Wednesday, October 28, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Satgas ESC – B20, Lahirkan Kawasan Industri Hijau Pertama di Asia Tenggara

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
12 November 2022
in Ekbis
Satgas ESC – B20, Lahirkan Kawasan Industri Hijau Pertama di Asia Tenggara

JAKARTA,Metapos.id – Task Force Energy, Sustainability and Climate Business 20 (TF ESC-B20) berhasil melahirkan Kawasan Industri Hijau pertama di Asia Tenggara. Lahirnya kawasan industri hijau menunjukkan dekarbonisasi industri menjadi sangat penting, baik untuk industri yang berdiri sendiri terlebih bagi klaster industri.

Chair of Task Force Energy, Sustainability and Climate Business 20 (TF ESC-B20) Nicke Widyawati mengatakan, bagi Indonesia mendukung dekarbonisasi industri akan mempercepat emisi nol bersih yang ditargetkan tahun 2060 atau lebih cepat.

BACA JUGA

BEI Perkuat Fondasi Demutualisasi, Bidik 10 Besar Bursa Dunia

AstyFarm Tembus 42 Kota, Perluas Lahan Produksi

Mendukung pengembangan klaster industri hijau, juga akan menarik lebih banyak investasi asing yang akan datang sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi nasional serta menciptakan lapangan kerja.

“Dekarbonisasi Klaster Industri memungkinkan kami untuk menerapkan pendekatan terintegrasi untuk transisi menuju nol bersih,” ujar Nicke Widyawati, Chair TF ESC-B20 yang juga Direktur Utama Pertamina, di Bali, Jumat, 11 November 2022.

Menurut Nicke, salah satu pilar penting dari dekarbonisasi adalah efisiensi energi dan sirkularitas, dengan menggunakan teknologi yang sedang berkembang seperti modernisasi alat dan komponen hemat energi, serta adopsi sistem flaring recovery. Inisiatif dekarbonisasi industri lainnya adalah penerapan teknologi Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS) dan implementasi Nature Based Solutions (NBS).

“Indonesia memiliki 400 miliar ton potensi penyimpanan CO2 di reservoir kami untuk CCUS. Kami juga memiliki potensi NBS global terbesar ke-2 di dunia,” imbuh Nicke.

Nicke menambahkan, penggunaan energi di industri adalah yang tertinggi dibandingkan dengan penggunaan energi di gedung dan sektor transportasi. Oleh karena itu, salah satu rekomendasi TF ESC-B20 adalah meningkatkan kerja sama global dalam mempercepat transisi ke energi berkelanjutan yang digunakan dengan mengurangi intensitas karbon di berbagai jalur serta dekarbonisasi industri.

Untuk itu, kata Nicke, efisiensi energi merupakan salah satu pilar penting dekarbonisasi yang akan berkontribusi untuk target Net Zero Emission. Secara global, efisiensi energi meningkat sekitar 13% (2000 – 2017) dan akan menjadi 12% lebih tinggi bila tidak dihentikan.

“Selama 10 tahun terakhir, konsumsi energi tumbuh pesat sebesar 47%. Menurut perkiraan terbaru, pengurangan CO2 rata-rata tahunan perlu meningkat lima kali lipat untuk mencapai target Perjanjian Paris. Laju transisi perlu dipercepat,” tandas Nicke.

Menurut Nicke, teknologi baru yang mempercepat konsumsi energi industri dan konsumen sangat penting untuk mendorong efisiensi.

Selain itu, salah satu rekomendasi kebijakan dari TF ESC-B20 adalah meningkatkan kerjasama global dalam mempercepat transisi menuju penggunaan energi berkelanjutan.

“Kita harus lebih mendorong kerja sama global yang memungkinkan kita mempercepat NZE sejalan dengan tema G20, yakni Pulih Bersama, Pulih Lebih Kuat,”pungkas Nicke.

Tags: Kawasan industri hijauMetapos.idSatgas ESC
Previous Post

Penyelamatan AJB Bumiputera 1912, Diambil Alih Negara

Next Post

BDx Indonesia Luncurkan Pembangunan Data Center Campus 100MW Skala Besar di Suryacipta, Jakarta

Related Posts

BEI Perkuat Fondasi Demutualisasi, Bidik 10 Besar Bursa Dunia
Ekbis

BEI Perkuat Fondasi Demutualisasi, Bidik 10 Besar Bursa Dunia

28 October 2026
AstyFarm mencatat pertumbuhan nilai transaksi 52% di Tokopedia dan TikTok Shop, menjangkau 42 kota, serta memperluas lahan produksi menjadi 12 hektare.
Ekbis

AstyFarm Tembus 42 Kota, Perluas Lahan Produksi

27 October 2026
Belanda Targetkan Penghematan 3,5 Miliar Euro lewat AI
Ekbis

Konser Ye di Jakarta Dongkrak Ekonomi hingga Rp600 Miliar

27 October 2026
BUKA Group kembali menghadirkan PUJAAN Vol. 5 untuk memperkuat literasi keuangan, keamanan digital, dan akses permodalan bagi pelaku UMKM.
Ekbis

Bukalapak Umumkan Pemenang Kompetisi Modal PUJAAN Vol. 5

27 October 2026
Staffinc menghadirkan solusi tenaga kerja berorientasi hasil melalui rekrutmen, pelatihan, supervisi, serta pemanfaatan teknologi dan data untuk mendukung kinerja perusahaan.
Ekbis

Staffinc Siapkan Solusi Tenaga Kerja untuk 2027

27 October 2026
BSI International Expo 2026 Dorong UMKM Lokal Tembus Pasar Global
Ekbis

BSI International Expo 2026 Dorong UMKM Lokal Tembus Pasar Global

27 October 2026
Next Post
BDx Indonesia Luncurkan Pembangunan Data Center Campus 100MW Skala Besar di Suryacipta, Jakarta

BDx Indonesia Luncurkan Pembangunan Data Center Campus 100MW Skala Besar di Suryacipta, Jakarta

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini