Metapos.id, Jakarta – Kebijakan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk membongkar tiang-tiang monorel terbengkalai di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, mendapat dukungan dari Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino. Ia menilai langkah tersebut tepat karena keberadaan tiang monorel yang mangkrak hampir 20 tahun telah mengganggu estetika ibu kota.
“DPRD mendukung kebijakan Gubernur. Tiang monorel ini sudah terlalu lama terbengkalai dan menjadi pemandangan yang tidak layak di Jakarta,” kata Wibi, Rabu (7/1/2026).
Namun demikian, Wibi menegaskan agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap memprioritaskan aspek keamanan selama proses pembongkaran. Menurutnya, perencanaan yang kurang matang dapat menimbulkan risiko keselamatan bagi pekerja maupun pengguna jalan, serta berpotensi memicu kemacetan lalu lintas.
“Keselamatan harus menjadi perhatian utama. Jangan sampai proses pembongkaran menimbulkan persoalan baru, termasuk kemacetan. Pengaturan waktu dan lalu lintas perlu disiapkan dengan baik,” ujarnya.
Wibi juga menyarankan agar pembongkaran dilakukan di luar jam sibuk, seperti pada malam hari, guna meminimalkan dampak terhadap aktivitas masyarakat.
Pembongkaran tiang monorel dijadwalkan mulai dikerjakan oleh Dinas Bina Marga pada pekan ketiga Januari 2026. Langkah ini diambil setelah PT Adhi Karya tidak memberikan tanggapan hingga batas waktu yang ditetapkan dalam surat peringatan.
Sementara itu, Gubernur Pramono Anung memastikan proses pembongkaran akan menggunakan alat berat tanpa disertai penutupan jalan, sehingga arus lalu lintas di kawasan tersebut tetap berjalan lancar














