Metapos.id, Jakarta – Banyak orang memilih langsung memasukkan makanan yang masih panas ke dalam kulkas agar lebih praktis dan cepat dingin. Namun, kebiasaan tersebut sebaiknya dihindari karena dapat memengaruhi suhu di dalam kulkas sekaligus kualitas makanan yang disimpan.
Saat makanan panas dimasukkan ke kulkas, suhu di dalam lemari pendingin akan meningkat untuk sementara waktu. Kondisi ini membuat kompresor bekerja lebih keras agar suhu kembali stabil sehingga beban kerja kulkas menjadi lebih besar.
Perubahan suhu tersebut juga dapat memengaruhi makanan lain yang sudah berada di dalam kulkas. Ketika suhu penyimpanan meningkat, risiko pertumbuhan bakteri pada makanan lain ikut bertambah apabila suhu aman tidak dapat dipertahankan.
Selain memengaruhi suhu kulkas, makanan panas dapat mengalami perubahan tekstur akibat proses pendinginan yang terlalu cepat. Uap panas yang dihasilkan juga dapat memicu embun di dalam wadah maupun ruang kulkas sehingga kualitas makanan bisa menurun.
Meski demikian, makanan juga tidak disarankan dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang. Ahli keamanan pangan mengingatkan makanan sebaiknya segera didinginkan dan disimpan dalam waktu sekitar dua jam setelah matang untuk mengurangi risiko pertumbuhan bakteri.
Cara yang dianjurkan adalah membagi makanan ke dalam porsi yang lebih kecil agar panasnya lebih cepat hilang. Setelah uap panas berkurang dan suhu makanan turun, makanan dapat dipindahkan ke wadah tertutup sebelum disimpan di dalam kulkas.
Menutup makanan dengan rapat juga membantu menjaga kelembapan sekaligus mencegah aroma menyebar ke bahan makanan lain. Penyimpanan yang benar membuat makanan lebih awet, tetap higienis, dan kualitasnya lebih terjaga selama berada di kulkas.
Dengan menerapkan cara penyimpanan yang tepat, makanan sisa tetap aman dikonsumsi tanpa membebani kinerja kulkas. Menunggu makanan hingga tidak lagi mengepulkan uap panas sebelum disimpan menjadi langkah sederhana untuk menjaga keamanan pangan dan umur pakai lemari pendingin.







