Metapos.id, Jakarta – Pemerintah melalui Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak banjir di tiga provinsi di Pulau Sumatera. Program ini menargetkan 17.969 unit rumah permanen untuk mendukung pemulihan masyarakat pascabencana.
Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, menyampaikan bahwa hingga 26 Februari 2026, sebanyak 401 unit huntap telah rampung dibangun, sementara sisanya masih dalam tahap awal pengerjaan.
Di Aceh, pemerintah menargetkan pembangunan 9.430 unit, dengan 104 unit yang kini sedang dibangun. Di Sumatera Utara, dari total 4.493 unit, sebanyak 524 unit telah masuk proses konstruksi, meningkat dibanding pekan sebelumnya. Sedangkan di Sumatera Barat, dari rencana 4.046 unit, 817 unit sudah dalam tahap pembangunan.
Tito menekankan bahwa pembangunan hunian permanen memerlukan tahapan yang lebih rumit dibanding hunian sementara. Proses ini mencakup persiapan lahan, perencanaan teknis, hingga pembangunan infrastruktur permanen yang memenuhi standar bangunan tahan bencana.
Ia menambahkan, progres saat ini menunjukkan bahwa pembangunan huntap masih berada pada fase awal, karena sebelumnya Satgas PRR memprioritaskan hunian sementara sebagai langkah darurat bagi para korban banjir.
Pembangunan huntap dilakukan melalui kerja sama lintas sektor, melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Polri, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Yayasan Buddha Tzu Chi, Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Danantara, serta Kamar Dagang dan Industri (Kadin).
Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat terdampak bencana, sekaligus memastikan hunian yang dibangun layak, aman, dan berkelanjutan.













