Metapos.id, Jakarta — Menangis kerap dikaitkan dengan kondisi emosional atau dianggap sebagai tanda seseorang tidak mampu menghadapi persoalan.
Padahal, mengeluarkan air mata merupakan respons alami tubuh ketika seseorang mengalami tekanan atau emosi tertentu. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut menangis juga memiliki manfaat bagi kesehatan jiwa.
Budi menyampaikan hal tersebut melalui video yang diunggah di akun Instagram miliknya. Ia menegaskan bahwa menangis bukan berarti seseorang memiliki kondisi mental yang lemah.
“Jangan salah, menangis itu ternyata ada manfaatnya loh buat kesehatan jiwa,” kata Budi.
Menangis Bisa Membantu Meredakan Stres
Budi menjelaskan, tangisan yang muncul akibat emosi dapat membantu tubuh dalam mengelola tekanan. Proses tersebut berkaitan dengan perubahan sejumlah hormon di dalam tubuh.
Menurutnya, menangis dapat membantu menurunkan hormon kortisol yang dikenal sebagai hormon stres. Di sisi lain, hormon oksitosin dan endorfin disebut mengalami peningkatan.
Kedua hormon tersebut memiliki peran dalam membantu tubuh menghadapi rasa sakit. Dampaknya tidak hanya berkaitan dengan nyeri fisik, tetapi juga kondisi emosional.
“Pertama, fungsinya sebagai detoks alami. Dengan kita mengeluarkan air mata, tubuh kita bisa menurunkan hormon kortisol. Ini adalah hormon stres. Kedua, hormon oksitosin dan hormon endorfin kita akan naik. Dan ini adalah hormon-hormon yang meredakan nyeri fisik maupun nyeri mental,” jelas dia.
Membuat Tubuh Lebih Tenang
Selain berkaitan dengan pengelolaan stres, menangis juga dapat membantu seseorang merasa lebih rileks. Respons tubuh ketika menangis disebut dapat melibatkan sistem saraf parasimpatik.
Budi pun mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap tangisan sebagai sesuatu yang menunjukkan kelemahan. Menurutnya, menangis dapat menjadi salah satu cara alami untuk membantu mengurangi tekanan pikiran.
“Jadi ingat ya, nangis itu bukan menandakan diri kita lemah. Justru ini adalah teknik alami bisa mengurangi gejala-gejala overthinking yang membuat kita memiliki masalah,” pungkas Budi.






