Saturday, June 6, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Rugi KAEF dan INAF Bakal Berimbas Negatif Terhadap Peringkat Biofarma Begini Kata Pefindo

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
18 July 2024
in Ekbis
Rugi KAEF dan INAF Bakal Berimbas Negatif Terhadap Peringkat Biofarma Begini Kata Pefindo

Jakarta, Metapos.id – Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menilai, kinerja keuangan yang buruk pada PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan PT Indofarma Tbk (INAF) akan menekan peringkat PT Bio Farma (Persero) yang saat ini berada di level idAA (Double A) dengan prospek Negatif.

Menurut analis Pefindo, Yogie Surya Perdana, saat ini profil kinerja keuangan maupun kemampuan membayar utang  KAEF dan INAF yang merupakan anak perusahaan Biofarma sedang menjadi sorotan di tengah melambatnya pertumbuhan industri farmasi.

BACA JUGA

Pratama Mitra Sejati Bukukan Laba Bersih Rp95,1 Miliar pada 2025

Hubungan Dagang Memanas, China Protes Kebijakan Baru AS

“Atas kinerja keuangan anak perusahaan Biofarma ini tentu dampaknya secara holding, berdasarkan kacamata kredit (pemeringkatan), ini negatif di mata kami,” kata Yogie di Jakarta, Kamis (18/7).

Seperti diketahui, selama tiga bulan pertama tahun ini, KAEF menderita rugi bersih Rp102,73 miliar, sehingga per 31 Maret 2024 jumlah defisit emiten farmasi BUMN ini mencapai Rp592,2 miliar atau membengkak 20,99% (year-to-date).

Sementara itu, sepanjang 2023 INAF mencatatkan rugi bersih Rp720,99 miliar atau membengkak 57,55% (year-on-year), sehingga per 31 Desember 2023 perseroan menderita defisit saldo laba sebesar Rp1,41 triliun.

Selain kinerja keuangan yang buruk, lanjut Yogie, dampak negatif terhadap Biofarma yang bersumber dari kedua anak usahanya tersebut adalah kondisi INAF

yang sedang berada dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang ( PKPU ), sedangkan KAEF sedang menjalani proses restrukturisasi utang dengan kreditur.

Tags: Metapos.idPefindo
Previous Post

MDRT (MILLION DOLLAR ROUND TABLE) DAY INDONESIA 2024

Next Post

Chandra Asri Group Layani Kepelabuhan dan Penyimpanan Curah Cair Terpadu melalui PT Chandra Pelabuhan Nusantara (CPN)

Related Posts

Pratama Mitra Sejati Bukukan Laba Bersih Rp95,1 Miliar pada 2025
Ekbis

Pratama Mitra Sejati Bukukan Laba Bersih Rp95,1 Miliar pada 2025

5 June 2026
Hubungan Dagang Memanas, China Protes Kebijakan Baru AS
Ekbis

Hubungan Dagang Memanas, China Protes Kebijakan Baru AS

5 June 2026
Kurs Rupiah Sentuh Rp18.022 per Dolar AS di Tengah Gejolak Timur Tengah
Ekbis

Kurs Rupiah Sentuh Rp18.022 per Dolar AS di Tengah Gejolak Timur Tengah

4 June 2026
Pendapatan Petani Naik, NTP Tembus 127,73 pada Mei 2026
Ekbis

Pendapatan Petani Naik, NTP Tembus 127,73 pada Mei 2026

3 June 2026
Prudential Indonesia Catat Kinerja Positif Sepanjang 2025
Ekbis

Prudential Indonesia Catat Kinerja Positif Sepanjang 2025

3 June 2026
Di Tengah Konflik, Timnas Iran Lanjutkan Persiapan Menuju Piala Dunia
Ekbis

Harta Kekayaan Dadan Hindayana Jadi Sorotan Usai Dicopot dari BGN

3 June 2026
Next Post
Chandra Asri Group Layani Kepelabuhan dan Penyimpanan Curah Cair Terpadu melalui PT Chandra Pelabuhan Nusantara (CPN)

Chandra Asri Group Layani Kepelabuhan dan Penyimpanan Curah Cair Terpadu melalui PT Chandra Pelabuhan Nusantara (CPN)

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini