Saturday, October 31, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Tidur Kurang dari 6 Jam, Risiko Stroke Bisa Meningkat

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
31 October 2026
in Lifestyle & Health
Tidur Kurang dari 6 Jam, Risiko Stroke Bisa Meningkat

Metapos.id, Jakarta – Pola tidur yang buruk tidak hanya menyebabkan tubuh mudah lelah, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan pembuluh darah. Jika terjadi terus-menerus, kurang tidur berpotensi meningkatkan sejumlah faktor yang berkaitan dengan risiko stroke.

Peringatan Hari Stroke Sedunia pada 29 Oktober 2026 menjadi momentum untuk kembali memperhatikan pentingnya kualitas istirahat. World Stroke Organization mencatat stroke sebagai penyebab kematian tertinggi kedua sekaligus penyebab kecacatan tertinggi ketiga di dunia. Sekitar 80 persen kasus stroke diperkirakan dapat dicegah melalui penerapan pola hidup yang lebih sehat.

BACA JUGA

Wisata Edukasi Mangrove di Pekalongan, Pilihan Liburan yang Lebih Bermakna

Sinopsis Film Rocky Balboa, Perjuangan Terakhir Sang Petinju Legendaris

Konsultan Neurologi Yashoda Hospitals, dr. Bharath Kumar Surisetti, menerangkan bahwa satu atau dua kali begadang tidak serta-merta membuat seseorang mengalami stroke. Namun, kebiasaan tidur yang kurang atau tidak berkualitas dalam waktu lama dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Kurang tidur secara berulang dapat mengacaukan mekanisme tubuh dalam mengendalikan tekanan darah, memicu peradangan, serta mengganggu pengaturan gula darah. Apabila berlangsung terus-menerus, gangguan tersebut dapat berkontribusi terhadap munculnya hipertensi, obesitas, dan diabetes tipe 2, yang dikenal sebagai faktor risiko stroke.

Hubungan antara durasi tidur dan stroke juga terlihat dalam sejumlah penelitian. Metaanalisis yang diterbitkan dalam jurnal GeroScience pada 2025 menemukan pola hubungan berbentuk U. Orang yang tidur sekitar lima hingga enam jam atau kurang setiap malam dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke hingga 29 persen.

Sementara itu, analisis pada 2021 menunjukkan bahwa durasi tidur lebih dari delapan hingga sembilan jam berkaitan dengan risiko stroke 1,38 kali lebih tinggi. Temuan tersebut menunjukkan bahwa durasi tidur yang terlalu singkat maupun terlalu panjang sama-sama perlu diperhatikan.

Gangguan Pernapasan Saat Tidur Perlu Diwaspadai

Selain lamanya waktu istirahat, kondisi pernapasan ketika tidur juga berpengaruh terhadap kesehatan. Salah satunya adalah obstructive sleep apnea atau henti napas obstruktif saat tidur, yaitu gangguan yang menyebabkan pernapasan terhenti sementara secara berulang.

Jeda napas tersebut dapat membuat kadar oksigen dalam darah menurun dan menambah beban kerja jantung serta pembuluh darah. Tinjauan yang diterbitkan dalam European Respiratory Journal pada 2020 menyebutkan, penderita henti napas obstruktif dengan tingkat keparahan berat memiliki risiko kejadian stroke hingga dua kali lipat.

Konsultan Bedah Saraf Cytecare Hospitals, dr. Sauradeep Sarkar, juga mengingatkan bahwa kebiasaan tidur terlalu lama tidak boleh diabaikan. Durasi istirahat yang berlebihan terkadang berkaitan dengan kondisi kesehatan lain yang belum terdiagnosis.

Untuk menjaga kesehatan, masyarakat dianjurkan mempertahankan jadwal tidur yang konsisten dengan durasi sekitar tujuh hingga sembilan jam setiap malam. Kebiasaan mengurangi konsumsi kafein pada sore hari, membatasi penggunaan gawai menjelang tidur, dan melakukan aktivitas fisik secara rutin juga dapat membantu meningkatkan kualitas istirahat.

Gejala seperti mendengkur keras, terbangun sambil terengah-engah, kesulitan tidur, hingga rasa lelah berlebihan pada siang hari sebaiknya tidak diabaikan. Jika keluhan tersebut sering terjadi, pemeriksaan ke tenaga medis diperlukan untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan penanganan yang sesuai.

Tags: Hari Stroke SeduniaKesehatan Pembuluh Darahkualitas tidurkurang tidurMetapos.idRisiko Stroke
Previous Post

Polri Siapkan Program Polisi Peduli Pengangguran, Sasar Warga Belum Bekerja

Related Posts

Wisata Edukasi Mangrove di Pekalongan, Pilihan Liburan yang Lebih Bermakna
Lifestyle & Health

Wisata Edukasi Mangrove di Pekalongan, Pilihan Liburan yang Lebih Bermakna

31 October 2026
Cristiano Ronaldo Kini Koleksi 985 Gol Sepanjang Karier
Lifestyle & Health

Sinopsis Film Rocky Balboa, Perjuangan Terakhir Sang Petinju Legendaris

30 October 2026
Cristiano Ronaldo Kini Koleksi 985 Gol Sepanjang Karier
Lifestyle & Health

Makna Lagu ADDICTED Milik Jisoo BLACKPINK, tentang Cinta yang Membelenggu

30 October 2026
Cristiano Ronaldo Kini Koleksi 985 Gol Sepanjang Karier
Lifestyle & Health

Aktor Legendaris Patrick Stewart Meninggal Dunia pada Usia 86 Tahun

30 October 2026
Keseringan Makan Gorengan? Ini Efeknya terhadap Kondisi Kulit
Lifestyle & Health

Keseringan Makan Gorengan? Ini Efeknya terhadap Kondisi Kulit

30 October 2026
Raw Vision Collective dan FLOQ Hadirkan After Party YE Live in Jakarta
Lifestyle & Health

Raw Vision Collective dan FLOQ Hadirkan After Party YE Live in Jakarta

30 October 2026
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini