Monday, November 2, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Temui Menhub Dudy, AHY Minta Biaya Logistik Harus Ditekan

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
31 October 2024
in Ekbis
Temui Menhub Dudy, AHY Minta Biaya Logistik Harus Ditekan

Jakarta, Metapos.id – Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyambangi Kantor Kementerian Perhubungan untuk bertemu Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Keduanya menbahas penurunan biaya logistik.

AHY mengatakan biaya logistik masih menjadi tantangan bagi pelaku usaha saat ini. Bahkan, dia bilang mahalnya biaya logistik ini berpengaruh besar terhadap harga jual produk di tingkat konsumen.

BACA JUGA

Bukan Sekadar Spin-Off, Sunlife Syariah Resmi Diluncurkan untuk Hadirkan Perlindungan yang Amanah bagi Masyarakat Indonesia

BEI Percepat Reformasi Pasar Modal, Perkuat Transparansi demi Pertahankan Status Emerging Market

“Cost of logistics ini juga sering menjadi tantangan, kita tidak ingin biaya pembangunan itu besar sekali kontribusi, besar sekali yang menjadi beban transportasinya, kita harus kurangi,” katanya saat konferensi pers, di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu, 30 Oktober.

Menurut AHY, biaya logistik memang menjadi isu utama yang menghambat pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, dia mengaku ingin menekan persentase biaya logistik agar manfaat ekonomi bisa lebih dirasakan masyarakat.

“Sehingga prosentase antara biaya logistik atau transportasi logistik tadi bisa ditekan lebih baik, sehingga keuntungan atau manfaat ekonominya bisa lebih besar dirasakan oleh masyarakat dan daerah,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Ekonom Senior Piter Abdullah mengatakan bahwa Ketidakseimbangan antara supply dan demand logistik menjadi penyebabnya biaya logistik di Indonesia. Saat ini terjadi ketidakseimbangan supply dan demand terjadi antara Pulau Jawa dan Luar Jawa.

Pieter mengatakan pengiriman barang dari Jawa saat ini memang sudah murah, tetapi ketika kembali dari Luar Jawa, harganya menjadi mahal karena muatan kosong.

Dengan demikian, sambung Pieter, sebagus apapun sistem logistik yang dibangun dengan tujuan efisiensi, masih belum memenuhi tujuan awal Presiden Joko Widodo (Jokowi) menurunkan biaya logistik.

“Itulah yang menyebabkan logistik kita pengirimannya menjadi mahal,” tuturnya dalam acara Penguatan BUMN Menuju Indonesia Emas bertajuk Smart Supply Chain: Digitalisasi Sistem Logistik Indonesia, di Sarinah, Jakarta, Rabu, 2 Oktober.

Pieter mengatakan tol laut yang terus digaungkan oleh Jokowi juga tak terlalu berdampak pada penurunan biaya logistik karena ada permasalahan ketidakseimbangan supply dan demand.

Di sisi lain, Pieter mengakui pemerintah era Presiden Jokowi memang cukup berhasil dalam hal pembangunan infrastruktur dan konektivitas untuk mendukung sektor logistik nasional.

Namun, sambung Pieter, kedua hal itu belum cukup menekan biaya logistik di dalam negeri karena adanya ketidakseimbangan antara supply dan demand.

Mengacu pada data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta Badan Pusat Statistik (BPS) yang dipublikasikan Kementerian Perhubungan, biaya logistik di Indonesia sepanjang tahun 2023 lalu masih berada di level 14,29 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

“Secara mikro, baik di PT Pos Indonesia, maupun PT Pelindo, termasuk juga logistik udara itu sedang reform yang luar biasa. Tapi yang saya sebutkan tadi pada ujungnya tujuan akhir kita menurunkan biaya logistik yang bisa memperbaiki daya saing, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menciptakan kesejahteraan, itu yang belum terjadi,” ucapnya.

Tags: AhyMenhubMenteri koordinator infrastrukturMetapos.id
Previous Post

Menhub Targetkan Harga Tiket Pesawat Turun sebelum Natal dan Tahun Baru

Next Post

Airlangga Ungkap Pertumbuhan Ekonomi 8 persen Bukan Hal Mustahil

Related Posts

Bukan Sekadar Spin-Off, Sunlife Syariah Resmi Diluncurkan untuk Hadirkan Perlindungan yang Amanah bagi Masyarakat Indonesia
Ekbis

Bukan Sekadar Spin-Off, Sunlife Syariah Resmi Diluncurkan untuk Hadirkan Perlindungan yang Amanah bagi Masyarakat Indonesia

1 November 2026
Media Gathering Pasar Modal 2026
Ekbis

BEI Percepat Reformasi Pasar Modal, Perkuat Transparansi demi Pertahankan Status Emerging Market

31 October 2026
BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas
Ekbis

BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas

30 October 2026
Cristiano Ronaldo Kini Koleksi 985 Gol Sepanjang Karier
Ekbis

Konser Andrea Bocelli Dinilai Bisa Dongkrak Pariwisata Indonesia

30 October 2026
CIO Danantara Punya Kepemilikan Saham di Supra Sekuritas yang Disanksi
Ekbis

CIO Danantara Punya Kepemilikan Saham di Supra Sekuritas yang Disanksi

29 October 2026
Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026
Ekbis

Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026

29 October 2026
Next Post
Jerman Tertarik Investasi Sektor Infrastruktur dan Energi

Airlangga Ungkap Pertumbuhan Ekonomi 8 persen Bukan Hal Mustahil

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini