Metapos.id, Jakarta – Peneliti di Australia mengembangkan pendekatan baru untuk menargetkan kelainan genetik yang memicu kanker melalui metode yang berfokus pada fusi gen abnormal.
Penelitian yang dipimpin ilmuwan dari Peter MacCallum Cancer Centre bersama sejumlah lembaga riset tersebut dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Science Advances dan berpotensi mendukung pengembangan terapi kanker yang lebih personal.
Fusi gen terjadi ketika dua gen bergabung secara tidak normal sehingga membentuk susunan genetik baru yang dapat mendorong pertumbuhan sel kanker.
Melalui pendekatan ini, peneliti berupaya mengenali sidik jari molekuler khas dari fusi gen, kemudian mengembangkan strategi untuk menargetkan kelainan tersebut secara spesifik.
Pendekatan itu diharapkan dapat menghambat sinyal yang mendorong pertumbuhan kanker sekaligus meminimalkan dampak terhadap sel-sel sehat di sekitarnya.
Peter MacCallum Cancer Centre menyebut teknologi tersebut dirancang untuk mendukung pengembangan obat yang dapat disesuaikan dengan profil genetik tumor setiap pasien.
Konsep ini sejalan dengan pengobatan personal atau personalized medicine, yakni pendekatan medis yang mempertimbangkan karakteristik biologis dan genetik masing-masing pasien dalam menentukan terapi.
Dalam pengobatan kanker, identifikasi perubahan genetik pada tumor dapat membantu peneliti menentukan sasaran terapi yang lebih spesifik dibandingkan pendekatan yang tidak didasarkan pada karakteristik molekuler tumor.
Jika berhasil dikembangkan lebih lanjut, metode penargetan fusi gen berpotensi membuka peluang terapi baru bagi sejumlah kanker yang pertumbuhannya dipengaruhi oleh kelainan genetik tersebut.
Meski demikian, temuan penelitian belum berarti pengobatan ini telah tersedia secara luas atau terbukti efektif untuk semua pasien kanker. Pengembangan lebih lanjut dan pengujian klinis tetap diperlukan untuk memastikan keamanan, efektivitas, serta jenis kanker yang dapat ditangani menggunakan pendekatan tersebut.







