Metapos.id, Jakarta – Penyanyi legendaris Celine Dion sempat lupa lirik dan kehilangan keseimbangan saat tampil dalam konser di Paris, Prancis. Insiden tersebut memicu kekhawatiran penggemar di tengah perjuangannya menjalani perawatan untuk penyakit neurologis langka, stiff-person syndrome.
Kejadian itu berlangsung saat Celine Dion menggelar konser comeback ke-11 di La Défense Arena, Paris, pada 7 Oktober 2026.
Saat membawakan lagu Pour que tu m’aimes encore, Dion terlihat emosional ketika penonton ikut bernyanyi bersama dalam balada berbahasa Prancis tersebut.
“Saya mengerti semua kata-katanya, saya mengerti dengan sempurna, terima kasih,” ucapnya, dikutip dari berbagai sumber, Minggu (11/10/2026).
Namun, beberapa saat kemudian, Dion mendadak berhenti bernyanyi dan menutupi wajahnya dengan kedua tangan. Ia kemudian mengakui lupa bagian lirik lagu yang sedang dibawakan.
“Aku lupa kata-kataku,” ujarnya.
Penonton yang menyadari situasi tersebut turut membantu Dion melanjutkan pertunjukan. Ia pun mengapresiasi dukungan yang diberikan para penggemarnya.
“Syukurlah kalian di sini, aku minta maaf,” kata Celine Dion.
Menurut laporan Le Parisien, Dion juga sempat kehilangan keseimbangan saat membawakan lagu Un autre monde. Meski demikian, ia dengan cepat kembali pulih dan memberikan acungan jempol kepada penonton.
Kejadian tersebut menjadi perhatian karena Dion masih menjalani perawatan untuk stiff-person syndrome, kondisi neurologis langka yang dapat menyebabkan kekakuan otot, kejang, dan kesulitan bergerak. Namun, belum ada penjelasan medis resmi yang menghubungkan dua insiden di panggung itu dengan kondisi kesehatannya.
Dion kembali tampil secara langsung bulan lalu setelah bertahun-tahun menjalani perawatan. Penyakit tersebut sebelumnya membuatnya membatalkan sejumlah rangkaian tur dan mengalami kejang otot yang menyakitkan, termasuk gangguan dalam mengendalikan suara saat bernyanyi.
Perjuangannya menghadapi penyakit tersebut juga diangkat dalam film dokumenter I Am: Céline Dion yang dirilis pada 2024. Film itu memperlihatkan dampak fisik dan emosional yang dialaminya, termasuk episode kejang otot parah selama menjalani perawatan.







