Metapos.id, Jakarta – Posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tercatat meningkat pada triwulan IV-2025 menjadi USD431,7 miliar. Kenaikan ini terutama dipengaruhi oleh masuknya aliran modal asing ke Surat Berharga Negara (SBN) internasional, di tengah masih terjaganya kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi nasional meskipun pasar keuangan global diliputi ketidakpastian.
Pemerintah menegaskan bahwa ULN tetap menjadi salah satu instrumen pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang dikelola secara hati-hati, terukur, dan akuntabel. Pemanfaatannya difokuskan untuk mendukung program prioritas nasional sekaligus menjaga kesinambungan fiskal.
Di sisi lain, ULN swasta menunjukkan tren penurunan. Pada triwulan IV-2025, posisi ULN swasta tercatat USD192,8 miliar, lebih rendah dibandingkan triwulan III-2025 sebesar USD194,5 miliar. Penurunan tersebut terutama bersumber dari berkurangnya utang perusahaan nonkeuangan.
Berdasarkan sektor, ULN swasta paling besar berasal dari industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta sektor pertambangan dan penggalian. Keempat sektor tersebut menyumbang sekitar 79,9% dari total ULN swasta. Selain itu, struktur utang swasta masih didominasi oleh utang jangka panjang dengan porsi 76,3%.
Secara keseluruhan, struktur ULN Indonesia dinilai tetap terjaga. Rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) berada di level 29,9% pada triwulan IV-2025. Komposisi ULN juga masih didominasi utang jangka panjang yang mencapai 85,7% dari total keseluruhan, mencerminkan profil risiko yang relatif terkendali.












