Metapos.id, Jakarta — Dukungan politik terhadap Presiden Prabowo Subianto untuk kembali bertarung dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mulai mengemuka. Sejumlah partai telah menyatakan kesiapan mengusung Prabowo, tetapi nama calon wakil presiden yang bakal mendampinginya belum ditentukan.
Partai yang menyatakan dukungan tersebut meliputi Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Gerindra, Partai Demokrat, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Meski memiliki arah dukungan yang sama untuk posisi calon presiden, masing-masing partai belum menetapkan pilihan untuk posisi calon wakil presiden.
PAN Beri Prabowo Kewenangan Memilih Cawapres
PAN menegaskan tetap mendukung Prabowo untuk kembali maju dalam Pilpres 2029. Adapun penentuan sosok pendampingnya diserahkan kepada Prabowo sebagai calon presiden yang diusung.
Wakil Ketua Umum DPP PAN Viva Yoga Mauladi menjelaskan, penetapan pasangan calon presiden dan wakil presiden biasanya berlangsung mendekati waktu pemilihan.
“Sikap PAN soal Pilpres 2029 sudah jelas, tidak tergoyahkan. Soal calon pasangan wakil presiden, kita serahkan kepada calon presiden PAN,” ujar Viva Yoga, dikutip dari berbagai sumber, Senin (12/10/2026).
Golkar Masih Menunggu Waktu untuk Membahas Cawapres
Partai Golkar juga telah memantapkan dukungannya kepada Prabowo untuk Pilpres 2029. Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menyebut keputusan tersebut sudah menjadi sikap partai sejak akhir 2024.
“Ya sejak tahun akhir 2024, standing position Golkar kan jelas, bahwa kami menghadapi Pilpres tahun 2029, kami sudah punya calon namanya Pak Prabowo, ya,” ujar Doli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Kendati demikian, Golkar belum menentukan kandidat wakil presiden yang akan didukung. Pembahasan mengenai nama pendamping Prabowo dinilai lebih tepat dilakukan menjelang pendaftaran pasangan calon, setelah partai-partai pengusung membangun kesepakatan.
Doli juga berpandangan bahwa pengumuman calon wakil presiden nantinya akan dilakukan oleh calon presiden. Oleh sebab itu, Golkar belum membicarakan secara terbuka siapa sosok yang berpeluang mendampingi Prabowo.
Gerindra Siapkan Prabowo untuk Periode Kedua
Dukungan terhadap Prabowo juga datang dari partainya sendiri, Gerindra. Pada peringatan HUT ke-17 partai, Sabtu (15/2/2025), Gerindra menyatakan keinginan untuk kembali mengusung Prabowo sebagai presiden pada Pemilu 2029.
Saat itu, Sekretaris Jenderal Gerindra yang dijabat Ahmad Muzani menyampaikan aspirasi kader agar Prabowo kembali dicalonkan untuk memimpin Indonesia selama periode kedua.
Pernyataan tersebut mempertegas posisi Gerindra yang ingin mempertahankan Prabowo sebagai kandidat utama partai dalam kontestasi Pilpres mendatang.
Demokrat dan PKB Pertahankan Komitmen Politik
Partai Demokrat turut menyatakan dukungan kepada Prabowo. Kepala Badan Komunikasi Strategis Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengungkapkan, partainya belum membahas kandidat lain untuk diusung sebagai calon presiden pada 2029.
“Tentu kalau bicara mengenai capres pada tahun 2029, ada waktunya nanti. Saat ini, kami belum pernah membahasnya, dan belum mendengar ada nama selain Bapak Presiden Prabowo untuk kontestasi 2029,” kata Herzaky dalam keterangannya, Sabtu (10/10/2026).
Herzaky menambahkan, penentuan calon wakil presiden perlu dibicarakan bersama oleh kandidat presiden dan partai-partai yang bersepakat mengusungnya. Menurut dia, pembahasan tersebut belum menjadi prioritas saat ini.
Sikap serupa disampaikan PKB. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin memastikan partainya tetap berkomitmen mendukung Prabowo pada Pemilu 2029.
“Pasti lah. Itu sudah menjadi komitmen,” ujar Cak Imin saat diwawancarai di sela-sela peringatan Hari Lahir ke-28 PKB di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Cak Imin juga menilai kepemimpinan presiden idealnya berlangsung selama dua periode agar program dan agenda pembangunan dapat dijalankan secara berkelanjutan.
Dengan dukungan dari lima partai tersebut, Prabowo telah memiliki sejumlah modal politik untuk menghadapi Pilpres 2029. Namun, penentuan calon wakil presiden masih menjadi pekerjaan rumah bagi partai-partai pendukung, yang hingga kini belum mengumumkan nama kandidat pendampingnya.







