Thursday, October 29, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Desa Binaan BSI di Meunasah Asan Aceh, Ekspor Perdana 60 Ton Bandeng ke Korsel dan Jepang

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
6 September 2022
in Ekbis
Desa Binaan BSI di Meunasah Asan Aceh, Ekspor Perdana 60 Ton Bandeng ke Korsel dan Jepang

JAKARTA,Metapos.id – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) secara konsisten terus berupaya menerapkan green economy, termasuk dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukan perseroan. Salah satunya lewat program Desa BSI di Meunasah Asan, Aceh Timur.

Di desa tersebut, BSI bersama dengan BSI Maslahat membantu peningkatan ekonomi masyarakat lewat pendampingan bagi petambak bandeng.

BACA JUGA

Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026

BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan pemberdayaan dan pembangunan desa menjadi salah satu fokus BSI mendorong desa-desa binaan naik kelas. Baik dari sisi produktivitas maupun sosial ekonomi kemasyarakatan. Kali ini, BSI menggarap Desa Meunasah Asan Aceh Timur sebagai Desa Berdaya Sejahtera Indonesia untuk go global.

Hasil tambak bandeng seluas 200 Ha di Desa Meunasah Asan mencapai 60 ton dan mampu menembus pasar ekspor ke Korea Selatan dan Jepang. Dengan adanya pendampingan program bersama BSI, ditargetkan periode produksi menjadi 3 kali setahun dari semula hanya 1 kali dalam setahun.

BSI sendiri berperan selain sebagai mitra pendampingan, juga berperan sebagai penguhubung dengan standby buyer para petani sehingga harga hasil panen dapat sesuai harga pasar. BSI berharap dapat meningkatkan taraf hidup petani tambak bandeng di Desa Meunasah Asan.

“Program CSR kami akan difokuskan untuk pembangunan desa yang berkelanjutan melalui pola green project, yaitu green energy, green environment dan sustainability. Salah satunya adalah project desa binaan di Aceh Timur ini”, kata Hery.

Pada program Desa Binaan, BSI Bersama BSI Maslahat menerapkan tiga program utama dalam pendampingan. Pertama, pendampingan dan peningkatan produktivitas cluster perikanan tambak ikan bandeng, kemudian yang kedua adalah pemasangan solar panel di area tambak guna menggerakkan mesin kincir tambak sehingga jumlah produksi ikan bandeng kedepan dapat meningkat lebih baik sekaligus menjaga keberlanjutan melalui pemanfaatan energi terbarukan sinar matahari menjadi listrik.

Adapun yang ketiga, BSI memberikan 10 ribu pohon bakau yang akan ditanam di daerah pesisir Desa Meunasah Asan, yang berfungsi untuk mengurangi emisi karbon sekaligus pencegahan bencana.

Khusus untuk cluster perikanan, BSI fokus untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dimana semula petambak ikan hanya memiliki penghasilan panen 1 kali/tahun menjadi 3-4 kali/tahun. Dengan adanya peningkatan pendapatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup penerima manfaat dari mustahik menjadi muzakki.

Selain Desa Meunasah Asan Aceh Timur, saat ini BSI memiliki program Desa BSI sudah tersebar di 12 provinsi, 22 kabupaten, dan 24 desa di seluruh Indonesia, dengan penerima manfaat sebesar 1.600 kepala keluarga lebih. Terdapat berbagai klaster usaha yang dikelola oleh masyarakat dari program desa binaan ini seperti pertanian, peternakan domba dan kambing, perikanan, peternakan sapi, pertanian, kopi, hingga ekowisata.

Tujuan dari program Desa BSI ini adalah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat desa melalui program pemberdayaan dan diharapkan mereka nantinya bisa naik kelas dari mustahik (penerima zakat) menjadi muzakki (pemberi zakat). Mereka akan difasilitasi melalui penguatan dan pengembangan sumber daya ekonomi lokal sehingga memberikan manfaat yang berkelanjutan.

BSI secara konsisten akan terus mendukung keuangan berkelanjutan. Terkait implementasi ESG (environmental, social, and governance), perseroan mencatat penyaluran pembiayaan hingga Juni 2022 mencapai Rp50,05 triliun. Sedangkan dana untuk Corporate Social Responsibility (CSR) perseroan yang mengusung konsep people, planet, dan profit (3P) bagian dari green project telah tersalurkan sebesar Rp84,1 miliar ke berbagai sektor socioeconomic.

“Ke depannya, kami berharap program Desa BSI ini bisa mencakup semua provinsi, kabupaten, dan desa di seluruh Indonesia. Sebab penguatan ekonomi masyarakat merupakan salah satu tujuan dari Sustainability Development Goals (SDGs). BSI terus berupaya menghadirkan program bermanfaat dan berkelanjutan, yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan yang pasti harus ramah lingkungan,” ujar Hery.

Tags: BsiEkspor bandengJepangKorselMetapos.id
Previous Post

Berkonsep Green Building, BSI Bangun Gedung Landmark Aceh

Next Post

Pembatasan BBM Subsidi Harus Dilakukan Agar APBN Terselamatkan

Related Posts

Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026
Ekbis

Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026

29 October 2026
BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP
Ekbis

BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP

28 October 2026
BEI Perkuat Fondasi Demutualisasi, Bidik 10 Besar Bursa Dunia
Ekbis

BEI Perkuat Fondasi Demutualisasi, Bidik 10 Besar Bursa Dunia

28 October 2026
AstyFarm mencatat pertumbuhan nilai transaksi 52% di Tokopedia dan TikTok Shop, menjangkau 42 kota, serta memperluas lahan produksi menjadi 12 hektare.
Ekbis

AstyFarm Tembus 42 Kota, Perluas Lahan Produksi

27 October 2026
Belanda Targetkan Penghematan 3,5 Miliar Euro lewat AI
Ekbis

Konser Ye di Jakarta Dongkrak Ekonomi hingga Rp600 Miliar

27 October 2026
BUKA Group kembali menghadirkan PUJAAN Vol. 5 untuk memperkuat literasi keuangan, keamanan digital, dan akses permodalan bagi pelaku UMKM.
Ekbis

Bukalapak Umumkan Pemenang Kompetisi Modal PUJAAN Vol. 5

27 October 2026
Next Post
Pengendara motor antre mengisi bahan bakar di SPBU Pertamina COCO, Jakarta, Minggu (3/1). Rilis Pertamina bahwa mulai 5 Januari nanti, harga Pertalite akan diturunkan dari saat ini Rp 8.200 per liter menjadi Rp 7.930 per liter. Sementara harga Pertamax turun dari Rp 8.650 per liter menjadi Rp 8.450 per liter. Penurunan harga ini, selain lantaran melemahnya harga minyak mentah, juga mengikuti rencama pemerintah memangkas harga BBM jenis premium dan solar.

Pembatasan BBM Subsidi Harus Dilakukan Agar APBN Terselamatkan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini