Metapos.id, Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menargetkan pengembangan tahap awal Kompleks Haji Indonesia di Makkah dapat menampung hingga 22.000 jemaah haji. Pengembangan tersebut diawali melalui Kawasan Thakher yang ditetapkan sebagai fondasi utama proyek.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir, mengatakan Kawasan Thakher saat ini telah beroperasi dan mencakup Novotel Thakher Makkah yang berdiri di atas lahan seluas sekitar 4,4 hektare, berjarak 2–3 kilometer dari Masjidil Haram.
Kawasan tersebut memiliki 1.461 kamar yang tersebar di tiga menara, serta didukung sekitar 14 plot lahan yang disiapkan untuk pengembangan lanjutan, termasuk kawasan komersial dan pusat ritel.
“Pengembangan akan dilakukan secara bertahap hingga kawasan ini memiliki sekitar 6.000 kamar dengan kapasitas kurang lebih 22.000 jemaah, atau sekitar 10 persen dari total jemaah haji Indonesia setiap tahun,” ujar Pandu dalam keterangan resminya,
Ia menjelaskan, pengembangan Kawasan Thakher tidak hanya berfokus pada penyediaan akomodasi, tetapi juga diarahkan untuk membangun ekosistem layanan jemaah yang terintegrasi, mulai dari fasilitas ritel, dukungan logistik, hingga berbagai layanan penunjang lainnya.
“Kami tidak hanya membangun hotel, tetapi menyiapkan sebuah ekosistem layanan jemaah Indonesia yang terintegrasi dan berkelanjutan,” katanya.
Selain memperkuat aset di Kawasan Thakher, Danantara juga aktif mengikuti dan mencermati proses lelang kawasan yang dikelola oleh Royal Commission for Makkah City and Holy Sites (RCMC), sebagai otoritas pengembangan Kota Makkah.
Dalam konteks tersebut, pengembangan Kompleks Haji Indonesia menjadi bagian dari strategi jangka panjang Danantara yang diselaraskan dengan master plan Kota Makkah. RCMC sendiri menawarkan sejumlah kawasan dengan karakteristik lokasi dan peruntukan yang beragam, termasuk area yang lebih dekat dengan Masjidil Haram.
“RCMC merupakan bagian penting dari ekosistem pengembangan Makkah. Kami terus mengikuti proses tersebut sebagai bagian dari eksplorasi jangka panjang, dengan pendekatan yang selektif dan berbasis kajian menyeluruh,” ujar Pandu.
Pengembangan Kompleks Haji Indonesia dilakukan melalui dua jalur strategis secara paralel, yakni penguatan fondasi proyek melalui Kawasan Thakher serta partisipasi aktif dalam mekanisme lelang RCMC untuk peluang pengembangan kawasan lain di sekitar Masjidil Haram.
Untuk Kawasan Thakher, Danantara menyiapkan investasi secara bertahap yang mencakup penguatan aset eksisting dan belanja modal (capital expenditure/capex) guna mendukung pengembangan kawasan. Tahap lanjutan proyek ditargetkan memasuki groundbreaking pada 2026, sementara operasional hotel tambahan direncanakan mulai 2029, sesuai dengan kesiapan proyek dan perizinan.
“Setiap langkah kami lakukan secara prudent dan terukur agar memberikan manfaat jangka panjang. Kompleks Haji ini kami rancang sebagai proyek strategis lintas generasi,” pungkas Pandu.














