Metapos.id, Jakarta – Recording Academy meninjau ulang keputusan membentuk kategori Best Asian Pop Music Performance di Grammy Awards setelah kategori tersebut menuai kontroversi, terutama usai BTS memutuskan tidak mengirimkan karya untuk Grammy Awards 2027.
Dikutip dari berbagai sumber, Selasa (18/8/2026), Recording Academy menyatakan akan mengevaluasi kembali keputusan yang dibuat pada Juni lalu. Peninjauan dilakukan setelah pihaknya berdiskusi dengan perwakilan komunitas musik K-pop, J-pop, C-pop, hingga musik India.
Sejumlah musisi, label rekaman, dan manajer turut terlibat dalam pembahasan tersebut. Perwakilan Hybe, perusahaan induk agensi BTS, juga disebut ikut dalam diskusi.
Meski demikian, Recording Academy belum menghapus kategori Best Asian Pop Music Performance maupun mengubah kriteria penilaiannya.
Kontroversi semakin mencuat setelah BTS pada 29 Juli 2026 mengumumkan tidak akan mengirimkan karya mereka untuk dipertimbangkan dalam Grammy 2027.
“Kami berharap musik dapat didengar dan diterima sebagaimana adanya, melampaui wilayah atau bahasa,” demikian pernyataan BTS.
CEO Recording Academy Harvey Mason Jr. mengaku sedih atas keputusan tersebut, tetapi tetap menghormatinya. Sebelumnya, ia menyebut kategori baru itu dibuat untuk merayakan perkembangan musik pop dari Asia.
Nasib kategori tersebut kini masih menjadi pembahasan. Kritikus musik Lim Hee-yun menilai perubahan besar dalam waktu dekat sulit dilakukan karena masa pendaftaran karya Grammy akan berakhir pada Jumat pekan ini.
“Artis dari negara-negara Asia lainnya kemungkinan sudah mengirimkan karya mereka untuk kategori tersebut,” kata Lim.
“Mengubah kriteria penjurian, atau menghapus kategori tersebut sama sekali, hanya beberapa hari sebelum tenggat pendaftaran, tidak masuk akal,” lanjutnya.
Dengan demikian, belum ada keputusan bahwa Grammy akan menghapus kategori Best Asian Pop Music Performance.







