Saturday, June 27, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Menkop Teten: Indonesia Perlu Contoh China Perketat Aturan Pasar Digital

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
13 September 2023
in Ekbis
Kemenkop UKM Gandeng BPS Perkuat Pendataan Koperasi dan UMKM

Jakarta,Metapos.id – Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan Indonesia perlu mencontoh China dalam urusan tata niaga ekonomi digital. Dimana China menerapkan aturan yang sangat ketat untuk produk impor.

Kata Teten, pasar digital China dikuasai domestik, sementara impor hanya tercatat 10 persen. Dalam waktu 10 tahun di china 2012-2022, kata Teten, ekonomi digital meningkat 5 kali lipat. Bahkan menyumbang 41,5 persen GDP

BACA JUGA

Prudential Syariah Luncurkan SIGAP untuk Cetak Entrepreneur Muda Mandiri

Dr. Suardi Nilai Perdamaian Kasus BNI Parigi Sesuai Prinsip Hukum Perdata

“Saya kira kita harus meniru seperti China. China itu transformasi digitalnya melahirkan ekonomi baru, bukan membunuh ekonomi lama,” ujarnya ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 12 September.

Bahkan, sambung Teten, China juga memisahkan platform perdagangan daring dari media sosial. Misalnya TikTok, kata Teten, platform media sosial dengan platform dagang dipisah.

“Kita tiru model Tiongkok. Di Tiongkok platfrom digital tidak boleh monopoli, diatur medsos ya medsos, dagang ya dagang, dipisah. TikTok sendiri di Tiongkok dipisah antara medsos-nya dan shop-nya tapi di Indonesia itu dibolehkan lah yang bodoh siapa?,” ucapnya.

Menurut Teten, dengan diperketat aturan terkait ekonomi digital di dalam negeri, Indonesia tidak perlu takut kehilangan pasar ataupun hengkanya investor dari dalam negeri. Pasalnya, Indonesia memiliki 200 juta jiwa penduduk dan menjadi pasar terbesar ketiga di Asia.

“Market digital kita tuh paling besar nomor 3 se-Asia. Jadi kalau kita mau atur perdagangan kita, mereka tidak bisa hengkang juga. Mereka akan kehilangan pasar kalau mereka mau pergi,” katanya.

Tags: Menko TetenMetapos.idPasar digital
Previous Post

Bank Mandiri dan DBS Salurkan Kredit untuk TBS Energi Utama

Next Post

Tri Luncurkan HappyFlex #SeenakAku

Related Posts

Prudential Syariah Luncurkan SIGAP untuk Cetak Entrepreneur Muda Mandiri
Ekbis

Prudential Syariah Luncurkan SIGAP untuk Cetak Entrepreneur Muda Mandiri

26 June 2026
Dr. Suardi Nilai Perdamaian Kasus BNI Parigi Sesuai Prinsip Hukum Perdata
Ekbis

Dr. Suardi Nilai Perdamaian Kasus BNI Parigi Sesuai Prinsip Hukum Perdata

26 June 2026
Listrik Prabayar PLN, Ini Tarif Token dan Cara Membelinya
Ekbis

Listrik Prabayar PLN, Ini Tarif Token dan Cara Membelinya

26 June 2026
Diversifikasi Aset Jadi Strategi Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global
Ekbis

Diversifikasi Aset Jadi Strategi Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global

25 June 2026
Buka Akses Kerja Difabel, Bank Mandiri Taspen dan PNM Hadirkan Program Vokasi
Ekbis

Buka Akses Kerja Difabel, Bank Mandiri Taspen dan PNM Hadirkan Program Vokasi

25 June 2026
Kemhan Gandeng Fincantieri, Dieselindo Dapat Transfer Teknologi Pertahanan
Ekbis

Kemhan Gandeng Fincantieri, Dieselindo Dapat Transfer Teknologi Pertahanan

24 June 2026
Next Post
Tri Luncurkan HappyFlex #SeenakAku

Tri Luncurkan HappyFlex #SeenakAku

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini