Metapos.id, Jakarta – Episode terakhir Stranger Things 5 menutup perjalanan panjang serial ini dengan pertempuran paling besar dan kompleks sepanjang sejarahnya. Seluruh karakter utama akhirnya berkumpul untuk menghadapi ancaman terakhir yang mengancam dunia, yakni Vecna dan Mind Flayer.
Episode 8 yang berjudul “The Rightside Up” langsung dibuka dengan serangan penentuan. Eleven, Kali, dan Max bersatu menyerang Henry Creel alias Vecna di dalam alam pikirannya. Di saat bersamaan, Hopper dan Murray bersiap mengaktifkan bom yang akan menghancurkan Upside Down. Sementara itu, anggota geng Hawkins lainnya bersiap memasuki Abyss demi menyelamatkan anak-anak yang diculik.
Kreator serial, Matt Duffer, menyebut bahwa pada episode ini tidak ada waktu untuk basa-basi. Semua karakter langsung menjalankan perannya masing-masing. Ia mengibaratkan klimaks ini seperti akhir kampanye Dungeons & Dragons, di mana setiap karakter menyumbangkan kemampuan uniknya demi kemenangan bersama.
Bagaimana Stranger Things Berakhir?
Serial ini ditutup dengan cara yang sangat simbolis. Adegan terakhir kembali ke ruang bawah tanah keluarga Wheeler, tempat Will, Mike, Dustin, Lucas, dan Max memainkan permainan Dungeons & Dragons untuk terakhir kalinya. Setelah kampanye usai, mereka meninggalkan ruang bawah tanah satu per satu.
Momen tersebut semakin bermakna ketika Holly, adik Mike, bersama teman-temannya turun untuk memulai permainan mereka sendiri. Menurut Matt Duffer, adegan ini melambangkan berakhirnya masa kanak-kanak geng Hawkins dan dimulainya generasi baru.
Siapa yang Gugur di Episode Terakhir?
Tidak semua karakter berhasil selamat. Dalam upaya penyelamatan Kali di Hawkins Lab versi Upside Down, Hopper terlibat baku tembak dengan pasukan militer Wolf Pack. Letnan Akers kemudian membunuh Kali setelah Hopper menolak membocorkan lokasi Eleven.
Kematian Kali memicu amarah Eleven. Dengan kekuatannya, ia melumpuhkan sisa pasukan Wolf Pack dan memaksa Akers mengakhiri hidupnya sendiri.
Apakah Vecna Berhasil Menyatukan Dua Dunia?
Rencana Vecna untuk menyatukan Abyss dengan dunia manusia akhirnya gagal. Serangan Eleven dan Kali terhadap Henry memberi waktu bagi tim Hawkins memanjat menara radio Squawk dan memasuki Abyss untuk menyelamatkan para korban.
Pertarungan di Abyss dan Rahasia Pain Tree
Di Abyss, geng Hawkins menemukan Pain Tree yang ternyata adalah wujud lain dari Mind Flayer. Saat Eleven bertarung melawan Henry di dalam tubuh Mind Flayer, anggota tim lainnya bekerja sama menghadapi monster raksasa tersebut.
Nancy memancing Mind Flayer, Jonathan dan Robin menyerang dari atas, Lucas meluncurkan akseleran, Mike menyalakan api, sementara Dustin dan Steve menghancurkan kantung telur monster dari bawah. Pertempuran ini berakhir dengan tewasnya Mind Flayer, meski proses syutingnya disebut sangat menantang oleh Ross Duffer.
Apa Isi Koper Ilmuwan dan Ketakutan Henry?
Terungkap bahwa di masa lalu, Henry menemukan batu berisi partikel Mind Flayer di dalam koper seorang ilmuwan. Partikel inilah yang merasuki dirinya dan menjadi awal dari kehancurannya. Menurut Jamie Campbell Bower, benda itu adalah simbol hilangnya masa kecil dan kemanusiaan Henry.
Siapa yang Membunuh Vecna?
Meski Eleven berhasil melukai Henry secara fatal, Joyce-lah yang memberikan pukulan terakhir. Dengan kapaknya, Joyce memenggal Vecna, menandai akhir teror yang dimulai sejak musim pertama. Kreator memilih Joyce karena ia adalah orang pertama yang percaya ada sesuatu yang salah di Hawkins sejak awal serial.
Kalimat terakhir Joyce kepada Vecna menjadi salah satu dialog paling ikonik dalam serial ini.
Vecna atau Mind Flayer, Siapa yang Mengendalikan?
Menjelang kematiannya, Henry menegaskan bahwa ia memilih jalan kegelapan secara sadar. Meski Will mencoba meyakinkannya bahwa Mind Flayer hanya memanfaatkannya, Henry tetap teguh pada pilihannya. Duffer Bersaudara sengaja membiarkan interpretasi ini terbuka bagi penonton.
Nasib Upside Down
Setelah semua anak diselamatkan, Hopper dan Murray mengaktifkan bom dengan bantuan album Purple Rain milik Prince. Ledakan tersebut menghancurkan jembatan antar dunia dan menutup Upside Down untuk selamanya.
Apa yang Terjadi pada Eleven?
Eleven memilih tetap berada di Upside Down saat kehancurannya demi memastikan tak ada lagi eksperimen yang menciptakan anak-anak seperti dirinya. Ia sempat berpamitan dengan Mike sebelum menghilang bersama runtuhnya dunia tersebut.
Namun, dalam permainan D&D terakhir, Mike menciptakan kisah harapan bahwa Eleven mungkin masih hidup, bersembunyi jauh dari dunia. Kreator menyerahkan akhir nasib Eleven sepenuhnya kepada interpretasi penonton.
Akhir Perjalanan Karakter Utama
Mike menjadi penulis, Will menemukan jati diri di kota besar, Dustin melanjutkan pendidikan sambil tetap bertualang, Lucas dan Max akhirnya bersama, sementara Steve menetap di Hawkins sebagai pelatih bisbol anak-anak.
Nancy bekerja sebagai jurnalis, Jonathan menjadi mahasiswa film, dan Robin melanjutkan pendidikan di Smith College. Mereka sepakat untuk rutin berkumpul setiap bulan.
Hopper dan Joyce akhirnya menikah dan berencana pindah ke Montauk, New York. Bahkan Ted Wheeler dipastikan masih hidup dan kembali muncul di wisuda Mike.
Lagu Penutup yang Ikonik
Serial ini ditutup dengan lagu “Heroes” versi asli David Bowie. Lagu tersebut dipilih karena dianggap sebagai anthem Stranger Things, sekaligus menghubungkan akhir cerita dengan awal perjalanan serial di musim pertama.
Dengan penutup penuh emosi dan nostalgia, Stranger Things resmi mengakhiri kisah Hawkins, meninggalkan warisan sebagai salah satu serial paling berpengaruh dalam sejarah televisi modern.













