Metapos.id, Jakarta — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan anggaran Rp 5,07 triliun untuk mendukung peralihan armada TransJakarta menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan rencana tersebut saat menghadiri penandatanganan 15 kerja sama antara badan usaha milik daerah (BUMD), badan usaha milik negara (BUMN), dan perangkat daerah di Balai Kota Jakarta, Senin (12/10/2026).
“Pada tahun 2029, bus kita semuanya sudah menggunakan listrik, hidrogen, ataupun hybrid,” ujar Pramono, dikutip dari berbagai sumber, Selasa (13/10/2026).
Saat ini, sekitar 500 bus listrik telah beroperasi di Jakarta. Sementara itu, total armada TransJakarta mencapai sekitar 3.782 bus.
Pramono menjelaskan, elektrifikasi transportasi menjadi salah satu langkah Pemprov DKI untuk mengurangi polusi udara di Ibu Kota. Selain memperluas penggunaan kendaraan listrik, pemerintah daerah juga akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat mengenai kontribusi aktivitas industri dan pembangkit listrik terhadap pencemaran udara.
“Dan kalau itu sudah bisa diwujudkan, sebenarnya hampir 100% bus kita itu bus elektrik, hybrid, dan hidrogen. Karena sebentar lagi akan ada bus hidrogen dan juga hybrid,” tuturnya.
Ia berharap kerja sama yang telah disepakati dapat mempercepat pengembangan transportasi publik sekaligus meningkatkan kualitas udara Jakarta.







