Saturday, October 3, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Temui Menhub Dudy, AHY Minta Biaya Logistik Harus Ditekan

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
31 October 2024
in Ekbis
Temui Menhub Dudy, AHY Minta Biaya Logistik Harus Ditekan

Jakarta, Metapos.id – Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyambangi Kantor Kementerian Perhubungan untuk bertemu Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi. Keduanya menbahas penurunan biaya logistik.

AHY mengatakan biaya logistik masih menjadi tantangan bagi pelaku usaha saat ini. Bahkan, dia bilang mahalnya biaya logistik ini berpengaruh besar terhadap harga jual produk di tingkat konsumen.

BACA JUGA

Penjualan Merosot, Presiden Direktur Bata Ajukan Pengunduran Diri

Halal Indo 2026 Tarik 28.707 Pengunjung

“Cost of logistics ini juga sering menjadi tantangan, kita tidak ingin biaya pembangunan itu besar sekali kontribusi, besar sekali yang menjadi beban transportasinya, kita harus kurangi,” katanya saat konferensi pers, di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu, 30 Oktober.

Menurut AHY, biaya logistik memang menjadi isu utama yang menghambat pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu, dia mengaku ingin menekan persentase biaya logistik agar manfaat ekonomi bisa lebih dirasakan masyarakat.

“Sehingga prosentase antara biaya logistik atau transportasi logistik tadi bisa ditekan lebih baik, sehingga keuntungan atau manfaat ekonominya bisa lebih besar dirasakan oleh masyarakat dan daerah,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Ekonom Senior Piter Abdullah mengatakan bahwa Ketidakseimbangan antara supply dan demand logistik menjadi penyebabnya biaya logistik di Indonesia. Saat ini terjadi ketidakseimbangan supply dan demand terjadi antara Pulau Jawa dan Luar Jawa.

Pieter mengatakan pengiriman barang dari Jawa saat ini memang sudah murah, tetapi ketika kembali dari Luar Jawa, harganya menjadi mahal karena muatan kosong.

Dengan demikian, sambung Pieter, sebagus apapun sistem logistik yang dibangun dengan tujuan efisiensi, masih belum memenuhi tujuan awal Presiden Joko Widodo (Jokowi) menurunkan biaya logistik.

“Itulah yang menyebabkan logistik kita pengirimannya menjadi mahal,” tuturnya dalam acara Penguatan BUMN Menuju Indonesia Emas bertajuk Smart Supply Chain: Digitalisasi Sistem Logistik Indonesia, di Sarinah, Jakarta, Rabu, 2 Oktober.

Pieter mengatakan tol laut yang terus digaungkan oleh Jokowi juga tak terlalu berdampak pada penurunan biaya logistik karena ada permasalahan ketidakseimbangan supply dan demand.

Di sisi lain, Pieter mengakui pemerintah era Presiden Jokowi memang cukup berhasil dalam hal pembangunan infrastruktur dan konektivitas untuk mendukung sektor logistik nasional.

Namun, sambung Pieter, kedua hal itu belum cukup menekan biaya logistik di dalam negeri karena adanya ketidakseimbangan antara supply dan demand.

Mengacu pada data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta Badan Pusat Statistik (BPS) yang dipublikasikan Kementerian Perhubungan, biaya logistik di Indonesia sepanjang tahun 2023 lalu masih berada di level 14,29 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

“Secara mikro, baik di PT Pos Indonesia, maupun PT Pelindo, termasuk juga logistik udara itu sedang reform yang luar biasa. Tapi yang saya sebutkan tadi pada ujungnya tujuan akhir kita menurunkan biaya logistik yang bisa memperbaiki daya saing, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan menciptakan kesejahteraan, itu yang belum terjadi,” ucapnya.

Tags: AhyMenhubMenteri koordinator infrastrukturMetapos.id
Previous Post

Menhub Targetkan Harga Tiket Pesawat Turun sebelum Natal dan Tahun Baru

Next Post

Airlangga Ungkap Pertumbuhan Ekonomi 8 persen Bukan Hal Mustahil

Related Posts

PT Sepatu Bata Tbk (BATA)
Ekbis

Penjualan Merosot, Presiden Direktur Bata Ajukan Pengunduran Diri

2 October 2026
Halal Indo 2026 mencatat 28.707 pengunjung dan transaksi Rp8,4 miliar sekaligus memperkuat ekosistem industri halal Indonesia menuju pasar global.
Ekbis

Halal Indo 2026 Tarik 28.707 Pengunjung

1 October 2026
Superbank mendukung pengadaan 200 kendaraan listrik GrabCar Plus Electric melalui fasilitas pembiayaan untuk memperkuat ekosistem mobilitas berkelanjutan.
Ekbis

Superbank Dukung Ekspansi GrabCar Electric

1 October 2026
Prudential Syariah meraih tiga penghargaan dalam Prominent Awards 2026 untuk perlindungan kesehatan, transformasi asuransi, dan literasi syariah.
Ekbis

Prudential Syariah Borong Tiga Penghargaan

30 September 2026
Kementerian ESDM menegaskan harga Pertalite tidak naik hingga akhir 2026 dan membantah informasi kenaikan yang beredar di media sosial.
Ekbis

Pemerintah Tegaskan Pertalite Tak Naik 2026

25 September 2026
Industri Furnitur Terhubung dalam Satu Platform di Jakarta
Ekbis

Industri Furnitur Terhubung dalam Satu Platform di Jakarta

24 September 2026
Next Post
Jerman Tertarik Investasi Sektor Infrastruktur dan Energi

Airlangga Ungkap Pertumbuhan Ekonomi 8 persen Bukan Hal Mustahil

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini