Thursday, October 29, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Biaya Proyek Kereta Cepat Makin Besar, Berapa Lama Bisa Balik Modal?

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
10 November 2022
in Ekbis
Biaya Proyek Kereta Cepat Makin Besar, Berapa Lama Bisa Balik Modal?

JAKARTA,Metapos.id – Biaya proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) pada awalnya diprediksi 6,071 miliar dolar AS kini menjadi 7,5 miliar dolar AS. Hal ini karena dalam proses pembangunannya terjadi pembengkakan biaya sebesar 1,449 miliar dolar AS atau setara Rp21 triliun lebih.

Dengan biaya yang begitu besar, kapan proyek KCJB ini bisa balik modal?

BACA JUGA

Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026

BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP

Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo memperkirakan proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung baru akan balik modal 38 tahun usai resmi beroperasi. KCJB sendiri ditargetkan beroperasi pada bulan Juni 2023. Artinya, dengan perhitungan tersebut pemerintah baru bisa balik modal pada 2061 mendatang.

“Sesuai perhitungan feasibility study (studi kelayakan) itu (balik modalnya) 38 tahun,” kata Didiek dalam rapat dengan komisi VI, dikutip Kamis, 10 November.

Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi menjelaskan bahwa perhitungan tersebut sudah termasuk tarif Rp250.000 untuk jarak terjauh selama tiga tahun. Besaran tarif ini sesuai dengan permintaan dari Kementerian Perhubungan.

Meski begitu, kata Dwiyana, estimasi balik modal tersebut belum memperhitungkan pendapatan dari pengembangan kawasan berorientasi transit (TOD).

“38 tahun itu dihitung oleh konsultan financial model dan review feasibility study, sudah memperhitungkan 3 tahun itu dengan tarif Rp250.000 (rute) terjauh. Dan tidak memperhitungkan revenue dari TOD,” kata Dwiyana.

Saat ini, kata Dwiyana, dana yang dimiliki KCIC fokus untuk menyelesaikan konstruksi. Namun, Dwiyana menyebut lahan yang dimiliki KCIC akan dimanfaatkan dan dikembangkan.

“Misal Stasiun Halim ada lahan 3,4 hektare pasti akan dikembangkan untuk properti yang mendukung pelayanan. Itu masih belum kita masukkan, artinya jadi cadangan,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Pembengkakan biaya atau cost overrun proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) tembus sebesar 1,449 miliar dolar AS atau setara dengan Rp21,4 triliun (asumsi kurs Rp14.800). Sehingga biaya proyek yang awalnya diprediksi 6,071 miliar dolar AS kini menjadi 7,5 miliar dolar AS.

Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo mengatakan BPKP melakukan dua kali reviu cost overrun atau pembengkakan biaya proyek KCJB. Hasil reviu pertama total pembengkakan biaya senilai 1.176 dolar AS. Sementara hasil kedua, pembengkakan biaya tersebut senilai 273 juta dolar AS.

“Sehingga dengan adanya asersi satu dan asersi dua ini total nilai cost overrun ini adalah 1.449 miliar dolar AS,” katanya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI, Rabu, 9 November.

Sekadar informasi, angka pembengkakan biaya proyek KCJB tersebut meningkat jika dibandingkan dengan perhitungan dan reviu BPKP pada 9 Maret 2022 yang hanya sebesar 1,17 miliar dolar AS atau setara Rp17,64 triliun.

Kata Didiek, pembengkakan biaya ini akan dibayar patungan antara konsorsium BUMN Indonesia dan China sebesar 25 persen dan 75 persennya lagi berasal dari penarikan pinjaman pada China Development Bank (CDB).

“Sudah mencapai kesepakatan awal dengan pihak China struktur pembiayaan cost overrun ini dilakukan dengan skema dengan 25 persen ekuitas, 75 persen loan (pinjaman). Ini sudah ada kesepakatan,” kata Didiek.

Kata Didiek, untuk porsi ekuitas Indonesia yang totalnya sebesar Rp3,2 triliun, diusulkan bersumber dari PMN kepada PT KAI sebagai leading sector.

Tags: Biaya proyekKereta cepatMetapos.id
Previous Post

Pertumbuhan Ekonomi RI Terbang Tinggi, Ini Kata Sri Mulyani

Next Post

DAMRI Operasikan 24 Bus Listrik di KTT G20 Bali

Related Posts

Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026
Ekbis

Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026

29 October 2026
BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP
Ekbis

BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP

28 October 2026
BEI Perkuat Fondasi Demutualisasi, Bidik 10 Besar Bursa Dunia
Ekbis

BEI Perkuat Fondasi Demutualisasi, Bidik 10 Besar Bursa Dunia

28 October 2026
AstyFarm mencatat pertumbuhan nilai transaksi 52% di Tokopedia dan TikTok Shop, menjangkau 42 kota, serta memperluas lahan produksi menjadi 12 hektare.
Ekbis

AstyFarm Tembus 42 Kota, Perluas Lahan Produksi

27 October 2026
Belanda Targetkan Penghematan 3,5 Miliar Euro lewat AI
Ekbis

Konser Ye di Jakarta Dongkrak Ekonomi hingga Rp600 Miliar

27 October 2026
BUKA Group kembali menghadirkan PUJAAN Vol. 5 untuk memperkuat literasi keuangan, keamanan digital, dan akses permodalan bagi pelaku UMKM.
Ekbis

Bukalapak Umumkan Pemenang Kompetisi Modal PUJAAN Vol. 5

27 October 2026
Next Post
DAMRI Operasikan 24 Bus Listrik di KTT G20 Bali

DAMRI Operasikan 24 Bus Listrik di KTT G20 Bali

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini