Wednesday, September 30, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Menkop Teten: Indonesia Perlu Contoh China Perketat Aturan Pasar Digital

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
13 September 2023
in Ekbis
Kemenkop UKM Gandeng BPS Perkuat Pendataan Koperasi dan UMKM

Jakarta,Metapos.id – Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan Indonesia perlu mencontoh China dalam urusan tata niaga ekonomi digital. Dimana China menerapkan aturan yang sangat ketat untuk produk impor.

Kata Teten, pasar digital China dikuasai domestik, sementara impor hanya tercatat 10 persen. Dalam waktu 10 tahun di china 2012-2022, kata Teten, ekonomi digital meningkat 5 kali lipat. Bahkan menyumbang 41,5 persen GDP

BACA JUGA

Prudential Syariah Borong Tiga Penghargaan

Pemerintah Tegaskan Pertalite Tak Naik 2026

“Saya kira kita harus meniru seperti China. China itu transformasi digitalnya melahirkan ekonomi baru, bukan membunuh ekonomi lama,” ujarnya ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, 12 September.

Bahkan, sambung Teten, China juga memisahkan platform perdagangan daring dari media sosial. Misalnya TikTok, kata Teten, platform media sosial dengan platform dagang dipisah.

“Kita tiru model Tiongkok. Di Tiongkok platfrom digital tidak boleh monopoli, diatur medsos ya medsos, dagang ya dagang, dipisah. TikTok sendiri di Tiongkok dipisah antara medsos-nya dan shop-nya tapi di Indonesia itu dibolehkan lah yang bodoh siapa?,” ucapnya.

Menurut Teten, dengan diperketat aturan terkait ekonomi digital di dalam negeri, Indonesia tidak perlu takut kehilangan pasar ataupun hengkanya investor dari dalam negeri. Pasalnya, Indonesia memiliki 200 juta jiwa penduduk dan menjadi pasar terbesar ketiga di Asia.

“Market digital kita tuh paling besar nomor 3 se-Asia. Jadi kalau kita mau atur perdagangan kita, mereka tidak bisa hengkang juga. Mereka akan kehilangan pasar kalau mereka mau pergi,” katanya.

Tags: Menko TetenMetapos.idPasar digital
Previous Post

Bank Mandiri dan DBS Salurkan Kredit untuk TBS Energi Utama

Next Post

Tri Luncurkan HappyFlex #SeenakAku

Related Posts

Prudential Syariah meraih tiga penghargaan dalam Prominent Awards 2026 untuk perlindungan kesehatan, transformasi asuransi, dan literasi syariah.
Ekbis

Prudential Syariah Borong Tiga Penghargaan

30 September 2026
Kementerian ESDM menegaskan harga Pertalite tidak naik hingga akhir 2026 dan membantah informasi kenaikan yang beredar di media sosial.
Ekbis

Pemerintah Tegaskan Pertalite Tak Naik 2026

25 September 2026
Industri Furnitur Terhubung dalam Satu Platform di Jakarta
Ekbis

Industri Furnitur Terhubung dalam Satu Platform di Jakarta

24 September 2026
Petrokimia Gresik Bawa Inovasi Hijau ke Forum PBB
Ekbis

Petrokimia Gresik Bawa Inovasi Hijau ke Forum PBB

24 September 2026
Ekbis

Pemerintah Siapkan Pembangkit Listrik Berkapasitas 100 GW

23 September 2026
Tokopedia dan TikTok Shop menjadi platform digital pertama yang menampilkan produk lokal kurasi Kemendag melalui kolaborasi #BeliLokal.
Ekbis

Tokopedia dan TikTok Shop Tampilkan Produk BuSan

22 September 2026
Next Post
Tri Luncurkan HappyFlex #SeenakAku

Tri Luncurkan HappyFlex #SeenakAku

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini