Metapos.id, Jakarta – Penjualan penjernih udara atau air purifier dan pendingin udara (AC) di Singapura melonjak di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sejumlah perusahaan ritel melaporkan peningkatan permintaan dalam beberapa pekan terakhir.
Perusahaan ritel Courts mencatat penjualan penjernih udara meningkat hingga 600 persen dan AC naik 50 persen selama periode 28 September hingga 12 Oktober 2026.
“Staf penjualan di toko dan tim layanan pelanggan online kami melihat peningkatan signifikan dalam pertanyaan, dengan pelanggan sering meminta rekomendasi berdasarkan area cakupan ruangan, masa pakai filter dan frekuensi penggantian, efisiensi energi, dan unit multifungsi,” demikian pernyataan Court pada Senin (12/10), dikutip dari berbagai sumber, Rabu (14/10/2026).
Meski permintaan meningkat, Courts menyatakan stok produknya masih mencukupi di 12 gerai maupun platform penjualan daring.
Lonjakan serupa juga dialami Gain City. Perusahaan ritel tersebut menyebut permintaan penjernih udara mulai meningkat dalam beberapa pekan terakhir dan melonjak tajam sejak 9 Oktober.
Gain City melaporkan penjualan penjernih udara naik hingga sembilan kali lipat dibandingkan Agustus 2026. Perusahaan juga mencatat peningkatan penjualan melalui platform daring.
“[Kami telah melihat] peningkatan yang baik dalam penjualan online,” demikian pernyataan perusahaan itu.
Pada 10 dan 11 Oktober, Gain City menyebut permintaan pembelian berada pada tingkat yang “sangat kuat”. Beberapa model bahkan habis terjual, sehingga sejumlah konsumen memilih membeli unit pajangan agar dapat langsung membawa pulang produk tanpa menunggu pengiriman.
Peningkatan permintaan tersebut terjadi setelah kualitas udara Singapura memburuk akibat kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia, terutama Sumatra dan Kalimantan.
Pada pekan sebelumnya, Indeks Standar Polutan (PSI) di Singapura berada pada kisaran 101 hingga 200, yang termasuk kategori tidak sehat. Kondisi tersebut mendorong masyarakat mencari cara untuk mengurangi paparan polusi udara di dalam ruangan.
Lonjakan penjualan penjernih udara dan AC pun menjadi salah satu dampak yang dirasakan sektor ritel di tengah kabut asap yang menyelimuti Singapura.







