Wednesday, October 21, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Bakal Produksi Vaksin BUMN, Bio Farma Tunggu Kabar Baik dari EUA

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
10 June 2022
in Ekbis
Bakal Produksi Vaksin BUMN, Bio Farma Tunggu Kabar Baik dari EUA

JAKARTA,Metapos.id – PT Bio Farma (Persero) resmi mengumumkan uji klinis fase ketiga atau tahap akhir untuk vaksin COVID-19 karya anak bangsa yang diberi nama Vaksin BUMN. Pada uji klinis tersebut vaksin akan disuntikan kepada 4.050 subjek dengan batasan usia 18 tahun sampai dengan 70 tahun.

Lalu, kapan vaksin buatan dalam negeri ini dapat digunakan?

BACA JUGA

PRUCare 360 Syariah, Perlindungan Jiwa hingga Usia 80 Tahun

Dirut PLN Berganti, Suroso Isnandar Ambil Alih Jabatan

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan setelah masuk uji klinis fase ketiga, apabila berjalan dengan lancar dan mendapatkan emergency use authorization (EUA), maka Bio Farma akan memproduksi vaksin tersebut bulan depan.

“Sekarang masuk tahap ketiga. Target kita Juli, Insyaallah kalai EUA keluar kita akan produksi,” katanya dikutip Jumat, 10 Juni.

Lebih lanjut, Honesti juga mengatakan pihaknya sudah menyiapkan kapasitas produksi yang cukup besar. “Untuk Vaksin BUMN ini kami telah menyiapkan kapasitas 120 juta dosis per tahun,” jelasnya.

Honesti menekankan Bio Farma akan menjadikan Vaksin BUMN sebagai booster untuk kalangan dewasa dan anak mengingat cakupan vaksin di Indonesia saat ini sudah sangat besar.

Buka peluang ekspor Vaksin BUMN

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan ke depannya, setelah memenuhi kebutuhan vaksin dalam negeri, bukan tidak mungkin Indonesia ekspor vaksin untuk negara lain yang membutuhkan.

Di beberapa negara di dunia, Erick sampaikan, ketersediaan vaksin masih jadi kendala. Rasio vaksin di lebih dari 30 negara hingga saat ini masih kurang dari sepuluh persen. Bagi Erick, produksi vaksin BUMN tak hanya memperkuat ketahanan kesehatan nasional, melainkan juga membangun kekuatan diplomasi luar negeri dan peningkatan ekspor.

“Karena itu, kita berharap uji klinis fase 3 berjalan lancar dan segera memperoleh EUA dari BPOM. Selain itu, kita masih perlu melanjutkan prosesnya untuk memperoleh EUL dari WHO,” ucap Erick.

Erick juga optimistis Indonesia bisa memproduksi massal vaksin COVID-19. Menurut Erick, krisis pengadaan vaksin di awal pandemi mengharuskan Indonesia merefleksi kembali kekuatan di sektor kesehatan dan bioteknologi. Hal ini merupakan isu multi dimensi yang juga berpengaruh pada ketahanan nasional.

Untuk itu, ucap Erick, BUMN sangat serius membangun basis bioteknologi yang mutakhir demi menunjang sistem kesehatan nasional dan mencegah kembali terjadinya pandemi.

“Kita tidak ingin Indonesia menjadi fakir dalam sains dan teknologi kesehatan modern. Perang melawan pandemi, memberikan kita banyak pelajaran berharga, yang paling utama, jangan sampai nasib ketahanan kesehatan kita bergantung pada bangsa lain,” katanya.

Tags: Bio FarmaBUMNMetapos.id
Previous Post

PermataBank dan CIMB Niaga Salurkan Kredit ke Mandala Multifinance Rp1,2 Triliun

Next Post

Semifinal Tunggal Putra Daihatsu Indonesia Masters 2022

Related Posts

PRUCare 360 Syariah, Perlindungan Jiwa hingga Usia 80 Tahun
Ekbis

PRUCare 360 Syariah, Perlindungan Jiwa hingga Usia 80 Tahun

15 October 2026
Suroso Isnandar resmi menjadi Direktur Utama PLN menggantikan Darmawan Prasodjo setelah RUPS 14 Oktober 2026, dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di PLN.
Ekbis

Dirut PLN Berganti, Suroso Isnandar Ambil Alih Jabatan

15 October 2026
Rupiah dibuka melemah tipis ke Rp17.900 per dolar AS pada 15 Oktober 2026, di tengah kenaikan inflasi AS dan perhatian pasar terhadap kebijakan The Fed.
Ekbis

Inflasi AS Memanas, Rupiah Kembali Tertekan

15 October 2026
SMLE Gandeng Denico, Bidik Pasar Pangan Asia
Ekbis

SMLE Gandeng Denico, Bidik Pasar Pangan Asia

15 October 2026
BEI Perkuat Literasi dan Ketahanan Investor Pasar Modal
Ekbis

BEI Perkuat Literasi dan Ketahanan Investor Pasar Modal

14 October 2026
PEFINDO Catat 244 Publikasi Pemeringkatan hingga September 2026
Ekbis

PEFINDO Catat 244 Publikasi Pemeringkatan hingga September 2026

14 October 2026
Next Post
Semifinal Tunggal Putra Daihatsu Indonesia Masters 2022

Semifinal Tunggal Putra Daihatsu Indonesia Masters 2022

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini