Metapos,Jakarta, — Makan merupakan kebutuhan sehari-hari bagi setiap manusia. Namun dalam ajaran Islam, aktivitas sederhana seperti makan dapat bernilai ibadah ketika dilakukan dengan niat yang benar dan mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ.
Salah satu adab yang diajarkan dalam Islam adalah mengucapkan Bismillah sebelum makan. Perintah tersebut menjadi pengingat bahwa makanan yang dikonsumsi bukan semata-mata hasil usaha manusia, melainkan rezeki yang diberikan Allah ﷻ.
Allah ﷻ berfirman:
فَكُلُوا۟ مِمَّا ذُكِرَ ٱسْمُ ٱللَّهِ عَلَيْهِ إِن كُنتُم بِـَٔايَٰتِهِۦ مُؤْمِنِينَ
“Maka makanlah dari apa yang disebut nama Allah atasnya, jika kamu beriman kepada ayat-ayat-Nya.”
(QS. Al-An‘ām: 118)
Anjuran mengucapkan nama Allah sebelum makan juga disampaikan Rasulullah ﷺ kepada ‘Umar bin Abi Salamah radhiyallāhu ‘anhumā. Nabi ﷺ bersabda:
يَا غُلَامُ، سَمِّ اللَّهَ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ، وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ
“Wahai anak kecil, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari yang dekat denganmu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Apa yang Berubah Ketika Mengucapkan Bismillah?
Mengucapkan Bismillah sebelum makan tidak mengubah makanan secara fisik. Yang berubah adalah sikap dan kesadaran seseorang terhadap makanan yang dikonsumsinya.
Dengan menyebut nama Allah, seorang Muslim diingatkan bahwa makanan yang tersedia merupakan bagian dari rezeki Allah ﷻ. Aktivitas makan pun tidak sekadar untuk memenuhi kebutuhan atau selera, tetapi menjadi momentum untuk bersyukur sekaligus menjalankan sunnah Rasulullah ﷺ.
Bahkan, apabila seseorang lupa membaca Bismillah pada awal makan, Rasulullah ﷺ mengajarkan doa:
بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ
“Dengan nama Allah pada awal dan akhirnya.”
(HR. Abu Dawud No. 3767, dinilai sahih)
Pelajaran dari Sebuah Kebiasaan Sederhana
Anjuran membaca Bismillah sebelum makan menunjukkan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk menghadirkan Allah ﷻ dalam berbagai aktivitas kehidupan, termasuk perkara yang terlihat sederhana.
Satu kata Bismillah dapat menjadi pengingat bahwa setiap nikmat yang diterima manusia berasal dari Allah ﷻ. Karena itu, kebiasaan mengucapkan Bismillah tidak hanya berkaitan dengan adab makan, tetapi juga melatih hati untuk selalu mengingat dan bersyukur kepada Allah.
Makan, minum, bekerja, bepergian, hingga aktivitas sehari-hari lainnya dapat menjadi bagian dari kebaikan apabila dilakukan dengan niat yang benar dan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.
Dengan demikian, membaca Bismillah sebelum makan bukan sekadar ucapan pembuka, melainkan bentuk kesadaran seorang Muslim bahwa setiap nikmat yang dinikmati merupakan karunia dari Allah ﷻ.







