Metapos.id, Jakarta – Kawasan pesisir Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mulai diarahkan menjadi destinasi wisata yang mengedepankan pelestarian alam. Dua lokasi yang dikembangkan adalah Pekalongan Mangrove Park (PMP) di Kelurahan Kandang Panjang serta kawasan ekowisata di Kelurahan Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara.
Kedua kawasan tersebut menawarkan konsep wisata edukasi. Pengunjung dapat menikmati suasana alam sekaligus mengenal lebih jauh peran hutan mangrove dalam menjaga kawasan pantai utara Jawa.
Team Leader PMU Kemitraan Indonesia, Arief Mahmudi, menjelaskan bahwa pengembangan wisata di kedua lokasi itu tidak hanya berfokus pada kunjungan rekreasi. Ada materi pembelajaran yang disiapkan agar wisatawan memahami persoalan lingkungan di wilayah pesisir.
“Jadi orang diajak wisata sekaligus melihat-lihat sekitar sambil mendapatkan informasi dan edukasi, misalnya tentang bahaya rob, bagaimana menjaga lingkungan, dan pentingnya mangrove ditanam,” kata Arief kepada wartawan, dikutip Sabtu (31/10/2026).
Selama berkunjung, wisatawan direncanakan dapat menjelajahi area mangrove dan mempelajari sejumlah jenis tanaman yang ada di sana. Mereka juga akan mendapat penjelasan tentang manfaat vegetasi tersebut dalam menjaga kondisi pantai serta menghadapi ancaman kerusakan lingkungan.
Edukasi lainnya berkaitan dengan penerapan konsep *silvofishery*. Sistem ini mengintegrasikan kawasan mangrove dengan kegiatan perikanan, sehingga pengelolaan sumber daya pesisir tetap memperhatikan keseimbangan antara lingkungan dan mata pencaharian masyarakat.
“Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan pemanfaatan kawasan pesisir secara berkelanjutan,” ujar Arief.
Penanaman Mangrove Jadi Bagian dari Wisata
Upaya pengembangan Pekalongan Mangrove Park juga mencakup pemeliharaan tanaman yang sudah ada serta penambahan vegetasi baru. Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas kawasan mangrove sekaligus mendukung fungsi ekologis wilayah pesisir.
Pengunjung nantinya juga dapat mengikuti kegiatan penanaman mangrove secara langsung. Aktivitas bersama ini direncanakan menjadi agenda berkala yang melibatkan wisatawan dan warga setempat.
Pengembangan wisata berbasis mangrove diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi kawasan pesisir Pekalongan. Selain menjadi alternatif tujuan liburan, kegiatan tersebut juga dapat menjadi sarana untuk mengenalkan pentingnya menjaga lingkungan kepada masyarakat.
Dengan melibatkan pengunjung dalam aktivitas edukasi dan penanaman, kawasan ini diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian mangrove secara berkelanjutan.






