Metapos.id, Jakarta – Waktu makan siang tidak hanya berkaitan dengan menghilangkan rasa lapar. Jam makan juga dapat memengaruhi energi, kadar gula darah, rasa kenyang, dan metabolisme tubuh.
Ahli gizi Trista Chan, RD, MHSc, mengatakan konsistensi waktu makan menjadi salah satu hal yang penting diperhatikan.
“Waktu tersebut umumnya berjarak empat hingga lima jam setelah sarapan sehingga dapat membantu mempertahankan energi hingga sore,” ujarnya, di kutip dari berbagai sumber, Rabu (19/8/2026).
Makan siang ideal sekitar pukul 12.00-14.00
Bagi orang dengan aktivitas harian yang normal, makan siang umumnya dianjurkan sekitar pukul 12.00 hingga 14.00. Waktu tersebut biasanya berjarak empat sampai lima jam setelah sarapan.
Makan terlalu cepat sebelum tengah hari dapat membuat rasa lapar kembali muncul sebelum waktu makan malam. Sebaliknya, makan siang terlalu sore berpotensi membuat tubuh lebih mudah lelah dan suasana hati berubah.
Meski demikian, waktu makan siang tidak harus sama bagi setiap orang. Jadwal aktivitas, waktu sarapan, kondisi tubuh, dan pola tidur dapat memengaruhi kebutuhan makan.
Konsistensi waktu makan penting bagi metabolisme
Selain menentukan jam makan, menjaga jadwal makan yang konsisten juga dapat membantu tubuh bekerja lebih teratur.
Tubuh memiliki ritme sirkadian yang berperan dalam mengatur tidur, hormon, dan metabolisme. Karena itu, pola makan yang berubah-ubah berpotensi memengaruhi ritme tersebut.
Pola makan dengan waktu konsumsi makanan yang teratur juga dinilai dapat mendukung metabolisme. Konsumsi kalori yang lebih banyak pada siang hari dibandingkan malam juga dapat menjadi bagian dari pola makan yang lebih teratur.
Makan siang tepat waktu bantu menjaga gula darah
Makan siang secara teratur juga dapat membantu menjaga kadar gula darah dan mengendalikan rasa lapar.
Sebuah penelitian kecil menunjukkan bahwa melewatkan makan siang selama dua hari dapat membuat kadar gula darah setelah makan malam lebih tinggi dibandingkan ketika peserta makan siang.
Menunda makan siang hingga pertengahan sore juga dikaitkan dengan lonjakan gula darah yang lebih tinggi dan penurunan sensitivitas insulin.
Selain memperhatikan waktu makan, komposisi menu juga perlu diperhatikan. Makan siang sebaiknya terdiri dari protein, karbohidrat kaya serat, dan lemak sehat.
Pilih makanan yang seimbang
Sumber protein seperti ayam, ikan, telur, tahu, kacang-kacangan, dan yoghurt Yunani dapat membantu memenuhi kebutuhan protein serta mendukung pemeliharaan massa otot.
Karbohidrat kaya serat bisa diperoleh dari biji-bijian utuh, buah, sayuran, dan kacang-kacangan. Sementara itu, alpukat, minyak zaitun, kacang, dan biji-bijian dapat menjadi pilihan sumber lemak sehat.
Kebutuhan cairan juga tetap harus dipenuhi. Air putih atau minuman tanpa tambahan gula dapat menjadi pilihan untuk menemani makan siang.
Dengan demikian, makan siang sekitar pukul 12.00-14.00 dapat menjadi patokan bagi orang dengan jadwal aktivitas normal. Namun, yang tidak kalah penting adalah menjaga jadwal makan tetap konsisten dan memilih menu yang bergizi seimbang.







