Metapos.id, Jakarta — Insiden terjadi pada Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 saat melintas di perairan Laut Jawa, tepatnya di sekitar Masalembo, Minggu (13/9/2026) dini hari. Kapal roro penumpang berbobot 8.540 GT tersebut mengalami kemiringan ekstrem (listing) sebelum kontak dengan kapal dilaporkan terputus.
Data sementara dari Kementerian Perhubungan hingga Minggu siang mencatat satu orang meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Di sisi lain, 115 orang telah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat oleh tim gabungan.
Sebelum mengalami insiden, kapal yang dipimpin nakhoda Arief Yunianto itu meninggalkan Pelabuhan Surabaya pada Sabtu (12/9/2026) pukul 06.52 waktu setempat. Tujuan pelayaran adalah Pelabuhan Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Kapal milik PT Virgo Karya Shipping tersebut menggunakan tanda panggil (call sign) YDIL4. Selain mengangkut penumpang dan kendaraan, kapal juga membawa 30 orang anak buah kapal (ABK).
Insiden Terjadi di Perairan Masalembo
Gangguan mulai terjadi ketika KM Virgo Transport 8 berada di sekitar perairan Masalembo pada Minggu sekitar pukul 01.00 waktu setempat. Kapal kemudian berada dalam kondisi darurat dan kehilangan komunikasi.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan langsung menjalankan proses pencarian dan penyelamatan. Dari operasi tersebut, sebanyak 115 orang berhasil dievakuasi, sedangkan satu korban dinyatakan meninggal dunia.
Satu orang dari korban yang berhasil diselamatkan dilaporkan mengalami luka dan mendapat penanganan medis. Adapun kondisi muatan, potensi kerusakan barang, serta kemungkinan dampak lainnya masih diperiksa oleh otoritas terkait.
Sejumlah Kapal Bantu Proses Evakuasi
Operasi penyelamatan melibatkan Kantor Kesyahbandaran bersama Basarnas Banjarmasin. Penanganan juga didukung Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT Pelindo serta Kantor Distrik Navigasi (Disnav) Banjarmasin melalui Vessel Traffic Services (VTS).
Sejumlah kapal niaga yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian turut membantu proses penyelamatan. Kapal tersebut antara lain KM Hai Da, MT Mau Ha, dan TB TCP.
Keterlibatan kapal-kapal tersebut membantu proses evakuasi penumpang dan awak KM Virgo Transport 8 dari tengah perairan Laut Jawa.
Sementara itu, pihak berwenang menyatakan belum menemukan indikasi pencemaran lingkungan di sekitar lokasi kejadian. Syahbandar masih melakukan koordinasi dengan Pandu PT Pelindo III Banjarmasin dan pihak keagenan kapal untuk mengikuti perkembangan situasi.
Hingga kini, penyebab pasti insiden tersebut masih belum diketahui. Kemungkinan yang berkaitan dengan kondisi alam, faktor teknis, maupun faktor manusia masih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan resmi dari pihak berwenang.







