Metapos.id, Jakarta — Kebiasaan duduk dalam waktu panjang ternyata dapat memengaruhi kondisi tubuh, termasuk memicu keluhan pada bagian leher.
Risiko tersebut perlu menjadi perhatian, terutama bagi anak muda yang sehari-hari banyak menghabiskan waktu bekerja atau beraktivitas di depan meja.
Pemilik sekaligus Chief Physiotherapist Physiorehab, Simon Tri Prasetyo, mengatakan jenis keluhan fisik yang dialami seseorang dapat berbeda berdasarkan usia.
“Pinggang dan leher. Jadi yang pertama dia akan lower back pain,” kata Simon saat ditemui dalam Media Experience di Klinik Phydiorehab cabang Meruya, Jakarta Barat, Jumat (9/10/2026).
Menurut Simon, keluhan pada leher justru cukup banyak ditemukan pada kelompok usia yang lebih muda. Sementara itu, orang berusia lebih tua cenderung mengalami masalah pada bagian pinggang.
“Kalau yang masih muda-muda udah kena, leher. Tapi kalau udah 40-50, pinggang,” ujar Simon.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa anak muda juga perlu memperhatikan kesehatan leher. Terlebih, aktivitas harian yang dilakukan dalam posisi duduk dapat berlangsung selama berjam-jam.
Posisi Duduk Berpengaruh
Tidak hanya lamanya duduk, postur tubuh selama beraktivitas juga dapat berpengaruh terhadap munculnya keluhan pada leher.
Simon menyebut dua posisi yang perlu diperhatikan, yakni slouching dan forward head posture.
Slouching menggambarkan posisi tubuh yang terlalu membungkuk. Sementara itu, forward head posture terjadi ketika posisi kepala terlalu maju dibandingkan dengan posisi tubuh.
Jika dilakukan terus-menerus, postur tersebut dapat memberikan beban tambahan pada area leher. Kondisi ini bisa terjadi saat bekerja, menggunakan perangkat, maupun melakukan aktivitas lain sambil duduk.
Jangan Lupakan Aktivitas Fisik
Menurut Simon, kebiasaan aktif berolahraga menjadi salah satu hal penting bagi orang yang memiliki pekerjaan dengan durasi duduk tinggi.
“Let’s say kalau duduk di kantor, satu ruangan ada 30 orang. Tapi kenapa yang sakit pinggang hanya 5 atau 6? Ternyata yang 25-nya lagi ada olahraga di luar yang dijalankan,” ujarnya.
Ia menilai olahraga tetap perlu dilakukan meskipun aktivitas pekerjaan sehari-hari lebih banyak dilakukan dengan posisi duduk.
“Jadi olahraga itu merupakan sesuatu yang penting sekali untuk teman-teman tetap lakukan, meskipun bekerja di kantor,” katanya.
Karena itu, pekerja yang menghabiskan banyak waktu di depan meja sebaiknya tetap menyempatkan diri bergerak dan berolahraga. Kebiasaan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kondisi tubuh di tengah rutinitas duduk yang panjang.







