Wednesday, October 14, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Satgas ESC – B20, Lahirkan Kawasan Industri Hijau Pertama di Asia Tenggara

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
12 November 2022
in Ekbis
Satgas ESC – B20, Lahirkan Kawasan Industri Hijau Pertama di Asia Tenggara

JAKARTA,Metapos.id – Task Force Energy, Sustainability and Climate Business 20 (TF ESC-B20) berhasil melahirkan Kawasan Industri Hijau pertama di Asia Tenggara. Lahirnya kawasan industri hijau menunjukkan dekarbonisasi industri menjadi sangat penting, baik untuk industri yang berdiri sendiri terlebih bagi klaster industri.

Chair of Task Force Energy, Sustainability and Climate Business 20 (TF ESC-B20) Nicke Widyawati mengatakan, bagi Indonesia mendukung dekarbonisasi industri akan mempercepat emisi nol bersih yang ditargetkan tahun 2060 atau lebih cepat.

BACA JUGA

PEFINDO Catat 244 Publikasi Pemeringkatan hingga September 2026

Prudential Syariah Perkuat Literasi Keuangan di Aceh

Mendukung pengembangan klaster industri hijau, juga akan menarik lebih banyak investasi asing yang akan datang sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi nasional serta menciptakan lapangan kerja.

“Dekarbonisasi Klaster Industri memungkinkan kami untuk menerapkan pendekatan terintegrasi untuk transisi menuju nol bersih,” ujar Nicke Widyawati, Chair TF ESC-B20 yang juga Direktur Utama Pertamina, di Bali, Jumat, 11 November 2022.

Menurut Nicke, salah satu pilar penting dari dekarbonisasi adalah efisiensi energi dan sirkularitas, dengan menggunakan teknologi yang sedang berkembang seperti modernisasi alat dan komponen hemat energi, serta adopsi sistem flaring recovery. Inisiatif dekarbonisasi industri lainnya adalah penerapan teknologi Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS) dan implementasi Nature Based Solutions (NBS).

“Indonesia memiliki 400 miliar ton potensi penyimpanan CO2 di reservoir kami untuk CCUS. Kami juga memiliki potensi NBS global terbesar ke-2 di dunia,” imbuh Nicke.

Nicke menambahkan, penggunaan energi di industri adalah yang tertinggi dibandingkan dengan penggunaan energi di gedung dan sektor transportasi. Oleh karena itu, salah satu rekomendasi TF ESC-B20 adalah meningkatkan kerja sama global dalam mempercepat transisi ke energi berkelanjutan yang digunakan dengan mengurangi intensitas karbon di berbagai jalur serta dekarbonisasi industri.

Untuk itu, kata Nicke, efisiensi energi merupakan salah satu pilar penting dekarbonisasi yang akan berkontribusi untuk target Net Zero Emission. Secara global, efisiensi energi meningkat sekitar 13% (2000 – 2017) dan akan menjadi 12% lebih tinggi bila tidak dihentikan.

“Selama 10 tahun terakhir, konsumsi energi tumbuh pesat sebesar 47%. Menurut perkiraan terbaru, pengurangan CO2 rata-rata tahunan perlu meningkat lima kali lipat untuk mencapai target Perjanjian Paris. Laju transisi perlu dipercepat,” tandas Nicke.

Menurut Nicke, teknologi baru yang mempercepat konsumsi energi industri dan konsumen sangat penting untuk mendorong efisiensi.

Selain itu, salah satu rekomendasi kebijakan dari TF ESC-B20 adalah meningkatkan kerjasama global dalam mempercepat transisi menuju penggunaan energi berkelanjutan.

“Kita harus lebih mendorong kerja sama global yang memungkinkan kita mempercepat NZE sejalan dengan tema G20, yakni Pulih Bersama, Pulih Lebih Kuat,”pungkas Nicke.

Tags: Kawasan industri hijauMetapos.idSatgas ESC
Previous Post

Penyelamatan AJB Bumiputera 1912, Diambil Alih Negara

Next Post

BDx Indonesia Luncurkan Pembangunan Data Center Campus 100MW Skala Besar di Suryacipta, Jakarta

Related Posts

PEFINDO Catat 244 Publikasi Pemeringkatan hingga September 2026
Ekbis

PEFINDO Catat 244 Publikasi Pemeringkatan hingga September 2026

14 October 2026
Prudential Syariah dan OJK menggelar SYAFIF di Aceh pada 9–11 Oktober 2026 untuk memperkuat literasi keuangan syariah dan membuka peluang bagi UMKM.
Ekbis

Prudential Syariah Perkuat Literasi Keuangan di Aceh

13 October 2026
BEI dan KSEI Perluas Transparansi Kepemilikan Saham
Ekbis

BEI dan KSEI Perluas Transparansi Kepemilikan Saham

9 October 2026
GAPKI Gelar IPOC 2026, Perkuat Peran Sawit bagi Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi di Tengah Gejolak Global
Ekbis

GAPKI Gelar IPOC 2026, Perkuat Peran Sawit bagi Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi di Tengah Gejolak Global

9 October 2026
Penjualan kendaraan BBM di Australia turun 36,2 persen pada September 2026, sementara mobil listrik dan plug-in hybrid mencatat pertumbuhan pesat.
Ekbis

Mobil Listrik Makin Laris, Kendaraan BBM Australia Turun

9 October 2026
OJK Ungkap Dugaan Pidana Perbankan di Mandiri Taspen Purwokerto
Ekbis

OJK Ungkap Dugaan Pidana Perbankan di Mandiri Taspen Purwokerto

8 October 2026
Next Post
BDx Indonesia Luncurkan Pembangunan Data Center Campus 100MW Skala Besar di Suryacipta, Jakarta

BDx Indonesia Luncurkan Pembangunan Data Center Campus 100MW Skala Besar di Suryacipta, Jakarta

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini