Metapos.id, Jakarta — Pemerintah Korea Utara melontarkan kecaman keras terhadap serangan militer yang menargetkan Iran dan dilakukan oleh Amerika Serikat bersama Israel. Pyongyang menilai aksi tersebut sebagai bentuk agresi sepihak yang melanggar kedaulatan negara serta bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar hukum internasional.
Berdasarkan laporan Al Jazeera, sikap tegas itu disampaikan melalui pernyataan resmi Kantor Berita Pusat Korea (KCNA). Pemerintah Korea Utara menilai serangan tersebut tidak hanya mengancam keamanan Iran, tetapi juga merusak tatanan stabilitas global serta meningkatkan ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara menegaskan bahwa keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik tersebut bukanlah hal yang mengejutkan.
Menurutnya, hal itu sejalan dengan pola kebijakan luar negeri Washington yang selama ini dinilai bersifat hegemonik, dominatif, dan mengandalkan kekuatan militer sebagai instrumen utama politik luar negeri. Ia bahkan menyebut tindakan tersebut sebagai cerminan perilaku “seperti gangster” dalam percaturan politik internasional.
Lebih lanjut, Pyongyang menyatakan bahwa serangan gabungan AS dan Israel tidak memiliki legitimasi dalam kondisi apa pun. Aksi tersebut dinilai berpotensi memperluas eskalasi konflik, memperdalam ketegangan antarnegara, serta membuka peluang terjadinya instabilitas regional yang berkepanjangan dan berdampak luas terhadap keamanan global.












