Metapos.id, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) mengonfirmasi bahwa insiden gangguan kesehatan yang dialami ratusan siswa SMAN 2 Kudus dipicu oleh cemaran bakteri Escherichia coli (E. coli) pada kuah soto dan sambal dalam menu Program Makan Bergizi (MBG).
Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menyampaikan bahwa hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah membuktikan adanya bakteri E. coli pada dua jenis makanan tersebut.
Menurut Nanik, temuan ini menjadi bahan evaluasi penting bagi BGN dalam memperkuat sistem pengawasan mutu dan keamanan pangan bagi para penerima manfaat MBG. Di saat yang sama, proses investigasi juga dilakukan untuk menelusuri tahapan pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan.
Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwosari, sebagai pihak pengolah dan penyalur makanan, belum sepenuhnya memenuhi standar kelayakan fasilitas, sanitasi lingkungan, serta prinsip higiene pangan sesuai regulasi yang ditetapkan.
BGN menilai peristiwa ini sebagai peringatan serius bagi seluruh pelaksana program MBG di berbagai daerah. Aspek kebersihan dapur, prosedur pengolahan makanan, dan sistem keamanan pangan ditegaskan sebagai hal yang bersifat mutlak dan tidak bisa dikompromikan.
Sebagai langkah korektif, BGN menyatakan akan meningkatkan intensitas pengawasan, memperkuat pembinaan teknis, serta mempertegas penerapan standar operasional prosedur (SOP) pada seluruh dapur penyedia MBG. Upaya ini bertujuan memastikan pelaksanaan program berlangsung aman, berkualitas, dan memberikan manfaat optimal bagi peserta didik.
Sebelumnya, Kepala BGN Dadan Hindayana telah menyampaikan permohonan maaf kepada para siswa dan keluarga atas insiden keracunan yang terjadi pada akhir Januari 2026. Ia menegaskan bahwa investigasi dan analisis telah dilakukan terhadap sejumlah SPPG yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Data Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus per 29 Januari 2026 mencatat sedikitnya 118 siswa harus mendapatkan perawatan di rumah sakit akibat kondisi kesehatan yang cukup serius setelah mengonsumsi menu MBG.
BGN menegaskan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi dan pembenahan secara berkelanjutan agar program MBG tetap berjalan sesuai tujuan, aman bagi peserta didik, serta memenuhi standar kualitas dan keamanan pangan nasional.












