Metapos.id, Malang — Pantai Tiga Warna di Kabupaten Malang menjadi salah satu destinasi wisata bahari yang menawarkan perpaduan panorama alam dan upaya pelestarian lingkungan.
Pantai yang berada di kawasan Clungup Mangrove Conservation (CMC) ini termasuk dalam enam destinasi pesisir yang dikelola dalam kawasan konservasi. Selain Pantai Tiga Warna, terdapat Pantai Clungup, Pantai Gatra, Pantai Sapana, Pantai Mini, dan Pantai Batu Pecah.
Kawasan tersebut berada di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Destinasi ini dikembangkan sebagai wisata minat khusus yang menggabungkan rekreasi dengan edukasi lingkungan.
Berawal dari Pemulihan Lingkungan
Keberadaan kawasan ekowisata ini tidak terlepas dari proses panjang pemulihan lingkungan. Pada 1998-2004, kawasan hutan pesisir dan mangrove Sendang Biru mengalami kerusakan akibat pembalakan liar serta pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan.
Melihat kondisi tersebut, konservasionis lokal Saptoyo atau yang dikenal sebagai Pak Sap kemudian menginisiasi penanaman kembali mangrove. Upaya pemulihan terumbu karang juga dilakukan sejak 2005 melalui Yayasan Bhakti Alam Sendang Biru.
Gerakan masyarakat tersebut kemudian berkembang menjadi kawasan ekowisata yang dibuka secara terbatas pada 2014. Sejumlah penghargaan turut diraih kawasan tersebut, termasuk Anugerah Wisata Jawa Timur dan predikat Objek Wisata Bersih Terpopuler.
Salah satu daya tarik Pantai Tiga Warna adalah tampilan air laut yang memiliki gradasi warna. Perairan dalam terlihat biru, bagian yang lebih dangkal tampak hijau, sementara warna pasir memberikan nuansa cokelat kemerahan.
Keberadaan Pulau Sempu di seberang pantai turut membuat kondisi perairan relatif lebih tenang. Kondisi tersebut mendukung aktivitas snorkeling dan berenang.
Kekayaan bawah laut kawasan ini juga menjadi bagian dari daya tarik wisata. Penelitian mencatat terdapat 721 individu ikan karang yang berasal dari 76 spesies, disertai tutupan karang keras yang masih tinggi.
Upaya pelestarian dilakukan melalui berbagai program, termasuk penempatan struktur rumah ikan atau Fish Apartment dan kegiatan transplantasi terumbu karang.
Di kawasan mangrove, sedikitnya terdapat 16 jenis vegetasi dengan Ceriops tagal sebagai salah satu jenis yang dominan. Wisatawan dapat menjelajahi kawasan mangrove melalui jalur trekking.
Aktivitas lainnya meliputi berkemah di Pantai Gatra pada Sabtu, menyusuri perairan menggunakan kano, serta mengikuti kegiatan edukasi seperti penanaman mangrove dan transplantasi karang.
Pengunjung Dibatasi demi Konservasi
Sebagai kawasan perlindungan laut atau Marine Protected Area, pengelola menerapkan sejumlah aturan untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan kapasitas lingkungan.
Jumlah pengunjung dalam setiap sesi dibatasi maksimal 100 orang. Durasi kunjungan juga ditetapkan selama dua jam sebelum kawasan digunakan oleh rombongan berikutnya.
Pengunjung wajib mengikuti prinsip “Sampahku Tanggung Jawabku”. Setiap barang yang berpotensi menjadi sampah akan dicatat dalam lembar pemeriksaan saat berada di pos pemeriksaan.
Jika barang yang telah dicatat ternyata hilang atau tertinggal, pengunjung dikenakan denda Rp100.000 untuk setiap barang.
Kawasan ini juga ditutup setiap Kamis untuk memberikan kesempatan kepada pengelola melakukan kegiatan kerja bakti dan pemulihan lingkungan. Penutupan juga diberlakukan saat Idul Fitri serta periode libur Natal dan Tahun Baru.
Harga tiket masuk ditetapkan Rp10.000 per orang. Pengunjung juga diwajibkan menggunakan jasa pemandu dengan biaya Rp150.000 per rombongan untuk maksimal lima orang.
Sejumlah fasilitas tambahan tersedia bagi wisatawan. Sewa perlengkapan snorkeling dikenakan Rp25.000 per orang, sedangkan kano Rp25.000.
Untuk penyeberangan, tersedia perahu dengan tarif Rp100.000 per kapal dengan kapasitas maksimal lima orang. Sementara itu, biaya sewa lahan dan tenda untuk berkemah masing-masing Rp25.000 per malam.
Karena jumlah wisatawan dibatasi, calon pengunjung harus melakukan reservasi terlebih dahulu melalui telepon atau WhatsApp pada layanan resmi CMC Pantai Tiga Warna.
Reservasi dan Akses Menuju Pantai
Saat melakukan reservasi, wisatawan perlu memberikan informasi berupa nama, jumlah anggota rombongan, serta tanggal dan waktu kedatangan.
Tahap berikutnya meliputi pembayaran uang muka, pengiriman bukti transfer, dan penyimpanan kode reservasi. Kode tersebut kemudian harus ditunjukkan kepada petugas di Pos 2 ketika tiba di lokasi.
Pantai Tiga Warna berjarak sekitar 72 kilometer dari pusat Kota Malang. Perjalanan menggunakan kendaraan membutuhkan waktu sekitar 2 hingga 2,5 jam, tergantung kondisi perjalanan.
Dari Kota Malang, wisatawan dapat menuju Gadang kemudian Turen dan melanjutkan perjalanan melalui jalur Pantai Sendang Biru.
Selanjutnya, perjalanan diteruskan menuju kawasan Pantai Goa Cinta atau Tempat Pelelangan Ikan (TPI), melewati permukiman warga hingga mencapai gerbang utama CMC.
Dari pos utama, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan melalui jalur trekking di kawasan mangrove atau memilih menggunakan perahu penyeberangan.
Dengan konsep wisata berbasis konservasi, Pantai Tiga Warna menawarkan pengalaman menikmati keindahan pesisir sekaligus mengenal pentingnya menjaga kelestarian ekosistem laut dan mangrove.






