Friday, April 24, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Biaya Proyek Kereta Cepat Makin Besar, Berapa Lama Bisa Balik Modal?

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
10 November 2022
in Ekbis
Biaya Proyek Kereta Cepat Makin Besar, Berapa Lama Bisa Balik Modal?

JAKARTA,Metapos.id – Biaya proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) pada awalnya diprediksi 6,071 miliar dolar AS kini menjadi 7,5 miliar dolar AS. Hal ini karena dalam proses pembangunannya terjadi pembengkakan biaya sebesar 1,449 miliar dolar AS atau setara Rp21 triliun lebih.

Dengan biaya yang begitu besar, kapan proyek KCJB ini bisa balik modal?

BACA JUGA

PRUFortune Dollar Hadir, Solusi Proteksi dan Cash Flow Tahunan

Perkuat UMKM Perempuan, Tokopedia dan TikTok Shop Dorong KI dan Digitalisasi

Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo memperkirakan proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung baru akan balik modal 38 tahun usai resmi beroperasi. KCJB sendiri ditargetkan beroperasi pada bulan Juni 2023. Artinya, dengan perhitungan tersebut pemerintah baru bisa balik modal pada 2061 mendatang.

“Sesuai perhitungan feasibility study (studi kelayakan) itu (balik modalnya) 38 tahun,” kata Didiek dalam rapat dengan komisi VI, dikutip Kamis, 10 November.

Sementara itu, Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi menjelaskan bahwa perhitungan tersebut sudah termasuk tarif Rp250.000 untuk jarak terjauh selama tiga tahun. Besaran tarif ini sesuai dengan permintaan dari Kementerian Perhubungan.

Meski begitu, kata Dwiyana, estimasi balik modal tersebut belum memperhitungkan pendapatan dari pengembangan kawasan berorientasi transit (TOD).

“38 tahun itu dihitung oleh konsultan financial model dan review feasibility study, sudah memperhitungkan 3 tahun itu dengan tarif Rp250.000 (rute) terjauh. Dan tidak memperhitungkan revenue dari TOD,” kata Dwiyana.

Saat ini, kata Dwiyana, dana yang dimiliki KCIC fokus untuk menyelesaikan konstruksi. Namun, Dwiyana menyebut lahan yang dimiliki KCIC akan dimanfaatkan dan dikembangkan.

“Misal Stasiun Halim ada lahan 3,4 hektare pasti akan dikembangkan untuk properti yang mendukung pelayanan. Itu masih belum kita masukkan, artinya jadi cadangan,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Pembengkakan biaya atau cost overrun proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) tembus sebesar 1,449 miliar dolar AS atau setara dengan Rp21,4 triliun (asumsi kurs Rp14.800). Sehingga biaya proyek yang awalnya diprediksi 6,071 miliar dolar AS kini menjadi 7,5 miliar dolar AS.

Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo mengatakan BPKP melakukan dua kali reviu cost overrun atau pembengkakan biaya proyek KCJB. Hasil reviu pertama total pembengkakan biaya senilai 1.176 dolar AS. Sementara hasil kedua, pembengkakan biaya tersebut senilai 273 juta dolar AS.

“Sehingga dengan adanya asersi satu dan asersi dua ini total nilai cost overrun ini adalah 1.449 miliar dolar AS,” katanya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI, Rabu, 9 November.

Sekadar informasi, angka pembengkakan biaya proyek KCJB tersebut meningkat jika dibandingkan dengan perhitungan dan reviu BPKP pada 9 Maret 2022 yang hanya sebesar 1,17 miliar dolar AS atau setara Rp17,64 triliun.

Kata Didiek, pembengkakan biaya ini akan dibayar patungan antara konsorsium BUMN Indonesia dan China sebesar 25 persen dan 75 persennya lagi berasal dari penarikan pinjaman pada China Development Bank (CDB).

“Sudah mencapai kesepakatan awal dengan pihak China struktur pembiayaan cost overrun ini dilakukan dengan skema dengan 25 persen ekuitas, 75 persen loan (pinjaman). Ini sudah ada kesepakatan,” kata Didiek.

Kata Didiek, untuk porsi ekuitas Indonesia yang totalnya sebesar Rp3,2 triliun, diusulkan bersumber dari PMN kepada PT KAI sebagai leading sector.

Tags: Biaya proyekKereta cepatMetapos.id
Previous Post

Pertumbuhan Ekonomi RI Terbang Tinggi, Ini Kata Sri Mulyani

Next Post

DAMRI Operasikan 24 Bus Listrik di KTT G20 Bali

Related Posts

PRUFortune Dollar Hadir, Solusi Proteksi dan Cash Flow Tahunan
Ekbis

PRUFortune Dollar Hadir, Solusi Proteksi dan Cash Flow Tahunan

23 April 2026
Perkuat UMKM Perempuan, Tokopedia dan TikTok Shop Dorong KI dan Digitalisasi
Ekbis

Perkuat UMKM Perempuan, Tokopedia dan TikTok Shop Dorong KI dan Digitalisasi

22 April 2026
XP+ Relaunch Brand, Perkuat Strategi di Industri Komunikasi
Ekbis

XP+ Relaunch Brand, Perkuat Strategi di Industri Komunikasi

22 April 2026
Harga LPG Nonsubsidi Naik per 18 April 2026, Ini Rinciannya
Ekbis

Harga LPG Nonsubsidi Naik per 18 April 2026, Ini Rinciannya

22 April 2026
Kasus CU Aek Nabara, BNI Komitmen Selesaikan Pengembalian Dana Nasabah
Ekbis

Kasus CU Aek Nabara, BNI Komitmen Selesaikan Pengembalian Dana Nasabah

21 April 2026
Apresiasi Peserta Prestige, Prudential Syariah Perkuat Edukasi Kesehatan
Ekbis

Apresiasi Peserta Prestige, Prudential Syariah Perkuat Edukasi Kesehatan

20 April 2026
Next Post
DAMRI Operasikan 24 Bus Listrik di KTT G20 Bali

DAMRI Operasikan 24 Bus Listrik di KTT G20 Bali

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini