Metapos.id, Jakarta – Menghidupkan sunnah Rasulullah ﷺ merupakan salah satu wujud kecintaan kepada beliau sekaligus upaya meneladani ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Di tengah kesibukan kehidupan modern, umat Islam terkadang kurang memperhatikan amalan-amalan sunnah. Padahal, keteladanan Rasulullah ﷺ tidak hanya berkaitan dengan ibadah, tetapi juga mencakup akhlak, adab, dan cara memperlakukan sesama manusia.
Menghidupkan sunnah dapat dimulai dari hal-hal sederhana, selama amalan tersebut memiliki landasan yang benar dan dilakukan dengan ikhlas.
Rasulullah ﷺ Adalah Teladan Terbaik
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Ahzab ayat 21:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
Artinya: “Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.” (QS. Al-Ahzab: 21).
Ayat tersebut menegaskan bahwa Rasulullah ﷺ merupakan teladan bagi umat Islam. Keteladanan beliau dapat diwujudkan melalui berbagai perilaku, seperti berkata jujur, menjaga amanah, bersabar, menepati janji, dan memperlakukan orang lain dengan baik.
Karena itu, mengikuti sunnah bukan sekadar meniru kebiasaan yang terlihat, melainkan juga berusaha memahami dan menerapkan petunjuk serta akhlak Rasulullah ﷺ sesuai tuntunan Islam.
Menghidupkan Sunnah sebagai Bukti Cinta
Kecintaan kepada Rasulullah ﷺ hendaknya diwujudkan melalui usaha mempelajari dan mengikuti ajaran beliau. Allah SWT berfirman dalam Surah Ali ‘Imran ayat 31:
قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ
Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), ‘Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.’” (QS. Ali ‘Imran: 31).
Ayat ini mengingatkan bahwa kecintaan kepada Allah SWT perlu dibuktikan dengan mengikuti Rasulullah ﷺ. Salah satu caranya adalah membiasakan amalan yang dicontohkan beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Kita dapat memulainya dengan menebarkan salam, membaca doa sehari-hari, menjaga kebersihan, berkata jujur, serta memperlakukan keluarga dengan penuh kasih sayang. Amalan sederhana tersebut dapat menjadi bagian dari upaya meneladani Rasulullah ﷺ apabila dilakukan sesuai tuntunan yang benar.
Menjaga Lisan, Keteladanan yang Relevan Sepanjang Zaman
Salah satu ajaran Rasulullah ﷺ yang tetap relevan hingga saat ini adalah menjaga lisan. Beliau bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
Artinya: “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim).
Hadis tersebut mengajarkan pentingnya mempertimbangkan perkataan sebelum disampaikan. Seorang Muslim hendaknya menghindari ucapan yang menyakiti, menghina, memfitnah, atau merugikan orang lain.
Pesan ini juga berlaku dalam penggunaan media sosial. Menjaga lisan tidak hanya berarti berhati-hati saat berbicara secara langsung, tetapi juga saat menulis komentar, mengunggah sesuatu, atau membagikan informasi.
Sebelum menyebarkan berita, kita perlu memastikan kebenarannya. Dengan demikian, upaya meneladani Rasulullah ﷺ dapat tercermin dalam perilaku di dunia nyata maupun di ruang digital.
Mulai dari Hal Kecil dan Dilakukan secara Konsisten
Menghidupkan sunnah tidak harus dilakukan sekaligus. Kita dapat memulainya secara bertahap dengan mempelajari dalil yang benar, mengamalkan sesuai kemampuan, dan menjaga keikhlasan.
Hal yang tidak kalah penting adalah memahami kedudukan setiap amalan. Semangat menjalankan amalan sunnah hendaknya berjalan beriringan dengan pelaksanaan kewajiban agama. Jangan sampai perhatian terhadap amalan sunnah justru membuat seseorang mengabaikan kewajiban yang lebih utama.
Konsistensi juga perlu dijaga. Amalan sederhana yang dilakukan secara berkelanjutan dapat menjadi bagian dari kebiasaan baik yang membentuk karakter seorang Muslim.
Kesimpulan
Menghidupkan sunnah Nabi Muhammad ﷺ bukan sekadar mengikuti kebiasaan lahiriah, melainkan juga meneladani ajaran, akhlak, dan petunjuk beliau. Kecintaan kepada Rasulullah ﷺ dapat diwujudkan melalui ibadah yang benar, perkataan yang baik, sikap amanah, serta kepedulian terhadap sesama.
Mari mulai dari hal-hal sederhana, mempelajari sunnah berdasarkan sumber yang tepercaya, dan berusaha mengamalkannya dengan ikhlas serta konsisten. Dengan begitu, keteladanan Rasulullah ﷺ dapat semakin nyata dalam kehidupan sehari-hari.







