Metapos.id, Jakarta – Aktor legendaris Tom Cruise tetap optimistis terhadap masa depan industri perfilman di tengah kekhawatiran mengenai perkembangan Artificial Intelligence (AI).
Bintang Mission: Impossible tersebut meyakini sentuhan manusia dan pengalaman menonton film di bioskop tetap memiliki tempat tersendiri bagi penonton.
Pernyataan itu disampaikan Cruise dalam sesi diskusi BAFTA Life in Pictures di London. Ia membahas dampak perkembangan teknologi AI terhadap masa depan bioskop dan industri film.
Cruise menekankan pentingnya keaslian serta nilai kemanusiaan dalam seni peran. Menurutnya, teknologi tidak dapat menggantikan peran manusia sepenuhnya.
“Satu hal yang pasti: tidak ada yang bisa menggantikan manusia,” ujar Cruise dikutip dari berbagai sumber, Selasa (22/09/2026).
Aktor berusia 64 tahun itu mengatakan keinginannya mempertahankan pengalaman menonton di bioskop berkaitan dengan upaya menyatukan orang-orang melalui sebuah karya.
Cruise mengaku tidak menentang keberadaan platform streaming. Namun, ia menilai menonton film melalui layar lebar merupakan bentuk pengalaman seni yang berbeda.
“Orang-orang menginginkan pengalaman itu. Mereka tetap pergi ke bioskop,” kata Cruise.
“Saya selalu percaya pada nilai-nilai kemanusiaan.”
Cruise juga mengakui perkembangan AI merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. Meski demikian, ia meminta para kreator dan pembuat film tidak berkecil hati dan tetap menghasilkan karya.
“Kalian tahu, AI itu akan datang dan tetap akan terjadi,” tutur Cruise tentang pesatnya kemajuan AI.
“Tetapi orang-orang tetap ingin melihat hal-hal yang nyata. Jadi, tetaplah mencipta (keep creating).”
Selain membahas AI dan perjalanan kariernya selama empat dekade, Cruise turut membagikan cuplikan proyek film terbarunya, Digger. Film tersebut disutradarai Alejandro G. Iñárritu.
Dalam Digger, Cruise tampil dengan penampilan yang berbeda dari biasanya. Ia menggunakan prosthetic dan fat suit untuk memerankan seorang konglomerat minyak.






