Metapos.id, Jakarta – Layanan kecerdasan buatan (AI) DeepSeek mengalami gangguan selama sekitar lima jam pada Kamis (15/10/2026). Model V4-Pro, V4.1-Flash, dan layanan percakapan atau chat tidak dapat digunakan sejak pukul 08.00 hingga 13.00 waktu setempat.
Dilansir dari berbagai sumber DeepSeek belum mengungkap penyebab gangguan tersebut. Namun, sejumlah pihak menduga keterbatasan sumber daya komputasi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi layanan, menurut laporan Nikkei Asia pada Sabtu (17/10), Minggu (18/10/2026).
Sebagai kompensasi, pelanggan berbayar menerima pengembalian dana sebagian untuk periode 8 hingga 14 Oktober dalam bentuk kredit yang dapat digunakan untuk layanan berikutnya. Media China melaporkan salah satu contoh kompensasi mencapai 3.000 yuan atau sekitar Rp8,1 juta.
Gangguan DeepSeek Berulang
Gangguan kali ini bukan yang pertama dialami DeepSeek. Saat meluncurkan model R1 pada Januari dan Februari 2025, perusahaan tersebut juga menghadapi serangkaian masalah layanan.
Model R1 sempat menarik perhatian industri teknologi karena DeepSeek mengklaim mampu menghadirkan kinerja tinggi dengan biaya lebih rendah. Peluncurannya bahkan memicu gejolak saham teknologi di berbagai negara.
Pada 2026, gangguan layanan dilaporkan meningkat sejak Juli dan Agustus, setelah model V4-Flash dan V4-Pro dirilis. Nikkei menilai gangguan pada pekan ini termasuk salah satu insiden yang cukup serius.
Lonjakan penggunaan setelah peluncuran V4.1-Flash pada 10 September diduga turut menambah tekanan terhadap infrastruktur DeepSeek. Sejumlah media China juga menyoroti ketidakseimbangan antara kapasitas komputasi dan volume penggunaan, termasuk persoalan alokasi daya pemrosesan.
DeepSeek Dikabarkan Siapkan Pendanaan Besar
Di tengah persoalan tersebut, DeepSeek diperkirakan segera merampungkan penggalangan dana dari investor eksternal dengan nilai yang berpotensi mencapai 100 miliar yuan atau sekitar Rp269,8 triliun.
Sejumlah dana investasi China dan perusahaan teknologi Tencent Holdings disebut termasuk di antara calon investornya. Dana tersebut diperkirakan akan digunakan untuk memperkuat infrastruktur komputasi, termasuk pengadaan chip.
Pengadaan chip menjadi tantangan tersendiri karena Amerika Serikat membatasi ekspor semikonduktor AI berkinerja tinggi ke China. Kondisi ini membuat pengembangan infrastruktur AI DeepSeek turut bergantung pada pasokan chip dari produsen domestik.







