Metapos.id, Jakarta — Berolahraga pada sore hari kerap dipilih oleh orang yang kesulitan menyediakan waktu pada pagi hari. Namun, pelari perlu memperhitungkan waktu latihan agar aktivitas tersebut tidak berdekatan dengan jam tidur.
Pelatih lari Asics Indonesia, Andriyanto, mengatakan terdapat jeda yang sebaiknya diperhatikan setelah menyelesaikan lari sore. Ia menyarankan waktu sekitar tiga jam sebelum seseorang tidur.
Jeda tersebut berkaitan dengan proses tubuh kembali menuju kondisi istirahat. Setelah berlari, detak jantung masih meningkat sehingga membutuhkan waktu untuk kembali menurun.
“Kalau kita lari sore, kan gini, lari itu sebaiknya selesai 3 jam sebelum tidur,” ujar Andri saat ditemui selepas konferensi pers Jakarta Speed Run di Plaza Senayan Arcadia, Jakarta Pusat, belum lama ini.
Aktivitas lari membuat kerja jantung meningkat. Karena itu, tubuh tidak serta-merta kembali dalam kondisi rileks begitu latihan berakhir.
“Kita butuh waktu sekitar 3 jam untuk kembali menurunkan detak jantung,” lanjutnya.
Jarak waktu yang terlalu singkat antara olahraga dan tidur dapat membuat sebagian orang kesulitan beristirahat. Kondisi tersebut dapat terjadi karena tubuh masih berada dalam keadaan aktif setelah berolahraga.
“Kalian pernah nggak ngerasain, kalau lari sore kok jadi susah tidur? Ya itu karena detak jantung,” terang Andri.
Oleh sebab itu, pelari perlu menghitung waktu mulai dan berakhirnya latihan. Pengaturan jadwal tersebut dapat membantu menyediakan waktu yang cukup sebelum tidur.
Sesuaikan Jadwal Olahraga
Penerapan jeda tiga jam tidak selalu mudah bagi pekerja yang baru memiliki kesempatan berolahraga setelah menyelesaikan pekerjaan.
Andri menggambarkan rutinitas pekerja yang baru selesai beraktivitas pada sore atau malam hari. Waktu untuk berlari kemudian harus disesuaikan dengan perjalanan pulang dan jadwal tidur.
“Masalahnya orang Jakarta, orang kantor jam 9 baru selesai meeting, jadi jam 11 masih kena macet-macet gitu,” kata Andri.
Dengan kondisi aktivitas yang berbeda-beda, jadwal olahraga sebaiknya disusun sesuai rutinitas masing-masing. Waktu latihan juga perlu mempertimbangkan kapan tubuh membutuhkan istirahat.







