Friday, October 16, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Pramono Sebut Kualitas Udara Jakarta Memburuk dalam Tiga Hari Terakhir

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
16 October 2026
in News
Pramono Sebut Kualitas Udara Jakarta Memburuk dalam Tiga Hari Terakhir

Metapos.id, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan bahwa kualitas udara di Ibu Kota memburuk selama dua hingga tiga hari terakhir. Ia menyampaikan kondisi tersebut saat ditemui di Jakarta Utara pada Jumat, 16 Oktober 2026.

“Memang sekarang ini dalam 2-3 hari ini kondisi asap kita, kondisi udara kita mengalami kondisi yang memburuk,” ujar Pramono di Jakarta Utara, Jumat (16/10).

BACA JUGA

“Saya Bukan Robot, Pak!” Operator SPBU Bali Tak Kuasa Menahan Tangis

Lima Tersangka Korupsi BNPB Resmi Masuk Tahanan KPK

Pramono menjelaskan, Pemprov DKI memiliki ratusan alat pemantau emisi untuk mengawasi kondisi udara di Jakarta. Keberadaan perangkat tersebut memungkinkan pemerintah daerah memperoleh data secara mandiri, tanpa hanya bergantung pada laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Jakarta mempunyai pemantau untuk emisi itu jumlahnya ratusan. Sebenarnya tanpa dari BMKG aja datanya sudah ada. Penegasannya bahwa ini cuacanya memburuk,” ujarnya, dikutip dari berbagai sumber, Jumat (16/10/2026).

Ia mengungkapkan, keinginan untuk menyampaikan informasi mengenai penurunan kualitas udara sebenarnya sudah muncul sejak tiga hari sebelumnya. Namun, Pramono memilih berhati-hati agar pernyataan tersebut tidak memicu perdebatan mengenai penyebab memburuknya kondisi udara.

“Dari tiga hari yang lalu saya ingin menyampaikan kepada publik, tetapi saya tidak ingin kemudian ini malah menjadi pro-kontra, apakah ini disebabkan oleh apa?” ungkapnya.

Pramono menegaskan bahwa dirinya tidak ingin menyalahkan pihak mana pun atas kondisi tersebut. Pemprov DKI kini berfokus menyiapkan langkah antisipasi untuk melindungi masyarakat dari potensi gangguan kesehatan akibat kualitas udara yang menurun.

Pemprov DKI Siagakan Ratusan Fasilitas Kesehatan

Menghadapi kondisi tersebut, Pramono telah menginstruksikan Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk memastikan seluruh fasilitas kesehatan terkait berada dalam kondisi siap siaga. Langkah ini ditujukan untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya warga yang mengalami gangguan kesehatan.

“Saya sudah memerintahkan kepada jajaran Kadinkes (Kepala Dinas Kesehatan), terutama rumah sakit,dan juga puskesmas, pembantu puskesmas, untuk mereka bersiap diri,” ujar Pramono.

Kesiapan fasilitas kesehatan mencakup pelayanan bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan maupun keluhan lain yang berpotensi berkaitan dengan penurunan kualitas udara. Pemerintah daerah meminta tenaga kesehatan bersiap memberikan bantuan sesuai kebutuhan warga.

“Bersiap diri memberikan bantuan sepenuhnya bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan ataupun hal-hal yang lain yang berkaitan dengan kondisi udara yang seperti ini,” jelasnya.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Pemprov DKI telah menyiagakan 31 rumah sakit, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu. Fasilitas-fasilitas tersebut diharapkan mampu mendukung penanganan medis bagi masyarakat yang terdampak.

BMKG Belum Temukan Sebaran Asap Karhutla ke Jakarta

Penurunan kualitas udara di Jakarta sebelumnya menjadi perbincangan di media sosial, khususnya Threads. Sejumlah pengguna menghubungkan kondisi tersebut dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

Warganet mempertanyakan kemungkinan asap kebakaran terbawa hingga ke Ibu Kota. Menanggapi kekhawatiran tersebut, Sekretaris Utama BMKG Guswanto menyatakan Jakarta dan wilayah Jabodetabek belum termasuk dalam area sebaran asap yang terpantau.

“Namun, BMKG menegaskan bahwa asap tersebut belum terpantau mengarah ke Jakarta,” ujar Guswanto, Rabu (14/10).

Dengan demikian, hubungan antara memburuknya kualitas udara Jakarta dan asap karhutla belum dapat dipastikan berdasarkan keterangan yang tersedia. Sementara itu, Pemprov DKI tetap meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi potensi dampak terhadap masyarakat.

Tags: Asap KarhutlaBMKGkualitas udaraMetapos.idPolusi JakartaPramono Anung
Previous Post

Empat Kekalahan Beruntun, Persijap Ganti Pelatih

Related Posts

“Saya Bukan Robot, Pak!” Operator SPBU Bali Tak Kuasa Menahan Tangis
News

“Saya Bukan Robot, Pak!” Operator SPBU Bali Tak Kuasa Menahan Tangis

16 October 2026
Lima Tersangka Korupsi BNPB Resmi Masuk Tahanan KPK
News

Lima Tersangka Korupsi BNPB Resmi Masuk Tahanan KPK

14 October 2026
Geger! Pejabat BNPB Dikabarkan Terjaring OTT KPK
News

Geger! Pejabat BNPB Dikabarkan Terjaring OTT KPK

13 October 2026
Jakarta Targetkan Seluruh Bus TransJakarta Beralih ke Energi Bersih
News

Jakarta Targetkan Seluruh Bus TransJakarta Beralih ke Energi Bersih

13 October 2026
Houthi Serang Bandara Riyadh, Ini Kondisi Penerbangan dari Soetta
News

Houthi Serang Bandara Riyadh, Ini Kondisi Penerbangan dari Soetta

12 October 2026
Bawa Nama Pele-Maradona dalam Konflik, Ronaldo Jadi Sasaran Kritik
News

Bawa Nama Pele-Maradona dalam Konflik, Ronaldo Jadi Sasaran Kritik

11 October 2026
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini