Monday, October 12, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Mengapa Rasulullah ﷺ Makan dengan Tiga Jari?

Budi Mashuri by Budi Mashuri
12 October 2026
in Mozaik
Rasulullah ﷺ mencontohkan makan dengan tiga jari. Simak hadis, penjelasan ulama, dan pelajaran kesederhanaan di balik adab makan tersebut.

Rasulullah ﷺ mencontohkan makan dengan tiga jari. Simak hadis, penjelasan ulama, dan pelajaran kesederhanaan di balik adab makan tersebut.

Metapos.id, Jakarta – Pernahkah kita bertanya mengapa Rasulullah ﷺ makan menggunakan tiga jari? Cara tersebut bukan sekadar kebiasaan, melainkan salah satu adab makan yang dicontohkan langsung oleh beliau.

Dalam ajaran Islam, adab makan tidak hanya berkaitan dengan cara menikmati makanan, tetapi juga mengajarkan kesederhanaan, rasa syukur, dan sikap tidak berlebihan dalam memenuhi kebutuhan.

BACA JUGA

4 Sunnah Bangun Tidur yang Sering Dilupakan Umat Muslim

Menghidupkan Sunnah Nabi dalam Kehidupan Sehari-hari

Rasulullah ﷺ Makan dengan Tiga Jari

Ka‘ab bin Malik رضي الله عنه meriwayatkan:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَأْكُلُ بِثَلَاثِ أَصَابِعَ، فَإِذَا فَرَغَ لَعِقَهَا

Artinya: “Rasulullah ﷺ makan dengan tiga jari. Setelah selesai, beliau menjilati jari-jarinya.”

(HR. Muslim no. 2032)

Tiga jari yang dimaksud adalah ibu jari, jari telunjuk, dan jari tengah. Penggunaan tiga jari ini dijelaskan oleh para ulama sebagai bagian dari adab makan Rasulullah ﷺ.

Imam an-Nawawi رحمه الله menerangkan bahwa makan dengan tiga jari termasuk adab yang dianjurkan. Penggunaan lebih banyak jari tidak diperlukan apabila makanan dapat diambil dengan tiga jari, tetapi diperbolehkan jika ada kebutuhan.

Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa meneladani sunnah perlu disertai pemahaman terhadap keadaan dan jenis makanan. Tidak semua makanan dapat diambil dengan cara yang sama.

Mengapa Menggunakan Tiga Jari?

Para ulama menjelaskan bahwa makan dengan tiga jari merupakan salah satu bentuk adab dan kesederhanaan. Cara ini sesuai untuk makanan yang dapat diambil dengan jari tanpa kesulitan.

Imam al-Qurthubi رحمه الله juga menjelaskan keutamaan adab makan tersebut dalam pembahasannya mengenai petunjuk Rasulullah ﷺ. Sementara itu, Ibn Hajar al-‘Asqalani رحمه الله menerangkan bahwa penggunaan lebih dari tiga jari tidak tercela apabila jenis makanan atau kebutuhan memang mengharuskannya.

Karena itu, sunnah makan dengan tiga jari bukan berarti seseorang harus memaksakan cara tersebut untuk semua jenis makanan. Makanan berkuah, makanan yang sulit digenggam, atau makanan yang lebih tepat disantap menggunakan alat makan dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Hal terpenting adalah memahami teladan Rasulullah ﷺ secara benar, bukan sekadar meniru bentuk lahiriahnya tanpa mempertimbangkan konteks.

Bukan Sekadar Cara Makan

Adab makan Rasulullah ﷺ juga mengajarkan agar manusia tidak berlebihan dalam memenuhi kebutuhan perutnya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ

Artinya: “Tidak ada wadah yang diisi manusia yang lebih buruk daripada perutnya.”

(HR. At-Tirmidzi no. 2380; Ibnu Majah no. 3349)

Dalam hadis tersebut, Rasulullah ﷺ kemudian menjelaskan bahwa manusia cukup mengonsumsi makanan untuk menegakkan tubuhnya. Apabila ingin makan lebih banyak, hendaknya ia tetap memberikan ruang bagi minuman dan pernapasan.

Pesan ini mengajarkan pentingnya mengendalikan diri dan menghindari sikap berlebihan. Makan bukan sekadar memenuhi keinginan, tetapi juga menjaga tubuh agar tetap sehat dan dapat menjalankan aktivitas dengan baik.

Dengan demikian, adab makan yang dicontohkan Nabi ﷺ dapat menjadi pengingat untuk mengambil makanan secukupnya, menghargai nikmat Allah SWT, dan tidak menjadikan makan sebagai ajang berlebihan.

Mengapa Jari Dijilati Setelah Makan?

Selain makan dengan tiga jari, Rasulullah ﷺ juga mencontohkan menjilati jari setelah selesai makan.

Jabir bin Abdullah رضي الله عنه meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ memerintahkan agar seseorang menjilati jari-jarinya dan membersihkan piring setelah makan. Beliau menjelaskan bahwa seseorang tidak mengetahui di bagian makanan mana keberkahan berada.

Hadis tersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Ajaran ini menunjukkan pentingnya menghargai makanan dan tidak menyia-nyiakan nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Namun, pelaksanaannya tetap perlu memperhatikan kebersihan dan kenyamanan orang lain, terutama ketika makan bersama.

Dengan memahami maknanya, menjilati jari setelah makan bukan sekadar gerakan yang ditiru, melainkan bagian dari adab menghargai makanan dan mencari keberkahan.

Pelajaran yang Bisa Diterapkan Sehari-hari

Dari adab makan Rasulullah ﷺ, terdapat sejumlah pelajaran yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pertama, membiasakan diri untuk tidak berlebihan saat makan. Kedua, menghargai makanan sebagai nikmat dari Allah SWT. Ketiga, menerapkan kesederhanaan sesuai kebutuhan. Keempat, menghindari perilaku boros dan membuang makanan. Kelima, mempelajari sunnah berdasarkan dalil dan penjelasan ulama yang tepercaya.

Menghidupkan sunnah tidak selalu harus dimulai dari amalan besar. Kebiasaan sehari-hari, termasuk cara makan, dapat menjadi sarana untuk meneladani Rasulullah ﷺ selama dilakukan dengan pemahaman yang benar.

Pada akhirnya, sunnah bukan hanya tentang sesuatu yang pernah dilakukan Rasulullah ﷺ. Di dalamnya terdapat tuntunan adab dan pendidikan akhlak yang dapat membimbing umat Islam dalam menjalani kehidupan.

Tags: adab makan Rasulullahhadis adab makanMetapossunnah makan tiga jarisunnah Nabi Muhammad
Previous Post

Guardian Luncurkan Program Loyalitas MyGuardian Rewards

Next Post

Keamanan Saudi Jadi Perhatian, Ini Pesan Penting Kemenhaj untuk Jemaah Umrah

Related Posts

4 Sunnah Bangun Tidur yang Sering Dilupakan Umat Muslim
Mozaik

4 Sunnah Bangun Tidur yang Sering Dilupakan Umat Muslim

10 October 2026
Menghidupkan sunnah Nabi Muhammad ﷺ dapat dimulai dari amalan sederhana, menjaga lisan, memperbaiki akhlak, dan mengikuti ajaran Islam.
Mozaik

Menghidupkan Sunnah Nabi dalam Kehidupan Sehari-hari

9 October 2026
Ilustrasi Mandi Wajib
Mozaik

Mandi Wajib Bukan Sekadar Keramas

8 October 2026
Ilustrasi Sholat
Mozaik

Mengenal Istikharah dan Tata Cara Pelaksanaannya

7 October 2026
Mengenal Jahmiyah, kelompok teologis awal Islam yang dikaitkan dengan perdebatan tentang sifat Allah, Al-Qur'an, qadar, dan hakikat iman.
Mozaik

Mengenal Jahmiyah dan Perdebatan Akidah Islam

5 October 2026
Mengapa Kita Dianjurkan Mengucapkan Bismillah Sebelum Makan?
Mozaik

Mengapa Kita Dianjurkan Mengucapkan Bismillah Sebelum Makan?

4 October 2026
Next Post
Keamanan Saudi Jadi Perhatian, Ini Pesan Penting Kemenhaj untuk Jemaah Umrah

Keamanan Saudi Jadi Perhatian, Ini Pesan Penting Kemenhaj untuk Jemaah Umrah

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini