Metapos.id, Jakarta – Memasuki hari ketujuh arus mudik Lebaran, tercatat 141 kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi dalam rentang waktu Rabu (18/3/2026) malam hingga Kamis (19/3/2026) pagi.
Akibat kejadian tersebut, 21 orang meninggal dunia, sementara 42 orang mengalami luka berat dan 188 lainnya luka ringan.
Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Kombes Jansen Avitus Panjaitan, menyampaikan bahwa insiden tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga menyebabkan kerugian materi yang ditaksir mencapai Rp 595 juta.
Pihak kepolisian terus mengingatkan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik agar mengedepankan aspek keselamatan. Pengendara diminta menjaga kondisi tubuh tetap bugar, memastikan kendaraan dalam kondisi baik, serta tidak melanjutkan perjalanan jika merasa lelah.
Selain itu, pemudik dianjurkan untuk memanfaatkan rest area guna beristirahat, sekaligus tetap mematuhi peraturan lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan demi menjaga keamanan bersama.
Di sisi lain, arus kendaraan yang keluar dari Jakarta menunjukkan peningkatan yang cukup tajam. Lebih dari 181 ribu kendaraan tercatat meninggalkan ibu kota melalui empat gerbang tol utama, atau naik sekitar 78 persen dibandingkan hari biasa.
Sebaliknya, volume kendaraan yang masuk ke Jakarta mengalami penurunan. Meski sempat terjadi kepadatan di beberapa lokasi seperti Tol Jakarta-Cikampek dan Pelabuhan Gilimanuk, kondisi lalu lintas kini berangsur normal dan tetap terkendali.
Sementara itu, aktivitas perjalanan menggunakan transportasi umum juga terpantau tinggi. Baik moda penyeberangan, kereta api, maupun penerbangan mencatat lonjakan penumpang yang mencapai ratusan ribu hingga jutaan orang sepanjang periode mudik ini.














