Metapos.id, Jakarta – Kepanikan melanda warga Israel setelah serangan rudal Iran menghantam wilayah Tel Aviv pada Minggu (1/3/2026) dini hari waktu setempat. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan dan memicu kepanikan massal di tengah kota.
Rekaman yang beredar luas di media sosial memperlihatkan warga berlarian dan saling berebut masuk ke bunker perlindungan untuk menyelamatkan diri. Situasi semakin kacau ketika terlihat aksi saling dorong antarwarga, bahkan seorang pria terekam menarik orang lain agar dapat lebih dulu masuk ke dalam bunker. Suasana mencekam terdengar dari teriakan panik yang menggema dalam video tersebut.
Kepanikan tidak hanya terjadi di kalangan warga sipil. Sejumlah tentara Israel (IDF) juga terlihat berlarian menyelamatkan diri akibat serangan rudal yang menghantam wilayah tersebut.
Di sisi lain, situasi berbeda tampak di Gaza. Sebagian warga justru terlihat menyambut serangan tersebut dengan sorak sorai saat rudal-rudal Iran melintas di langit menuju wilayah Israel. Peristiwa itu terjadi bertepatan dengan waktu sahur pada dini hari.
Sebelumnya, pada Sabtu (28/2/2026), serangan militer Israel ke wilayah Iran memicu tragedi kemanusiaan. Sebuah sekolah dasar putri di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan, dilaporkan terkena serangan rudal saat aktivitas belajar mengajar sedang berlangsung.
Media pemerintah Iran melaporkan sedikitnya 40 orang tewas, sementara 45 orang lainnya mengalami luka-luka. Hingga saat ini, proses evakuasi dan pencarian korban masih terus dilakukan, dengan kemungkinan jumlah korban bertambah seiring pendataan di lokasi reruntuhan bangunan.
Serangan tersebut merupakan bagian dari rangkaian operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah wilayah di Iran.












