah Pemantauan Khusus (DAPSUS) serta mengidentifikasi 217 lokasi rawan gangguan keamanan dan ketertiban di seluruh jaringan operasional.
Pengamanan didukung sekitar 8.900 personel internal dan ±1.000 personel eksternal dari unsur TNI/Polri, serta pemanfaatan teknologi CCTV analitik, patroli jalur, dan penggunaan drone di titik-titik strategis.
Sementara itu, hingga 10 Februari 2026 pukul 07.00 WIB, penjualan tiket kereta api Lebaran 2026 telah mencapai 848.188 tiket untuk periode keberangkatan 11–27 Maret 2026. Angka tersebut mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap moda transportasi kereta api selama musim mudik.












