Thursday, October 22, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

BKSDA Pantau Keberadaan Macan Tutul Jawa di Nusakambangan

Aulia Fitrie by Aulia Fitrie
21 October 2026
in Nasional
BKSDA Jawa Tengah merekam seekor macan tutul Jawa di Cagar Alam Nusakambangan Barat saat pemantauan pada 12–15 Oktober 2026.

BKSDA Jawa Tengah merekam seekor macan tutul Jawa di Cagar Alam Nusakambangan Barat saat pemantauan pada 12–15 Oktober 2026.

Metapos.id, Jakarta – Seekor macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) terekam kamera jebak di kawasan Cagar Alam Nusakambangan Barat, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Rekaman tersebut diperoleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah dalam kegiatan pemantauan yang berlangsung pada 12–15 Oktober 2026.

BACA JUGA

Polri Ungkap 11 Korporasi Tersangka Karhutla, Termasuk Tiga Perusahaan Asing

Kebakaran KMP Batumandi, Seluruh Penumpang Dievakuasi

Kepala Resor Konservasi Sumber Daya Alam (RKSDA) Wilayah Cilacap, Wahyono Restanto, mengatakan rekaman itu belum dapat dijadikan dasar untuk memastikan jumlah populasi macan tutul Jawa di seluruh Pulau Nusakambangan.

“Pemantauan kemarin hanya sebentar. Yang tertangkap kamera trap satu individu, kemungkinan terekam pada Selasa (13/10) malam hingga Rabu (14/10) dini hari,” katanya.

Berdasarkan penelitian terakhir, populasi macan tutul Jawa di Pulau Nusakambangan diperkirakan mencapai sekitar 20 individu.

Khusus di Cagar Alam Nusakambangan Barat, satwa tersebut beberapa kali terpantau dengan perkiraan keberadaan empat individu, sedangkan di Cagar Alam Nusakambangan Timur diperkirakan terdapat enam individu.

Sementara itu, individu lainnya diperkirakan berada di kawasan hutan di luar cagar alam.

Wahyono menegaskan bahwa angka tersebut berasal dari pengamatan di kawasan tertentu dan belum mencerminkan hasil pendataan menyeluruh terhadap populasi macan tutul Jawa di seluruh Pulau Nusakambangan.

Berbagai Satwa Liar Terpantau di Nusakambangan

Pemantauan menggunakan kamera jebak tidak hanya merekam keberadaan macan tutul Jawa, tetapi juga sejumlah satwa liar lain yang hidup di kawasan tersebut.

Satwa yang terpantau antara lain kancil, kijang, landak, dan biawak.

Selain itu, beberapa satwa yang dilindungi dan relatif jarang terlihat, seperti binturong (Arctictis binturong), kucing hutan (Prionailurus bengalensis), dan elang Jawa (Nisaetus bartelsi), juga pernah terpantau dalam kegiatan pemantauan di Nusakambangan.

“Keberadaan berbagai jenis satwa tersebut menunjukkan pentingnya menjaga kelestarian habitat di kawasan konservasi Nusakambangan,” katanya.

Aktivitas Pembangunan Perlu Diperhatikan

Terkait aktivitas proyek pembangunan di sejumlah lokasi di Pulau Nusakambangan, Wahyono mengatakan kegiatan tersebut berpotensi memengaruhi kondisi satwa liar dan habitatnya.

Namun, pihaknya belum melakukan kajian terperinci untuk mengetahui besaran dampak aktivitas pembangunan terhadap keberadaan maupun pergerakan satwa di kawasan tersebut.

“Kami masih berfokus pada pemantauan di kawasan cagar alam, sehingga belum bisa menjelaskan secara detail pengaruh aktivitas proyek pembangunan terhadap satwa liar,” ucapnya.

Wahyono meminta masyarakat, petugas lembaga pemasyarakatan, serta pekerja yang beraktivitas di Nusakambangan untuk tidak mengganggu, menangkap, atau memburu satwa liar yang dijumpai.

Tags: BKSDA Jawa TengahCagar Alam Nusakambangan BaratCilacapHeadlinekamera jebakkonservasi satwa liarmacan tutul JawaMetaposNusakambangansatwa dilindungi
Previous Post

Persija Tampil Perkasa, Lima Gol ke Gawang Arema Antar Mereka ke Puncak

Next Post

Nuayman bin Amr, Sahabat Nabi yang Dikenal Humoris

Related Posts

Polri Ungkap 11 Korporasi Tersangka Karhutla, Termasuk Tiga Perusahaan Asing
Nasional

Polri Ungkap 11 Korporasi Tersangka Karhutla, Termasuk Tiga Perusahaan Asing

21 October 2026
KMP Batumandi terbakar di Selat Sunda saat membawa 420 penumpang dan 89 kendaraan. Seluruh penumpang berhasil dievakuasi tanpa korban jiwa.
Nasional

Kebakaran KMP Batumandi, Seluruh Penumpang Dievakuasi

21 October 2026
Luhut Usul Kerugian Negara Bukan Unsur Korupsi, Anggota DPR Menolak
Nasional

Luhut Usul Kerugian Negara Bukan Unsur Korupsi, Anggota DPR Menolak

21 October 2026
Jadwal Keberangkatan Haji 2027 Dirilis Lebih Cepat, Komnas Haji Beri Apresiasi
Nasional

Jadwal Keberangkatan Haji 2027 Dirilis Lebih Cepat, Komnas Haji Beri Apresiasi

21 October 2026
Luhut Usul Kerugian Negara Dipisahkan dari Tindak Pidana Korupsi
Nasional

Luhut Usul Kerugian Negara Dipisahkan dari Tindak Pidana Korupsi

21 October 2026
Pengendara motor antre mengisi bahan bakar di SPBU Pertamina COCO, Jakarta, Minggu (3/1). Rilis Pertamina bahwa mulai 5 Januari nanti, harga Pertalite akan diturunkan dari saat ini Rp 8.200 per liter menjadi Rp 7.930 per liter. Sementara harga Pertamax turun dari Rp 8.650 per liter menjadi Rp 8.450 per liter. Penurunan harga ini, selain lantaran melemahnya harga minyak mentah, juga mengikuti rencama pemerintah memangkas harga BBM jenis premium dan solar.
Nasional

Cadangan Pertalite Nasional Tersedia untuk 16-20 Hari

20 October 2026
Next Post
Nuayman bin Amr, Sahabat Nabi yang Dikenal Humoris

Nuayman bin Amr, Sahabat Nabi yang Dikenal Humoris

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini